Trotolan Cetak Jutaan Rupiah – Om Warto Anggota APBN Brebes

74

Mediaronggolawe.id – Tidak berlebihan jika mengharapkan rejeki dari hobi. Bahkan rejeki yang diperoleh, lebih besar nilainya dibandingkan dengan gaji yang diperoleh setiap bulannya. Adalah Om Wartono, warga Gandasuli Brebes yang mulai beternak burung murai batu sejak tahun 2016. Sebelumnya, Om Warto ini penggemar burung merpati, tapi karena jam kerjanya sebagai cleaning service di salah satu Bank di Brebes tidak memungkinkan untuk menyalurkan hobinya sebagai penggemar merpati, akhirnya pada tahun 2016 semua merpatinya dijual. Dari uang hasil menjual merpati, Om Warto berencana akan beternak murai batu.

 

Dengan dana yang ada dan tempat yang ada pula, mulailah Om Warto merancang kandang. Halaman samping rumah yang berukuran panjang 6 meter, lebar 3 meter, disulap menjadi kandang. Dengan ukuran L : 1 meter, Panjang 2 : meter, dan tinggi : 2 meter, maka jadi lah 2 kandang. Di bagian lain dari ruangan yang ada, juga dibuat kandang. Jadi lah beberapa kandang ternak, kandang yang sangat sederhana, tidak menyangka kalau itu adalah kandang ternak murai batu.

Berawal awal dari sepasang murai batu yang siap produksi, dalam waktu satu bulan, menghasilkan 3 ekor. Bulan ke dua, Om Warto menambah indukan tiga pasang. Jadi lah kandang berisi empat pasang murai batu siap produksi.

 

Sekarang, ternakan Om Warto setiap “panen” trotolan, dalam waktu satu bulan rata-rata menghasilkan 20 ekor trotolan. Tidak perlu repot untuk memasarkan, karena hasil ternakannya sudah dipesan semua oleh para pembeli. Semarang, Jakarta adalah “nasabah” Om Warto. Anakan murai dikirim ke tempat tujuan setelah berumur sekitar 2 bulan. Ketika ditanya, berapa harga satu ekor trotolan ?, Om Warto menjawab, “Bergantung pada kualitas indukannya. Untuk indukan yang bagus harga 3 juta, indukan yang sedang 2 juta. Sedangkan trotolan yang betina, Om Warto menjualnya dengan harga 1,5 juta.

Sebagai anggota APBN (Asosiasi Penangkar Burung Nusantara), Om Warto juga melengkapi trotolannya dengan Ring APBN.

Profesi sebagai cleaning cervise sejak 1998, bagaimana Om Warto membagi waktu untuk merawat trotolan ? “ Untuk perawatan, saya kerjakan ketika istirahat, tapi ketika pekerjaan tidak bisa ditinggalkan, istri yang merawat. Mulai dari memberi makan trotolan, sampai membersihkan kandang”, jelas Om Warto. Kok mau ya Om, Istri ngasih makan burung ?, kembali penulis (red) bertanya, “Ya mau lahhh, soalnya sudah tau ada uangnya,, hahahah”, jawab Om Warto sambil tertawa.

 

 

 

 

 

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa, segala sesuatu asal dikerjakan dengan serius dan ketekunan, juga dukungan dari keluarga, meskipun dimulai dengan dengan hal yang paling sederhana, Insya Allah dapat menghasilkan. (yus tegal)