Mewahnya Nyanyian Murai Batu Setengah Milyar

490

PALEMBANG – Kicau mania di Palembang pastinya kenal dengan murai batu yang satu ini. Pasalnya, murai batu ini punya segudang prestasi bahkan anakannya jadi incaran pemain.

Nama murainya Aryo Jeger, asli ber-KTP Medan. Pemiliknya Prayogi dan juga owner Hercules Bird Farm (BF) Palembang. MediaRonggolawe.Id berkesempatan melihat langsung murai batu yang saat ini sudah ditangkarkan.

Prayogi menceritakan, Aryo Jeger dibeli dari pemiliknya bernama Giman atau biasa dipanggil Lek Giman pada tahun 2008. “Lek Giman dapatnya dari tangkapan hutan. Dulu gak mau dijual sama beliau (Giman/red), tapi akhirnya mau dilepas juga. Dulu saya mahar Rp 5,5 juta,” ceritanya pada MediaRonggolawe.Id, Selasa (25/6/2019).

Pose murai batu Aryo Jeger saat berada di rumah pemiliknya, Selasa (25/6/2017).

Berhasil mendapatkan Aryo Jeger, Prayogi mengaku tidak buru-buru untuk mengikutkannya ke tempat lomba. “Tahun 2010 baru mulai ikut lomba dan mulai juara, malah menyabet double winner,” terang pemilik Perfecto Gym ini.

Prayogi menceritakan, dirinya saat itu belum dikenal sebagai pemain murai batu. Namun ia menjadi terkenal setelah Aryo Jeger juara.

“Waktu pesan tiket itu saya minta gantangan tengah di antara burung-burung juara. Mungkin panitianya kaget dan mengira burung saya ini burung mewah alias burung juara. Karena kalau burung yang baru ikut gantang biasanya main di pinggir. Tapi saya nekat saja, kalah menang saya terima,” ungkapnya.

Kenekatannya itulah yang membuat dirinya dilirik pemain murai batu lainnya. Pasalnya, Aryo Jeger menunjukkan prestasinya saat di tempat lomba.

“Karena itulah Aryo Jeger mulai banyak yang nawar. Abis ikut lomba pertama saja sudah ditawar Rp 150 juta. Yang nawar juga banyak, ada dari Kalimantan, Surabaya dan terakhir orang Jakarta nawar hampir setengah miliar, Rp 435 juta,” ungkapnya.

Pose murai batu Aryo Jeger saat berada di rumah pemiliknya, Selasa (25/6/2017).

Prayogi menuturkan, Aryo Jeger punya banyak saingan di eranya. Ia menyebutkan beberapa murai batu berkaliber nasional yang jadi saingan setiao Aryo Jeger turun seperti Mahadewa punya Dedi Jaya Ban, PK milik Welly Alexander Baturaja. Lalu ada Ruby milik Rendy, My Brow dan Racun milik Khadafi.

Setelah rutin mengikuti lomba dan mulai sibuk dengan kegiatan lainnya, Prayogi memutuskan Aryo Jeger masuk tangkaran untuk diternakan. “Tahun 2016 masuk kandang ternak. Tapi masih banyak juga yang nawar bahkan sampai sekarang,” jelasnya.

Trotol Anakan Aryo Jeger Dijual Rp 25 Juta

Murai batu Aryo Jeger seolah menjadi legenda hidup dan aksinya di lapangan lomba selalu ditunggu penggemarnya. Namun sejak tahun 2016, Aryo Jeger masuk kandang ternak dan tidak pernah tampil lagi di gantangan.

Prayogi, pemilik Aryo Jeger, kepada MediaRonggolawe.Id mengatakan, saat ini murai batu miliknya sedang dikawinkan dengan betina ketiga. “Dua betina sebelumnya sudah mati dibantai Aryo Jeger,” katanya saat ditemui di kediamannya Jalan Sersan Sani, Palembang, Selasa (25/7/2019).

Prayogi menceritakan, betina pertama bernama Rencong Junior. Sesi pertama kawin didapatkan dua anakan. Namun satu anakan dibantai indukan jantan dan hanya tersisa satu ekor yang berjenis kelamin betina.

Sesi kedua kawin masih dengan Rencong Junior. Namun hanya mendapatkan satu anakan berjenis kelamin betina. “Satu anakan saya simpan yang betina. Satu anakan betina lainnya diambil kawan di Bogor sekarang. Setelah dapat anakan tunggal, eh Rencong Junior malah dibantai Aryo Jeger sampai mati,” kenangnya.

Lalu Aryo Jeger kembali dikawinkan dengan betina lain yakni Rajo Langit Junior. “Nah ini betina mahal saya beli eh malah dibantai juga oleh si Aryo. Sempat pusing saya sama murai ini. Saya baru tahu kalau Aryo tidak suka betina yang aktif. Kalau Aryo bunyi untuk merayu dan betina ikutan nyanyi pasti dibantai. Makanya sekarang saya kawinkan sama betina ketiga yang gak aktif, namanya Istimewa Junior dan sekarang lagi buat sarang,” ungkapnya.

Prayogi mengungkapkan, anakan Aryo Jeger yang dijualnya dipasang dengan harga mahal. Anakan betina yang masih trotol yang dijualnya ke Bogor dilepas dengan harga Rp 25 juta. “Kalau jantan trotol saya patok harganya Rp 10 juta/ekor. Mengapa betina mahal? Karena trah Aryo Jeger akan turun 80% ke anakan betina. Jadi lebih mahal karena diharapkan akan menghasilkan anakan yang sama dengan Aryo Jeger. Kalau betina saya jual di kisaran Rp 20 juta sampai Rp 25 juta,” jelasnya.

 

Anakan betina Aryo Jeger yang disimpan Prayogi untuk dijadikan indukan. Foto diambil pada hari Selasa (25/6/2019).

Mahalnya anakan Aryo Jeger ini sebanding dengan kemewahan yang ada di murai batu berekor panjang ber-KTP Medan ini. Bahkan menurut Prayogi, sudah ada 21 orang yang inden anakan Aryo Jeger sejak tahun 2016. “Sudah ada 10 orang yang bayar lunas, dan tiga orang yang pesan anakan betina. Sisanya pesan jantan semua,” ungkapnya.

Membeludaknya orang yang ingin memiliki anakan Aryo Jeger ini membuat Prayogi tidak menerima lagi inden anakan. “Takutnya nunggu lama. Jadi sekarang sudah full booking hingga tahun 2020,” ungkapnya.

Anakan Aryo Jeger yang betina saat ini disimpan Prayogi untuk dijadikan indukan berkualitas tinggi. Direncanakan, anakan betina ini akan dikawinkan dengan murai berprestasi bernama Zombie milik Zulham.

Menunjang pakan yang berkualitas selama dalam penangkaran, Prayogi tidak main-main. Untuk jangkrik saja, ia menggunakan jangkrik madu bukan jangkrik alam. Warnanya yang coklat muda keemasan membuat jangkrik tersebut dijuluki jangkrik madu. Sebanhak 50 ekor jangkrik madu dimasukkan dalam ember dan dimasukkan dalam kandang.

Kemudian ia juga memberikan kroto segar sebanyak empat sendok makan setiap hari. Lalu 10-15 ekor ulat hongkong setiap hari Senin.

Tidak lupa, Aryo Jeger diberikan cacing tanah dua ekor setiap hari Minggu. Dan 10-20 ekor anakan ikan gabus tiap hari Jumat yang dimasukkan dalam wadah berisi air yang tidak terlalu banyak.

Prayogi, pemilik murai batu Aryo Jeger menunjukkan produk Ebod Jaya berupa Ebod Vit dan Voer Ronggolawe yang selalu diigunakan untuk burung kesayangannya. Foto diambil saat berada di kediamannya, Selasa (25/6/2019)

Untuk vitamin, Aryo Jeger diberikan produk Ebod yakni Ebod Vit untuk menambah staminanya selama dalam penangkaran. “Tiga hari sekali saya kasihnya, ditetesin di wadah air minum,” pungkasnya.