Tips Mengatasi Burung Yang Terserang Suara Serak

14951

Tips Mengatasi Burung Yang Terserang Suara Serak

Cukup banyak pertanyaan-pertanyaan dari teman-teman Ronggolawers yang mempertanyakan tips atau cara penanganan burung yang mengalami suara serak. Dalam tulisan kali ini penulis akan mencoba memberikan ulasan tentang hal tersebut, yang diambil dari beberapa literatur, pengalaman teman & pengalaman penulis sendiri. Berikut ini bahasan penyebab & cara pengobatan suara serak pada burung.

Penyebab Dan Cara Mengobati Suara Serak Pada Burung :
Pada kebanyakan kasus, yang sering tejadi suara serak itu menyerang pada jenis burung kenari atau jenis “Singing Finch” lainnya (Sanger, Blackthroat, Mozambic, Goldfinch dll). Akan tetapi hal tersebut bisa saja terjadi pada burung kicauan lainnya juga. Contoh kasus, suara serak yang menyerang pada burung Kacer, ini akan membuat kicauannya menjadi tidak keras, tidak nyaring, tidak jelas alunan suaranya dan bisa dikatakan kicauannya menjadi jelek. Hal ini tentu saja akan mengurangi penampilan Kacer Anda, terlebih lagi jika burung tersebut akan diikut sertakan dalam lomba. Hal tersebut tentu saja akan membuat bingung dan harus segera dicarikan solusinya. Suara serak bisa saja menyerang burung kicau apa saja, seperti Murai batu, tledekan, kenari dan khususnya Kacer. Pada dasarnya, suara serak pada burung kacer atau burung kicau lain terjadi karena beberapa faktor.

Beberapa faktor penyebab suara serak pada burung Kacer dan burung kicau lainnya :

  • Akibat salah pakan (misalnya karena makan kroto yang telah basi).
  • Akibat gangguan atau infkesi saluran pernapasan.
  • Akibat sirkulasi dan kualitas udara yang buruk.
  • Akibat penjodohan yang terlalu lama di satu sangkarkan sama betinanya (kasus ini sering terjadi pada jenis burung   kenari, blackthroat, sanger, mozambik dll)
  • Akibat terlalu sering ditrek.
  • Akibat kesalahan penjemuran (baik itu terlalu lama dijemur ataupun waktu penjemurannya yang salah).
    Adapun cara mengobati suara serak pada burung kacer dan juga burung kicau lainnya sebenarnya bisa dengan beberapa cara sederhana yang disesuaikan dengan penyebab suara serak tersebut awal mulanya terjadi.

Solusi cara mengobati berdasarkan faktor penyebabnya :

a. Akibat salah pakan
Penyebab pertama Kacer yang serak adalah pemberian pakan yang salah atau tidak tepat, dan lebih sering terjadi akibat pemberian kroto yang sudah basi (Karena dalam kroto yang sudah basi dan sudah tidak layak untuk dikonsumsi burung,terdapat mikroba yang berbahaya bagi kesehatan burung termasuk suaranya). Solusi yang bisa kita lakukan adalah dengan memberikan kroto yang benar-benar masih segar & terjaga kualitasnya. Suara serak yang terjadi pada Kacer atau burung ocehan lainnya bisa juga disebabkan pemberian voer yang sudah apek (Kadaluarsa/ kandungannya rusak), jadi anda bisa menggantinya dengan voer yang baru ditambah kroto dengan kombinasi secara seimbang.

b. Akibat gangguan atau infeksi saluran pernapasan
Untuk hal infeksi saluran pernapasan, bisa terjadi akibat kebersihan sangkar atau kandang yang menjadi penyebab utamanya. Karena kotorannya, bisa menimbulkan banyak jamur dan parasit yang ada di sekitar sangkarnya tersebut, bisa juga akibat sisa-sisa makanan yang tidak dibersihkan sebelumnya. Perlu diketahui juga, biasanya jenis infkesi saluran pernapasan pada burung didominasi oleh dua macam, yaitu infeksi tungau kantung udara dan Psittacosis. Adapun untuk solusinya, pastikan kebersihan sangkar atau kandang, kerodong, dan juga tempat pakan dan minum harus selalu bersih higienis. Hal tersebut bisa dengan menyemprot atau mencuci sangkar, kerodong, tangkringan, dan juga tempat pakan dan minumnya dengan shampoo JATI JAJAR yang mengandung disinfektan khusus untuk burung, dengan perbandingan 3 tutup botol JATI JAJAR untuk 1 liter air. Adapun untuk pengobatan burung yang sudah terserang serak suaranya, kita bisa memberikan obat merk E-Bodre dengan cara ditetes langsung ke mulutnya dengan dosis 1-2 tetes 2x sehari (siang & sore). Berikan selama 3-5 hari berturut-turut. Atau bisa juga di tetes pada Extra fooding atau minumannya sebanyak 5-6 tetes, tetapi harus diganti setiap harinya.

c. Akibat sirkulasi udara yang buruk
Dalam memelihara burung, sirkulasi udara yang baik wajib juga anda perhatikan. Sebab jika kondisi sirkulasi udara tidak bagus(Ventilasi yang kurang, udara ruangan terlalu pengap, tingkat kelembaban yang kurang/rendah atau angin terlalu kencang). Kondisi ini dapat mengakibatkan burung tersebut menjadi mudah terengah-engah nafasnya. Maka dari itu pastikan sirkulasi udara di ruangan tempat menaruh burung dalam keadaan baik, karena semua itu akan membuat suara burung menjadi serak bahkan macet bunyi total. Selain itu, kebersihan sangkarnya harus selalu dijaga. Bersihkan sangkar burung minimal 2x sehari untuk mengurangi resiko burung terkena penyakit.

d. Akibat penjodohan yang terlalu lama di satu sangkarkan sama betinanya
Saat ini, burung- burung ocehan seperti kacer, murai batu, anis kembang dll. Sudah banyak yang berhasil ditangkarkan, penangkaran burung – burung tersebut pastinya perlu waktu yang cukup lama untuk bisa berjodoh dengan betinanya. Ketika proses penjodohan tersebut pastinya antara Jantan sama betinanya akan di satukan tempatnya (satu sangkar/kandang). Selama proses tersebut, biasanya kalau kita pisahkan burung jantannya ke sangkar sebelumnya akan ada perubahan dalam suara kicaunya (menjadi serak). Jika hal tersebut terjadi pada burung Anda, pastikan selama proses penjodohan tersebut, berikanlah perhatian atau perawatan lebih dari biasanya. Vitamin dan Extra Fooding (jangkrik, kroto, ulat hongkong dan lainnya) harus selalu di perhatikan dan rutin di berikan. Akan tetapi, kasus suara serak selama perjodoan lebih sering terjadi pada jenis burung Kenari dan jenis-jenis singing finch lainnya.

e. Akibat terlalu sering ditrek sesama sejenisnya
Hal ini banyak dinilai sepele, akan tetapi jika dilakukan terlalu sering. Hal ini akan membuat jenis burung tertentu menjadi serak suaranya. Sebagai contoh kasus, burung kacer atau ciblek yang merupakan jenis burung kicau petarung (fighter) yang akan selalu berkicau jika ada yang dianggapnya “musuh” baik dari burung sejenisnya ataupun burung jenis fighter lainnya. Jika burung kacer didekatkan dengan burung kicau lain yang bertipe petarung juga, maka dengan spontan kacer akan mengimbanginya bahkan bisa lebih agresif dengan cara berkicau terus menerus. Hal ini bisa jadi salah satu penyebab yang bisa membuat kacer menjadi serak kehabisan suara. Hal lainnya, bisa juga diakibatkan karena seringnya dilombakan dengan frekuensi yang sangat tinggi. Hal ini bisa membuat kacer atau jenis burung lainnya mengalami kehabisan suara dan akhirnya menjadi serak. Untuk solusinya, pastikan kacer/burung lainnya disimpan di tempat tenang atau dijauhkan dari burung lain (jangan sampai melihat atau mendengar suara burung lainnya) supaya kacer anda tidak selalu berkicau terus menerus. Fungsi kerodong sangat diperlukan, upayakan agar kacer Anda terus dalam keadaan full kerodong. Gantangkanlah kacer Anda di tempat yang tenang,sejuk dan sepi supaya nalurinya tidak terpancing untuk berkicau dengan lantang. Sebelum burung dikerodong, sangkarnya harus di bersihkan dulu dari kotorannya. Adapun perihal burung diikutkan lomba,hal tersebut boleh-boleh saja. Akan tetapi harus diatur waktunya supaya ada kesempatan untuk burung menikmati waktu “istirahat” supaya kondisi fisik, mental, kesehatan dan suara burungnya tetap terjaga dan stabil.

f. Akibat kesalahan dalam hal penjemuran.
Hal ini adalah masalah yang sering di anggap hal yang sepele yang sering dilakukan oleh para Kicau Mania pemula.Penjemuran kacer/burung lainnya yang kurang tepat, sebetulnya bisa mengakibatkan rusak atau seraknya suara burung Anda. Kesalahan di sini bisa berupa dalam hal penjemuran yang terlalu lama dan juga kesalahan pemilihan waktu penjemurannya. Perlu diingat, penjemuran burung di atas jam 10 pagi tidak membuat burung menjadi baik, akan tetapi justru sebaliknya. Hal ini bisa membuat burung sakit akibat terkena terik sinar matahari dan suaranyapun bisa menjadi serak. Adapun waktu menjemur burung yang baik adalah sekitar jam 7 pagi dan burung harus sudah diteduhkan sebelum jam 10:00. Adapun mengenai lamanya penjemuran cukup sekitar 2 jam-an. Untuk jamnya, bisa disesuaikan dengan iklim di daerah masing-masing.

Setelah kami jelaskan penyebab dan solusi suara serak pada burung yang dalam hal ini kami ambil contoh kasus pada burung kacer, maka untuk selanjutnya kami berikan informasi mengenai setelan pakan dan pemberian obat untuk menyembuhkan suara serak pada kacer.

  • Berikanlah pakan kombinasi antara kroto yang benar-benar segar (tidak basi) dan voer yang terjaga kualitasnya.
  • Untuk minumannya, berikan air yang mengandung cukup mineral tinggi, misalnya air minum dalam kemasan atau air minum yang sudak di masak terlebih dahulu. Anda juga bisa mencampurkan obat khusus untuk suara serak merk E-Bodre (Jika pengobatannya tidak dengan cara ditetes langsung ke mulutnya).
  • Stop dulu pemberian ulat hongkong selama masa penyembuhan, karena epek pemberian ulat hongkong itu akan membuat badan burung panas. Kita bisa menggantikannya dengan memberikan cacing yang efektif mengatasi suara serak pada burung pemakan serangga.
  • Untuk pemberian jangkrik, pastikan dulu Anda menghilangkan bagian-bagian dari kepala, sayap dan kaki jangkriknya sebelum diberikan pada kacer. Olesi jangkriknya dengan madu murni sebelum diberikan pada burung.
  • Jika kondisinya sudah pulih, maka kita bisa mengembalikan ke setelan harian semula .
    Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang tips mengatasi burung yang terserang suara serak. (Ali Kenari)
Nama lengkap saya Muhamad Ali intan,lahir di kota Garut 30 Oktober 1974. Ali Kenari adalah nama di Media sosial Facebook, niat pertama kali saya menggunakan media sosial Facebook adalah untuk mencoba berjualan burung kenari secara Online, itupun atas saran dari salah seorang sahabat saya. Sejak kecil saya mempunya hobi memelihara binatang (burung,ikan dan hewan lainnya, serta bercocok tanam) sampai sekarang, sehingga saya mendapatkan banyak ilmu dan pengetahuan tentang cara perawatan, cara beternak, cara menanggulangi penyakit dan cara perawatan untuk burung yang akan di ikut sertakan dalam festival dan kontes burung berkicau. Pada usia 11 tahun saya juga mulai belajar cara menggunakan kamera. Pada tahun 2013 saya mulai belajar menulis artikel, menjadi pengasuh sebuah rubrik dan bekerja sebagai wartawan di Tabloid Ronggolawe yang kantor pusatnya berada di Bandung. Kemudian sekitar awal tahun 2014 saya mulai menulis artikel di sebuah website hingga sekarang. Dari dasar hobi yang saya tekuni semenjak kecil, kemudian saya mencoba untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan yang sudah saya dapatkan dengan cara menulis Artikel dan juga rekaman video, Alhamdulillah artikel-artikel hasil tulisan saya sudah banyak di apresiasi, begitupun foto-foto hasil pemotretan saya. Sampai saat ini, saya masih aktif menjalankan profesi wartawan dan juga penulis untuk media Online yang berkutat di bidang hobi ini. Pada tahun 1993 saya pernah kuliah di Universitas Winaya Mukti dan mengambil jurusan Tehnik Arsitektur, tetapi dikarenakan sesuatu hal, Saya hanya bertahan sekitar 1 semester dan kemudian melanjutkan kuliah di STT Garut dengan mengambil jurusan tehnik Arsitektur. Di STT Garut saya kuliah sampai menempuh persiapan Tugas Akhir, akan tetapi dikarenakan pas mau sidang tidak ada teman yang sanggup menempuh proses sidang tersebut(Rata-rata mentok di persentasi), akhirnya siding tugas akhir saya di tunda, dank arena kesibukan berbisnis, akhirnya saya tidak bisa menyelesaikan tugas akhir saya, walaupun sudah beberapa kali di berikan kesempatan oleh pihak majemen kampus. Sekitar tahun 2000, saya juga aktif sebagai anggota dan merupakan salah satu pendiri organisasi mahasiswa pecinta alam MAPALA STT Garut,yang sampai sekarang masih tetap berdiri berkat dukungan dan kinerja para junior junior saya. Garut , 3 April 2018