Tips Perawatan Blackthroat Untuk Kontes Ala Paris Van Java Blackthroat Community

240

 

Blackthroat memiliki nama latin Serinus Atrogularis yang mempunyai ciri dan keistimewaan yang tidak dimiliki burung sejenis. Salah satu keistimewaan burung yang hanya sebesar ibu jari tangan orang dewasa ini adalah suaranya sangat merdu.

Pada saat berbunyi, blackthroat mampu mengalunkan irama yang sangat khas sehingga membuat kekaguman bagi yang mendengarkan. Alunan kicauannya relatif panjang, dengan ritme yang bervariasi naik turun, tinggi rendah, tidak terputus – putus seperti gemericiknya suara air yang mengalir di kaki bukit. Di belantara hutan Afrika yang menjadi asal usulnya Blackthroat hidup dialam bebas pada pucuk – pucuk pohon seperti halnya burung  burung lain. Karena keindahan suaranya, sekarang ini Blackthroat telah banyak dijumpai di rumah  rumah sebagai penghias ruangan tempat tinggal maupun teras – teras rumah.

Dimanapun berada burung yang masuk dalam keluarga Fringilidae ini mampu menghidupkan suasana tempat tinggal menjadi lebih meriah dengan alunan suaranya yang merdu.

Burung jenis singing finch ini, selain banyak dipelihara karena suaranya yang merdu, burung ini juga bisa dibudidayakan atau diternak, sehingga bisa dijadikan lahan usaha. Selain itu, burung ini juga banyak dipelihara sebagai burung masteran untuk banyak jenis burung kicauan lainnya seperti Murai batu, Kenari, Branjangan, dan lain-lain, bahkan burung ini juga suka diikutsertakan dalam kontes burung berkicau.

Untuk diwilayah Bandung sudah berdiri sebuah komunitas yang bernama “Paris van java blackthroat community” yang terbentuk pada  2 Mei 2017, dengan struktur organisasi sebagai berikut:

Ketua : Iwan Ridwansyah

Wakil : Zenat

Korlap : Zio & Zoe

Bendahara : Davit

Jumlah anggota 35 orang.

“Adapun awal mula terbentuknya komunitas ini adalah bertujuan untuk menaikan lagi pamor Afrika finch seperti dulu dan menjalin hubungan kekeluargaan satu sama lain” Ungkap Zenat(wakil ketua) ketika ditanya oleh penulis.

Selain aktif ikut serta dalam kontes burung berkicau, sebagian anggota dari Paris van java blackthroat community ada juga yang berternak burung Blackthroat serta jenis Afrikan Finch lainnya(Mozambik, sanger).

Salah satu tempat yang selalu menjadi ajang berkumpul sambil menggantang Blackthroat gacoanya ini, adalah di Lap. BTC Asrama Den Jasa Ang Kiaracondong, Bandung. Latber rutin yang diadakan setiap hari Sabtu yang di gelar oleh EO BTC dibawah pimpinan Pak. H. Arief ini, memang sangat mendukung dan memberikan pasilitas untuk banyak komunitas pecinta burung, salah satu komunitas yang merasa banyak dibantu oleh pria yang ramah dan senang bercanda serta sangat dekat dengan para kicau mania ini, adalah Paris van java blackthroat community.

Pada kesempatan ini, Zenat yang mewakili rekan-rekan komunitasnya mau berbagi tips perawatan Blackthroat untuk kontes atau lomba. Adapun tips perawatannya sebagai berikut:

Tips Perawatan Blackthroat Untuk Kontes Ala Paris Van Java Blackthroat Community

Perawatan Blackthroat tidak jauh dengan perawatan burung ocehan lainnya, pemilik harus mengenal betul karakter dari burung itu sendiri, setelah mengenal dan paham bagaimana karakter burung blackthroat, baru ditentukan pola rawatan rutin nya, seperti penjemuran, mandi dan pemberian pakan dengan nutrisi seimbang. Adapun mengenai masalah usia burung untuk lomba,  bisa saja dilatih sejak umur 7 bulan, tapi biasanya rata-rata mulai dari umur 9 bulan baru bisa lebih mapan kinerjanya.

Adapun untuk perawatan hariannya sebagai berikut:

-Untuk penjemuran dilakukan setiap jam 6:00  sampai jam 10:00, setelah beres proses     penjemuran burung dipindah ketempat teduh diangin-anginkan agar suhu tubuhnya   kembali normal, kemudian dikrodong.

-Air minum burung diganti setiap hari, dan untuk memenuhi kebutuhan asupan vitamin       yang dibutuhkan burung, kedalam air minumnya dicampurkan Ebod Vit  sebanyak 5-10     tetes untuk 50ml air minumnya.

-Berikan sayur hijau segar (sawi hijau, oyong, pakcoy dll) dan Ef lainya berupa telur puyuh, apel divariasikan agar kebutuhan nutrisi burung tetap terpenuhi.

-Pemberian grit berupa tulang sotong sangat diperlukan, untuk lebih jelasnya tentang   pentingnya pemberian grit untuk burung pemakan bijian, silahkan klik Link berikut ini:

https://mediaronggolawe.id/pentingnya-pemberian-grit-untuk-kenari-dan-burung-burung-pemakan-bijian-lainnya/

Tips Perawatan Menjelang Lomba :

Biasanya 3 hari menjelang lomba, burung lebih banyak di istirahatkan, penjemuran pun cukup 2 jam setiap harinya, hal ini dimaksudkan agar stamina burung tidak terkuras dan bisa tampil prima.

“BELLA” Blackthroat gacoan Dians salah seorang anggota Paris van Java Blackthroat   Community, berhasil meraih gelar juara di PIALA KAPOLDA JABAR KE 6 Minggu, 25 Agustus 2019.

Pak. H. Arief(Baju abu) sedang bercengkrama dengan para kicau mania.

Tingkah Pak. H. Arief yang suka bercanda dan sangat dekat dengan kicau mania.

Demikian ulasan tentang “Tips Perawatan Blackthroat Untuk Kontes Ala Paris Van Java Blackthroat Community”

(Ali Kenari Ronggolawe- Nanjung 105- 29 Agustus 2019).

 

Nama lengkap saya Muhamad Ali intan,lahir di kota Garut 30 Oktober 1974. Ali Kenari adalah nama di Media sosial Facebook, niat pertama kali saya menggunakan media sosial Facebook adalah untuk mencoba berjualan burung kenari secara Online, itupun atas saran dari salah seorang sahabat saya. Sejak kecil saya mempunya hobi memelihara binatang (burung,ikan dan hewan lainnya, serta bercocok tanam) sampai sekarang, sehingga saya mendapatkan banyak ilmu dan pengetahuan tentang cara perawatan, cara beternak, cara menanggulangi penyakit dan cara perawatan untuk burung yang akan di ikut sertakan dalam festival dan kontes burung berkicau. Pada usia 11 tahun saya juga mulai belajar cara menggunakan kamera. Pada tahun 2013 saya mulai belajar menulis artikel, menjadi pengasuh sebuah rubrik dan bekerja sebagai wartawan di Tabloid Ronggolawe yang kantor pusatnya berada di Bandung. Kemudian sekitar awal tahun 2014 saya mulai menulis artikel di sebuah website hingga sekarang. Dari dasar hobi yang saya tekuni semenjak kecil, kemudian saya mencoba untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan yang sudah saya dapatkan dengan cara menulis Artikel dan juga rekaman video, Alhamdulillah artikel-artikel hasil tulisan saya sudah banyak di apresiasi, begitupun foto-foto hasil pemotretan saya. Sampai saat ini, saya masih aktif menjalankan profesi wartawan dan juga penulis untuk media Online yang berkutat di bidang hobi ini. Pada tahun 1993 saya pernah kuliah di Universitas Winaya Mukti dan mengambil jurusan Tehnik Arsitektur, tetapi dikarenakan sesuatu hal, Saya hanya bertahan sekitar 1 semester dan kemudian melanjutkan kuliah di STT Garut dengan mengambil jurusan tehnik Arsitektur. Di STT Garut saya kuliah sampai menempuh persiapan Tugas Akhir, akan tetapi dikarenakan pas mau sidang tidak ada teman yang sanggup menempuh proses sidang tersebut(Rata-rata mentok di persentasi), akhirnya siding tugas akhir saya di tunda, dank arena kesibukan berbisnis, akhirnya saya tidak bisa menyelesaikan tugas akhir saya, walaupun sudah beberapa kali di berikan kesempatan oleh pihak majemen kampus. Sekitar tahun 2000, saya juga aktif sebagai anggota dan merupakan salah satu pendiri organisasi mahasiswa pecinta alam MAPALA STT Garut,yang sampai sekarang masih tetap berdiri berkat dukungan dan kinerja para junior junior saya. Garut , 3 April 2018