Tips Om Dwi Jogja, Merawat Murai Batu Trotol Sampai Siap Dikonteskan

569

 

Memiliki seekor muai batu juara, tentu menjadi sebuah kebanggan bagi sang pemilik, itulah yang dirasakan oleh Om Dwi Jolodong asal Jogja. Kebanggaan yang dirasakan Om Dwi makin berlipat, sebab  Rinjani yang sedari usai trotol dipelihatra, tidak disangka saat ini justri menjadi tumpuannya untuk menggelandang ke berbagai arena lomba seputar Jateng – DIY.

Meski waktu itu, Rinjani masih berusia trotol, namun materi dan bakat yang dimiliki mumpuni untuk prosfek jangka panjang sebagai burung lomba, itu yang membuat Om Dwi tertarik meminangnya, meski dengan harga yang relatif mahal.

Om Dwi mengungkapkan, Rinjani awalnya didapat dari Saudara, sekitar 3 tahun yang lalu, sedari usia trotol di ambil dan dipelihara. Dalam hal perawatan menurut Om Dwi standart, mulai pemberian EF jangkrik 10 ekor perhari hingga perawatan mandi 2 hari sekali dan jemur yang teraur.

Selain itu, kunci utama merawat murai batu trotol yaitu pada terapi embun, usahakan setiap pagi burung dikeluakan, hal ini berfungsi untuk mengatur mengatur napas burung,  hingga tingkat birahi  agar tetap stabil, meski dari usia trotol hingga dewasa dan siap dikonteskan.

“ Pengembunan, menurut saya sangat penting, selain digemari, terapi embun juga diyakini mempunyai fiungsi untuk  mendongkrak mental dan birahi burung murai batu muda agar tetap stabil, sehingga mudah untuk mengatur setingannya ketika mau di konteskan “ ujar Dwi menambahkan.

Menginjak usia 2 tahun, Rinjani mulai dilatih di latber  latber lokal, “ perdana turun dengan setingan seadanya, burung mau nampil, meski banyak ngetimenya, sehingga sama sekali tidak masuk nominasi, heheh “ kenang Om Dwi waktu itu.

Sembari menungu burung lebih mapan, waktu itu Om Dwi sempat tanya sana – sini ke beberapa pakar murai batu, untuk menentukan setingan yang pas terhadap jagonyatersebut. Sedikit demi sedikit, masukan dari beberapa pakar sahabatnya mulai diterapkan, hasilnya lumayan, burung lebih mapan dan mulai berprestasi, meski baru sebatas tingkat latber ataupun latpres lokal.

Perawatan ataupun setingan menjelang lomba dari pekan ke pakan mulai diperbaiki, hal ini tak lepas dari beberapa masukan dari beberapa sahabat. “ jika dulu burung cukup diberi makan sampai kenyang, menjelang lomba, maka untuk saat ini mulai ditambahkan beberapa EF, seperti ulet hongkong agar terlihat lebih ngotot ketika di gantangkan “

Selain itu, pemberian Pakan harian diganti dengan Voer Nanjung 105, sebab burung tidak terlalu dokoh makan kroto, sebagai gantinya maka diberikan produk ini untuk mengganti nutrisi pada kroto, hasilnya cukup positif, burung jadi lebih bertenaga, bongkar isian lancar, staminanya juga bagus, meski turun bersesi – sesi.

“ Setingan lomba mulai ketemu, terutama jadwal mandi, maka mulai H – 1 burung dimandikan dengan cara keramba, kemudian pemberian EF mulai ditingkatkan menjadi 7 ekor pada pagi dan sore, selebihnya Cuma tambah EF ulat honggkong 3 ekor “ tutur Om Dwi sumringah.

Dengan kondisi dan rawatan simple yang diterapkan Om Dwi terhadap Rinjani, Kini dirinya menagku lebih fokus menatap even – even besar yang bakal berlangsung. “ Saya yakin dengan kemampuan Rinjani, meski untuk saat ini baru skala latpres lokal, namun kedapan Insya Allah bisa bersaing di level Nasional sekalipun, burung juga masih muda, jadi masih bisa dipoles untuk lebih baik “ pungkasnya menutup pembicaraan Kami.