Tiga Kali Ngekek, Love Bird “Bius” Langsung Juara

1546
Sepri Cow pemilik love bird bius

 

PALEMBANG – Juri dan penonton dalam acara Adal-Adal Single Fighter Cup 1 yang diadakan di Lapangan Ronggolawe Abiasan, Minggu (10/3/2019) dibuat terpana. Pasalnya, ada love bird berdurasi panjang di gantangan nomor dua yang jadi pusat perhatian.

Awalnya tak ada yang tahu siapa pemilik love bird tersebut. Namun MediaRonggolawe.Id berkesempatan mewawancarai pemiliknya setelah bertanya kepada banyak orang.

Pemiliknya bernama Sepri Cow (31). Ia datang langsung dari Prabumulih ke Kota Palembang untuk ikut dalam lomba Adal-Adal Single Fighter Cup 1. “Yang juara pertama tadi burung saya. Di gantangan nomor dua kan?,” tanyanya pada MediaRonggolawe.Id dengan dibalas anggukan penulis.

Love bird milik Sepri ini bernama Bius dan baru berumur satu tahun empat bulan. Pria yang kesehariannya sebagai penjual daging sapi di Pasar Prabumulih ini mengaku membeli burung tersebut secara online. “Saya kan gabung dengan grup facebook ‘Love Bird Durasi’, di sana ada yang posting jual burung durasi panjang, orang Bali yang jual. Dan saya lihat trah burungnya dan memang burung juara nasional. Langsung saya beli saja,” kenangnya.

 

Love bird Bius

Ia merogoh kocek cukup dalam untuk burung love bird tersebut yakni sejumlah Rp 28 juta. “Itu waktu saya beli umurnya baru enam bulan. Saya awalnya gak percaya kalau mau transfer uang sebanyak itu. Tapi karna itu lelang dan saya tidak mau jadi artis sosmed karena PHP (Pemberi Harapan Palsu), jadi langsung saya transfer. Degdegan juga jantung takut gak dikirim burungnya. Eh gak tahunya sampai juga. Saya ambil di kargo bandara (SMB II/red),” cerita suami Elsa Monika ini panjang.

Namun saat sampai di rumah, durasi suara Bius tidak terlalu panjang. “Kadang 10 detik, kadang sampai 40 detik. Masih naik turun. Tapi lama-lama durasinya bertambah bisa satu menit sampai dua menit. Bahkan pernah sampai tiga menit dan sekarang mulai stabil,” jelasnya

Pada lomba di Lapangan Abiasan, Bius terdeteksi hanya tiga kali ngekek panjang dengan durasi dua menit seperti yang diutarakan Sepri. “Dua setengah menit tadi pantauan saya di lapangan. Bius tadi sudah ngekek sebelum saya gantang dan terus ngekek sampai selesai,” katanya.

Walaupun ngekek panjang, Bius bukan masuk dalam kategori burung konslet. Menurut Sepri, love bird miliknya masih murni fighter. “Ini semakin panjang durasinya setelah buang telur. Sebelumnya hanya satu menit, setelah buang telur sampai dua hingga tiga menit. Kan birahinya tinggi terus gabung sama betina juga dan bertelur sendiri,” jelasnya.

Rawatan harian, sejak pagi Bius sudah diembun lalu setelah itu dianginkan di teras rumah tanpa kerodong. “Mandi sendiri burungnya. Kasih cepuk saja buat mandinya. Sudah mandi dipindahkan ke kandang petak dikasih glodok tanpa sarang di dalamnya. Nanti kalau mau tidur, Bius tidur dalam glodok,” ungkapnya.

 

Sepri Cow (kacamata hitam) dan teman-teman

Sedangkan pakan harian, Sepri mengaku hanya memberikan milet putih dari Ebod yakni Miltih. “Untuk pakan tambahan hanya jagung dan mentimun. Kalau mau lomba agak manja, harus disuapin biar mau makan di tempat lomba. Kalau minum pakai minum khusus, pakai larutan penyegar,” kata bapak dari Bianca ini.

Mastering love bird Bius, Sepri hanya menggunakan love bird miliknya yang lain. “Kalau di rumah isiannya cililin dan kenari. Kalau saat lomba full ngekek saja,” ujarnya.

Karena panjangnya durasi dan banyak prestasi, Bius sempat ditawar Rp 55 juta. “Banyak yang nawar, tapi belum sesuai harganya. Kalau Rp 80 juta saya lepas burungnya,” pungkas bapak satu anak ini.