Teknik Tepat Menangani Murai Batu “STRES DAN MACET”

7060

MENANGANI MURAI BATU STRES DAN MACET BUNYI ala ANGGA SATRIA

Permasalahan stres hingga mengakibatkan burung berhenti berkicau sering kita jumpai dalam mengurus burung kicauan, tak menutup kemungkinan murai batu anda akan mengalami fase seperti ini. Namun banyak perawat burung cenderung membiarkan dan berharap akan pulih seperti semula tanpa adanya penanganan khusus, padahal butuh perwatan yang extra untuk menangani burung macet bunyi seperti yang dialami oleh MINI MARKET murai batu milik ANGGA SATRIA.

MINI MARKET di beli 4 bulan lalu dalam kondisi macet bunyi, dari pemilik pertama hampir 6 bulan tak mengeluarkan suara sedikitpun, namun berkat ketelitian dan kesabaran ANGGA SATRIA perlahan MINI MARKET mulai menunjukkan perkembangan yang poitif, saat ditemui di kediamannya di kawasan lastypis SIDOARJO menceritakan kronologi mendapatkan MINI MARKET hingga seperti ini.
Menurut ANGGA SATRIA banyak faktor yang mempengaruhi burung macet bunyi pada murai batu. diantaranya;

  1. Burung akan mengalami masa mabung.
  2. Burung dalam kondisi kurang sehat, biasanya terkena infeksi tenggorokan.
  3. Burung terkena kutu atau tengu yang bisa masuk ketenggorokan kantung suara murai batu, biasanya mandi yang kurang bersih dan sangkar yang jarang dibersihkan dan berakibat munculnya jamur bakteri termasuk kutu.
  4. Burung mengalami stress baik kalah mental saat ditrek karena umur belum mapan, atau sangkar terjatuh.

Diantara faktor yang mempengarui burung macet MINI MARKET tergolong macet karena kondisi kurang sehat dan ditrek oleh pemilik lamanya yang mengakibatkan macet bunyi cukup lama. Itu terlihat pada ciri bulu yang kurang mengkilap dan hanya ngeriwik saat dijauhkan dari keramaian.

Dengan kondisi seperti itu ANGGA SATRIA menerapakan perawatan harian sebagai berikut;

  • Saat pagi pukul 05.00 burung dikeluarkan dan diembunkan sampai pukul 07.00 (tiap hari)
  • mandi dalam satu minggu hanya 4 kali pada pukul 07.00. Setelah diembunkan dan dijemur secukupnya sampai bulu kelihatan kering.
  • pada saat mandi sangkar dibersihkan dengan SHAMPOO JATI JAJAR yang dicampur sesuai takaran dan cara yang tertera di botol, karena SHAMPOO JATI JAJAR mampu menghilangkan jamur dan bakteri yang diakibatkan dari kotoran burung.
  • setelah itu burung dimasukkan kembali ke kandang harian yang sudah dibersihkan, lalu diangin-anginkan sebentar dan diberi kroto yang sudah dibersihkan satu cepuk.
  • air minum harus diganti tiap hari, saat pemberian air minum diberi 3 tetes EBOD VIT setiap hari guna menghilangkan rasa stres, mememenuhi vitamin pada burung, karena burung yang stress membutuhkan asupan vitamin yang banyak agar strees lebih cepat hilang.
  • stelah proses penggantian makan dan minum burung di krodong full.
  • pada sore hari baru diberi extra foding jangkrik 1o ekor lalu kembali dikrodong sampai esok pagi.
  • dalam satu minggu wajib mandi malam satu kali dan ditambah 1 ulat jerman.

Pada saat burung sudah terlihat berbunyi jangan sekali kali mengubah aturan atau setelan semula, jika dirubah saya yakin burung akan kembali mengalami stres kembali ungkap ANGGA SATRIA.

UTUK PERWATAN MENJELANG LOMBA.
Menjelang lomba MINI MARKET hanya disiapkan H-1 atau pada sabtu pagi dirawat seperti biasa dengan pemberian kroto yang sudah dibersihkan dan dikrodong, untuk sore hari hanya menambahkan 5 jangkrik jadi total 15 ekor jangkrik.
Hari minggu pagi dimandikan dan diberikan kembali jangkrik 5 ekor dan ulat hongkong 5 ekor sebelum berangkat ke lapangan.

PERAWATAN PASCA LOMBA.
Pasca lomba minggu malam burung dimandikan, dikrodong sampai esok hari tanpa pemberian extra foding hingga selasa pagi yang siap diembunkan kembali seperti hari biasa.*/y11