Waspadai Cuaca Ekstrim Terhadap Burung Peliharaan

[doptg id=”2311″]

 

Cuaca ekstrim yang melanda seluruh wilayah tanah air bahkan dunia akhir akhir–akhir ini, mengharuskan kita waspada terhadap datangnya penyakit-penyakit yang ditularkan oleh berbagai bakteri maupun virus yang merugikan bagi hewan peliharaan maupun kita sendiri.

Pada musim kemarau seperti saat ini, cuaca hampir seluruh wilayah tanah air mencapai suhu hingga 33 derajat celcius di siang hari dan 22 derajat celcius pada malam hari, untuk menghindari hal–hal yang tidak diinginkan terhadap burung peliharaan kita di rumah maka hal yang paling mendasar adalah untuk selalu memonitor kebersihan baik kandang maupun burung itu sendiri.

Berdasarkan pantauan kami di berbagai media sosial maupun beberapa pengalaman sahabat Ronggolawers setidaknya dalam kurun waktu 1 pekan ini banyak di temukan kasus–kasus burung yang mati mendadak.

Indikasi tersbesar dari kejadian tersebut 80 % mengacu terhadap Cuaca Ekstrim yang tengah melanda seperti sekarang ini, perlu kita waspadai penyebaran virus maupun bakteri terhadap burung yang kita pelihara.

Pertama kita harus di ketahui yaitu perbedaan antara virus dengan bakteri, Seiring dengan tidak menentunya cuaca pada akhir-akhir ini, semakin banyak hewan ternak maupun peliharaan yang terkena penyakit baik itu akibat terjangkit virus tertentu maupun gangguan dari bakteri yang merugikan yang dapat mengganggu sistem imun tubuh burung kesayangan kita, bagi sebagian Sahabat Ronggolawers, penyebab utama kasus mati mendadak pada burung peliharaan mungkin masih terdengar simpang siur, apakah di akibatkan oleh virus atau bakteri.??

Perbedaan virus dengan bakteri pada prinsipnya sangatlah berbeda, virus lebih merujuk pada mikroorganisme parasit berukuran kecil  yang menginfeksi sel organisme biologis, sedangkan bakteri adalah organisme bersel tunggal yang memiliki ukuran sangat kecil yang hanya dapat dilihat dengan bantuan mikroskop. Umumnya bakteri berukuran 0,5-10 µ sehingga dapat dilihat dengan mikroskop biasa sedangkan virus umumnya berukuran 0,01-0,1 µ yang membuatnya hanya bisa dilihat dengan mikroskop elektron.

Virus merupakan parasit, umumnya mereka hanya dapat bereproduksi di dalam sel inang,
resistensi antibiotik menjadi lebih umum karena penggunaan antibiotik untuk mengobati infeksi bakteri.

Bakteri tidak hanya hidup bersama kita sepanjang waktu, tetapi juga melakukan hal-hal menakjubkan dan membantu seperti membuat vitamin, memecah beberapa sampah, dan mempertahankan atmosfer kita serta membuat oksigen.

Beberapa jenis bakteri telah ditemukan hidup dalam suhu di atas titik didih dan dingin di bawah titik beku, ada sekitar sepuluh kali lebih banyak sel bakteri sebagai sel, dengan sejumlah besar bakteri pada kulit dan saluran pencernaan.

Bakteri merupakan bentuk paling awal kehidupan di Bumi dan, dengan mengembangkan fotosintesis, mungkin telah memainkan peran dalam membentuk planet kita menjadi salah satu yang bisa mendukung bentuk kehidupan yang lebih besar yang kita kenal sekarang.

Untuk mengantisipasi penyebaran virus maupun bakteri yang dapat mengancam kesehatan hewan peliharaan kita, hal paling dasar yang bisa kita lakukan ialah untuk selalu menjaga kebersihan, baik dari lingkungan, kandang yang kita gunakan, sampai burung yang kita pelihara.

Selain itu ada beberapa tips yang berhasil kami rangkum dari Sahabat Ronggolawers yang tergabung di grup Penangkaran Papburi Klaten, di antaranya sebagai berikiut :

  • Pemberian makan dan minum yang fresh, makanan serta minuman yang kita berikan untuk burung peliharaan sebaiknya dalam keadaan fresh, sahabat ronggolawers bisa mengganti makanan lama dengan yang baru pada sore hari secara kontinyu, hal tersebut dilakukan agar setiap bangun tidur pada pagi, burung selalu disajikan pakan yang lebih sehat dan bebas dari penyakit.
  • Memandikan Burung, pada pagi hari sebaiknya sediakan cepuk mandi untuk burung–burung kecil, sedangkan untuk burung besar bisa menggunakan kramba / semprot, tambahkan 3 tutup botol shampo jati jajar pada air mandi burung, Shampo Jati jajar selain mampu membunuh bakteri maupun virus yang dapat merugikan burung juga ampuh untuk membasmi kutu serta mampu menghaluskan bulu burung, Shampo jati jajar tidak berbahaya kendati air yang tercampur tersebut tidak sengaja diminum ataupun terkena mata burung tersebut.
  • Jemur Burung, Setelah memandikan sebaiknya burung dijemur, durasi penjemuran yang ideal pada musim kemarau seperti sekarang ini ialah sekitar 2–3 jam antara pukul 07. 00–10. 00, penjemuran pada burung juga berguna untuk kesehatannya, terutama mebunuh bakteri dan virus berbahaya pada burung secara alami dengan bantuan sinar ultraviolet yang terkandung pada sinar matahari.
  • Krodong, setelah melewati masa penjemuran, sebaiknya di dalam kamar penyimpanan burung di krodong, hal tersebut dilakukan agar memberikan efek yang lebih tenang ketika burung sedang beristirahat, krodong juga berfungsi untuk melindungi burung agar tidak terkena masuk angin / flu pada malam hari.
  • Pemberian Multivitamin, layaknya Manusia burung juga membutuhkan Multivitamin sebagai tambahan asupan gizinya, mencampur 5 tetes Ebod Vit ke dalam air minum burung memberikan efek yang positif terhadap kebugaran tubuhnya, selain Ebod Vit kini Ebod Jaya juga juga sukses meluncurkan produk baru yang bermutu tinggi, ialah Ebod Solution, formula 4 in 1, Ekstrak sari buah, Probiotik Lactobacillus Sp, Propolis dan Madu hutan diracik menjadi satu dalam produk unggulan yang mampu menjaga kesehatan dan mengobati burung sakit karena perubahan cuaca.
  • Rutin membersihkan kandang, sangkar dan krodong, kandang, sangkar dan krodong merupakan salah satu kompenen utama yang diperlukan sahabat ronggolawers dalam memelihara burung, akan tetapi ke 3 alat tersebut juga mempunyai efek yang berbahaya terhadap kesehatan burung jika tidak rutin dibersihkan karena menjadi sarang bagi virus, bakteri maupun kutu, setelah merawat sebaiknya bersihkan pula kandang, sangkar, dan krodong dengan cara dicuci, untuk hasil maksimal bersihkan / cuci ketiganya menggunakan shampo jati jajar setiap 1 minggu sekali.

Demkian Tips yang berhasil kami himpun, semoga bisa menjadi referensi untuk merawatan burung di musim kemarau bagi Sahabat Ronggolawers yang ada di rumah.@13