Terapi Untuk jenis burung Agar Rajin Mengeluarkan Tembakan Saat Di Konteskan + Video

10211

Suara Tembakan atau tonjolan merupakan salah satu syarat yang harus dimiliki untuk jenis burung yang berhabitat di kebanyakan pulau Sumatra, terutama untuk dikonteskan.

Dimana irama lagu (suara Asli dipadukan dengan dengan tonjolan / tembakan) yang dibawakan seekor burung Murai batu saat dikonteskan menjadi point plus untuk penilaian yang bakal diberikan para team pengadil diberbagai Event.


Murai batu merupakan salah satu burung yang cukup cerdas karena bisa meniru berbagai suara burung lain bahkan suara ambulance hingga suara tiupan pluit pun fasih dibawakan oleh burung Murai batu jika sering di latih.
Ada banyak cara yang bisa dijadikan referensi sahabat Ronggolawers untuk memoles atau melakukan terapi agar Murai batu rajin mengeluarkan suara tembakan saat dikonteskan, diantaranya sebagai berikut :

– Pemasteran
Pemasteran merupakan salah satu teraphy yang kerap dilakukan oleh sebagian banyak penggemar Murai batu, manfaat yang diperoleh diantaranya burung mempunyai suara yang kita inginkan / tergantung suara Master yang kerap diperdengarkan serta Memiliki variasi lagu yang lebih banyak.

Burung master yang kerap dijadikan Murai Mania sebagai guru vokal diantaranya : Burung Cililin, Cucak Jenggot, Greja, Lovebird dan parkit untuk angkatan pertama atau digunakan sebagai master untuk Murai batu yang masih trotol kisaran umur 3–7 bulan.


Suara burung master untuk Angkatan ke dua (Murai Batu kisaran umur 7–1 tahun) antara lain suara burung Jalak Suren, Suara Burung Ciblek, Colibri, suara jangkrik dan suara belalang Kecek. Sebaiknya suara burung master terus diperdengarkan hingga usia Murai Batu mulai mapan, hal tersebut dilakukakan untuk menyempurnakan suara yang telah masuk serta bakal menjadi kebiasan suara yang kerap dikeluarkan pada saat bertarung di atas gantangan maupun harian dirumahnya.

Pemasteran bisa dilakukan dengan 2 versi yaitu dengan suara burung asli ataupun dengan menggunakan sonic Master, kebiasaan selama ini yang kerap dilakukan pada siang hari menggunakan suara Master burung asli sedangkan ketika malam hari menggunakan suara Sonic Master.

Apabila pemasteran dilakukan dengan menggunakan suara burung asli sebaiknya letakan burung master tersebut dikamar khusus penyimpanan, berikan jarak terhadap burung yang akan di master atau jangan terlau dekat, karena bisa mengakibatkan drop mental apabila suara master keras / ngotot.

Waktu yang tepat untuk memaster burung Murai Batu ialah setelah burung melakukan perawatan harian seperti mandi, jemur atau pada waktu burung istirahat dengan menggunakan krodong.


– Terapi Voer
Selain untuk mencukupi kebutuhan pakan hariannya, voer juga ternyata juga bisa kita gunakan untuk melatih burung agar rajin mengeluarkan suara tembakan baik di dalam rumah maupun saat dikonteskan.

Voer dipercaya memiliki fungsi untuk meredam burung ketika mengeluarkan suara aslinya / glondongan maka suaranya bakal serak, akan tetapi Ia lebih nyaman mengeluarkan suara tembakan, dengan kata lain burung akan terbiasa nyaman mengeluarkan suara tembakan di banding suara aslinya.

Tata Cara nya sebagai berikut :

  1. Pemberian EF (Kroto, Jangkrik, dan UH) untuk rawatan harian sebaiknya dikurangi / secukupnya, untuk meredam mental Fighter burung tersebut yang dapat memicu Ia terus berkicau dengan suara yang ngotot.
  2. Sebaliknya untuk pakan harian berikan Voer yang banyak mengandung Anti Oksidan. Anti Oksidan ialah senyawa-senyawa yang dapat melindungi sistem pencernaan burung agar kesehatan tetap terjaga serta tercukupi kebutuhan Gizinya meskipun minus EF untuk hariannya.
  3. Teraphy Voer dilakukan sampai H–4 pra lomba, untuk menambah daya fighter serta kengototan ketika mengeluarkan suara sebaiknya pemberian EF mulai di genjot.
  4. Pemberian Ebod Joss 3 hari sebelum berlomba sampai dengan hari H lomba dipercaya bisa memberikan nafas yang lebih panjang ketika burung berkicau.

Teraphy Voer kerap dilakukan oleh Om.Aji asal Purbalingga, dalam menerapkan rawatan harian terhadap Murai batu Raja Negro, “Pakan harian yang saya berikan ke Raja Negro 80 % Voer dan sisanya Extra Fooding, hal ini di lakukan untuk melatihnya agar Ia rajin mengeluarkan suara tembakan, karena Murai Batu yang sering mengkonsumsi voer cenderung kurang nyaman (Serak) ketika Ia mengeluarkan suara aslinya sebaliknya Ia lebih nyaman mengeluarkan suara tembakan “tutur Om.Aji PBG.

Kalau dipikir secara sederhana teraphy yang dilakukan oleh OmAji terhadap Raja Negro sangat masuk akal, karena Murai batu yang kurang nyaman mengeluarkan suara aslinya maka Ia cenderung lebih menyukai mengeluarkan suara tembakan / tonjolan.

Akan tetapi perlu pengawasan ketat untuk melakukan teraphy seperti ini, karena apabila kurang terkontrol yang di khawatirkan justru suara burung menjadi serak total serta yang paling penting terlebih dahulu untuk memahami setiap karakter burung yang akan kita rawat.

– Teraphy Kandang Umbaran / Polier
Suara Tembakan yang keras dan panjang tentunya harus diimbangi dengan stamina yang prima, salah satu cara untuk melatih agar burung agar memiliki stamina yang prima ialah dengan memasukan burung ke dalam kandang umbaran / polier.

Ukuran kandang polier yang kerap digunakan untuk burung Murai batu yakni berukuran 2 X 4 meter, dengan menggunakan 2 pangkringan, di salah satu pangkringan sebaiknya di buat bergoyang dengan maksud teraphy umbaran bakal berjalan sesuai harapan ( burung terbang ke sana kemari di dalam polier ).

Waktu yang tepat untuk melakukan teraphy umbaran ialah antara pukul 09. 00–11. 00 atau pada saat burung di jemur, lakukan selama 2 x dalam 1 minggu, tujuan lain melakukan teraphy umbara ialah agar burung tidak jenuh berada di kandang harian. ( Panji/ 19 )