Wisanggeni, Kenari YS Tangguh Hattrick Di Piala Pasundan Makin Disegani. Tolak Duit 80 Juta

181

Mempunyai burung yang bisa menjadi jawara adalah dambaan semua penggemar kompetisi. Semua berusaha keras untuk mendapatkannya. Selain hadiah kompetisi yang lumayan, nama besarpun bisa didapat. Tetapi semua itu tidak mudah. Proses untuk mendapatkan burung juara itu memerlukan waktu yang cukup panjang.

Bagi mereka yang berkantong tebal mungkin tidak masalah. Mereka tinggal beli burung berprestasi. Walau tidak sedikit pula akhirnya burung yang mereka beli mahal mogok prestasi lapangannya.

Lalu bagaimana bagi yang tidak mempunyai uang banyak ?! Ini beda lagi prosesnya. Dan tetap bisa memiliki burung juara. Hanya saja harus pintar-pintar memilih kualitas burung yang menjadi rawatan.

Hal ini sudah dibuktikan oleh Eko 28 (ini nama hokynya ada no 28). Mantan pemain burung dara kolongan ini telah banyak berhasil mencetak burung juara. Khususnya untuk jenis kenari. “Uang bukan menjadi segalanya. Yang penting kita harus peka terhadap kualitas burung yang kita miliki. Minimal harus ada ciri-ciri khusus lapangan. Postur harus bagus, suara lantang, mental harus bagus. Masalah materi bisa kita ini atau latih “, ucap Eko mengawali pembicaraan.

Ini benar-benar dialami oleh Eko. Dia telah berhasil membawa nama Wisanggeni menjadi momok di kelas kenari. Kenari jenis YS ini sangat diperhitungkan di arena kompetisi. Bagaimana tidak ?! Turun dalam kompetisi tingkat nasional Piala Pasundan, semua kelas kenari dibabatnya. Main lima kelas. Tiga kali juara satu. Satu kali juara. Dan satu kali juara lima.

“Wisanggeni saya beli dulu seharga empat juta lima ratus. Waktu itu saya lihat dari postur dulu. Sangat proporsional. Lalu volumenya memang sangat keras. Saya rawat dan selalu saya tempel dengan suara kenari standard dengan sonic (merk perekam suara). Saya bawa terus kelapangan sampai mentalnya mapan. Cukup melelahkan. Tapi karena hoby ya itu tetap saya jalani dengan senang. Hasilnya ya seperti sekarang ini. Wisanggeni setiap turun pasti ada saja juara yang bisa diraihnya.

Hal ini menjadi sorotan publik. Bahkan ada salah satu pengusaha asal Kalimantan ingin meminang Wisanggeni sebesar delapan puluh juta. Tetapi Eko tidak melepasnya.

“Saya terlalu sayang dengan Wisanggeni. Pernah waktu itu Wisanggeni sakit. Bulunya merinding dan tidak mau bunyi. Untungnya ada Ebod Vit. Saya berikan rutin seminggu, Wisanggeni sehat lagi sampai sekarang. Pinangan delapan puluh juta saya tolak. Bukannya tidak menghargai tawaran orang. Tetapib biarlah Wisanggeni tetap berada di Gladiator BF. Nanti anakannya bisa kita coba mainkan”, papar Eko menambahkan. (red#1)