Tanpa Setingan, Murai Batu A Ringut Siap Di Ajak Lomba Tiap Hari

603

 

Seekor burung fighter seperti murai batu, umumnya hanya bisa diturunkan lomba setiap satu pekan sekali, hal ini mengacu dari sifat dasar burung tersebut yang selalu berapi – api  ketika melihat ataupun mendengar  burung sejenis, sehingga bisa mempengaruhi kondisi kebugaran tubuh.

Bahkan sebagian Kicau Mania juga menganggap, jika uai batu jika terlalu sering diturunkan bakal mengalami kualitas atau rusak hingga bisa menyebabkan kematian jika tidak diimbangi dengan perawatan yang bagu.

Namun bagaimana jadinya jika seekor murai batu tanpa peawatan khusus bisa tampil nyaris tiap hari, bahkan selalu menjadi juara ???

Penjelasan Om Kelik Seputar MB Momongannya Yang Sanggup Turun Tiap Hari Meski Tanpa Setingan

Pengalaman menarik ini datang dari Om Kelik Parfum asal Jogja, dimana Pria 35 tahun ini dianugerahi seekor murai batu yang memiliki tenaga layaknya mesin dan sewaktu – waktu siap diturunkan, bahkan nyaris tiap hari di berbagai arena lomba.

Dialah Arjuna Ringut, menurut Om Kelik, burung ini didapat pertengahan tahun tahun 2017 lalu dari penangkar asal Bantul. A Ringut mempunyai jadwal lomba setiap 2 hari sekali. Adakah resep khusus yang membuat murai batu A Ringut mampu tampil stabil nyaris setiap hari turun lomba, meski tanpa setingan sekalipun ??

Menurut Om Kelik, kuncinya sederhana saja. Selain dasar burung yang memiliki karakter dan materi yang bagus, adalah tinggal bagaimana konsisten atau keajegan dalam merawat serta menemukan stelan di lapangan sebelum gantang.

Seperti inilah Om Kelik melakukan perawatan secara rutin kepada A Ringut. Jika tidak disiapakan untuk lomba, untuk hariannya, burung banyak menghabiskan waktu di dalam kandang umbaran, jemur untuk menghangatkan badan, kemudian diberi jangkrik 3 ekor, mandi 2 hari sekali dengan cara semprot.

Pakan utama yang diberikan berupa Voer Pellet kualitas premium, sepeti Nanjung 105.  Sebab selain menandung banyak nutrisi yang bagus untuk burung, seperti ekstrak seranga, buah – buahan dan herbal, produk berkuaitas keluaran Ebod Jaya ini juga sangat efektif sebagai pengganti extra fooding.

Sebaliknya, begitu burung disiapkan untuk lomba, maka hariannya cukup masukan kedalam sangkar lomba, kemudian full krodong, pemberian EF jangkrik tetap sama, yakni 3 ekor, setelah itu full kroto. Perlakuan ketika didalam lapangan juga biasa, dan cenderung beda dengan gaco – gaco murai pada umumnya.

“ ketika dialapanganpun tidak perlu repot ngumpet cari tempat yang sepi, sampai lapangan burung langsung dimandikan dengan cara semprot, angin – anginkan sebentar, kemudian kembali dikrodong “ ujar Om Kelik menambahkan.

Om Kelik juga menambahkan, meski jagonya turun nyaris tiap hari dan juara, namun dirinya tidak pernah mengabaikan masalah kesehatan burung. “ Ya, sebisa mungkin di rawat, termasuk kebersihan kandang, pemberian vitamin yang bagus dan lain sebagainya, agar burung benar – benar vit dan sehat “