Tips Merawat Babon (Indukan) Kenari Dimasa Mengeram Sampai Menetaskan Telurnya

168

 

Tips Merawat Babon (Indukan) Kenari Dimasa Mengeram Sampai Menetaskan Telurnya

Dalam proses berternak kenari, faktor perawatan babon atau indukan kenari sangat penting, ini bertujuan untuk menjaga kesehatan indukan dan menjaga kualitas keturunannya. Dalam artikel ini penulis akan berbagi pengetahuan tentang “Tips Merawat Babon (Indukan) Kenari Dimasa Mengeram Sampai Menetaskan Telurnya”, berikut adalah bahasannya yang di tulis berdasarkan pengalaman pribadi dan di tambah dari berbagai sumber.

Dalam proses berternak kenari, salah satu pase yang pasti akan dilewati adalah ketika tiba waktunya untuk babon atau indukan betina mengerami telur-telurnya.  Dalam pase ini, maka babon-babon tersebut akan sangat kurang makannya dikarenakan mereka akan lebih fokus diam disarang untuk mengerami telur-telurnya. Dan untuk menjaga kondisi babon tersebut tetap fits, berikut ini langkah yang bisa kita terapkan untuk perawatan babon tersebut selama proses mengeram sampai menetaskan telurnya:

* Penulis sendiri selalu memberikan vitamin merk Ebod Vit setiap harinya yang dicampurkan ke dalam air minumnya dengan dosis 5-10 tetes untuk 50ml air minumnya, dan air minumnya tersebut di ganti setiap hari.

*Begitu pun grit selalu tersedia dalam tempat khusus. Adapun bahasan tentang grit ini untuk lebih jelasnya silahkan klik Link berikut ini : https://mediaronggolawe.id/pentingnya-pemberian-grit-untuk-kenari-dan-burung-burung-pemakan-bijian-lainnya/

*Untuk hal pemberian Extra Fooding  berupa sayuran dan telur di berikan cukup 4-5 hari sekali sebab terkadang si babon jarang memakannya, dan untuk mengurangi akibat terlalu banyak mengkonsumsi telur dan sawi yang akan berdampak si babon tersebut menjadi cepat birahi lagi, yang akhirnya si babon bisa terganggu konsentrasinya dalam mengerami telur, bahkan pada kasus tertentu babon tersebut akan meninggalkan sarangnya yang kemudian mencari-cari bahan sarang baru. Bahkan ada juga yang mengacak-ngacak sarang  yang sudah berisi telur yang dieraminya.

*Hal lainnya yang perlu diperhatikan adalah, bila si babon tersebut mendengar suara jantan pasangannya ataupun suara jantan lainnya, dia akan gelisah dan meninggalkan telurnya dan akhirnya tidak mau mengeraminya lagi. Jadi usahakan tempat menyimpan kandang ternak bebas dari suara jantan gacor.

*Barulah ketika 1-2 hari menjelang telur menetas Extra Fooding diberikan full. Pakan biji-bijian diperbanyak biji sawi,nigger dan jewawutnya dan yang paling utama canary seed. Alasannya menurut pengamatan penulis, kalau pakan dan EF di berikan pas telur menetas, sering terjadi si induk yang kurang baik(kurang sayang kepada anaknya)memakan makanan tersebut hanya untuk kepentingan dirinya dahulu, apa bila dirinya sudah kenyang dan segar dan kekutannya kembali, maka barulah ia ingat kepada anak-anaknya.

*Tempat air minum yang berukuran setandar dan bisa dipakai buat mandi oleh si babon. Sewaktu proses mengeram harus diganti dengan ukuran yang lebih kecil, sewaktu si babon mengeram tidak boleh diberikan kesempatan untuk mandi. Tetapi satu hari menjelang telurnya menetas kalau si babon atau induk  diberikan kesempatan untuk mandi memang baik karena ada manpaatnya, yaitu ketika si babon beres mandi dan kembali ke sarang, maka bulu-bulunya yang basah itu akan membasahi kulit-kulit telur hangat yang hampir retak. Dengan sendirinya akan mempercepat proses retaknya kulit-kulit telur dan akan cepat pecah atau menetas. Hanya jangan lupa kalau anak-anaknya sudah keluar dari telur(menetas), si induk jangan di beri kesempatan untuk mandi supaya tidak membasahi piyik yang masih rentan.

Catatan: Untuk keperluan mandi si babon, penulis suka mencampurkan shampoo JATI JAJAR ke dalam air mandinya dengan dosis 1 tutup botol setiap 1 liter air. Shampoo JATI JAJAR sendiri mempunyai khasiat untuk membunuh kuman dan kutu, melembutkan bulu, dan bisa juga untuk mencuci kandang dan aksesoris lainnya seperti kerodong dan tangkringan.

*Hal lain yang harus diperhatikan adalah: Selama proses mengeram sampai anakan usia 5-6 hari posisi kandang ternak jangan sampai berubah karena akan membuat si induk kelabakan dan merasa terganggu sehingga mengakibatkan si induk sering keluar dari sarangnya dan bertingkah seperti mencari sesuatu karena dia merasa ada yang berubah di lingkungannya…

Demikianlah bahasan artikel tentang “Tips Merawat Babon (Indukan) Kenari Dimasa Mengeram Sampai Menetaskan Telurnya “. Semoga bisa bermanpaat untuk para sobat Ronggolawer’s  semua…

(Ali Kenari Ronggolawe- 16 Agustus 2019)

 

Nama lengkap saya Muhamad Ali intan,lahir di kota Garut 30 Oktober 1974. Ali Kenari adalah nama di Media sosial Facebook, niat pertama kali saya menggunakan media sosial Facebook adalah untuk mencoba berjualan burung kenari secara Online, itupun atas saran dari salah seorang sahabat saya. Sejak kecil saya mempunya hobi memelihara binatang (burung,ikan dan hewan lainnya, serta bercocok tanam) sampai sekarang, sehingga saya mendapatkan banyak ilmu dan pengetahuan tentang cara perawatan, cara beternak, cara menanggulangi penyakit dan cara perawatan untuk burung yang akan di ikut sertakan dalam festival dan kontes burung berkicau. Pada usia 11 tahun saya juga mulai belajar cara menggunakan kamera. Pada tahun 2013 saya mulai belajar menulis artikel, menjadi pengasuh sebuah rubrik dan bekerja sebagai wartawan di Tabloid Ronggolawe yang kantor pusatnya berada di Bandung. Kemudian sekitar awal tahun 2014 saya mulai menulis artikel di sebuah website hingga sekarang. Dari dasar hobi yang saya tekuni semenjak kecil, kemudian saya mencoba untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan yang sudah saya dapatkan dengan cara menulis Artikel dan juga rekaman video, Alhamdulillah artikel-artikel hasil tulisan saya sudah banyak di apresiasi, begitupun foto-foto hasil pemotretan saya. Sampai saat ini, saya masih aktif menjalankan profesi wartawan dan juga penulis untuk media Online yang berkutat di bidang hobi ini. Pada tahun 1993 saya pernah kuliah di Universitas Winaya Mukti dan mengambil jurusan Tehnik Arsitektur, tetapi dikarenakan sesuatu hal, Saya hanya bertahan sekitar 1 semester dan kemudian melanjutkan kuliah di STT Garut dengan mengambil jurusan tehnik Arsitektur. Di STT Garut saya kuliah sampai menempuh persiapan Tugas Akhir, akan tetapi dikarenakan pas mau sidang tidak ada teman yang sanggup menempuh proses sidang tersebut(Rata-rata mentok di persentasi), akhirnya siding tugas akhir saya di tunda, dank arena kesibukan berbisnis, akhirnya saya tidak bisa menyelesaikan tugas akhir saya, walaupun sudah beberapa kali di berikan kesempatan oleh pihak majemen kampus. Sekitar tahun 2000, saya juga aktif sebagai anggota dan merupakan salah satu pendiri organisasi mahasiswa pecinta alam MAPALA STT Garut,yang sampai sekarang masih tetap berdiri berkat dukungan dan kinerja para junior junior saya. Garut , 3 April 2018