Syahab Fanani Juri Si Hitam Manis

90

Jepara – juri satu ini sudah tak asing untuk wilayah pantura dan sekitarnya. Hampir tak pernah absen dalam tugas dalam dan luar kota dalam event Ronggolawe Nusantara maupun independent waktu sebelum masuk dalam keluarga Ronggolawe Nusantara. Dalam satu minggu pun tak pernah absen dalam tugas menilai burung. Kudus dan Jepara jadi trayek dalam tugas sehari-harinya tak kenal jarak namun dalam kecintaannya dalam dunia burung dia rela jauh-jauh demi tugas. Juri satu ini bernama Syahab Fanani atau sering dipanggil mas Fani. Beliau yang keseharian juga mencintai burung, dia punya peliharaan dari Murai Batu, Cucak Hijau, Lovebird bahkan Cendet.

Cepat dan Tepat Dalam Menentukan yang Terbaik Jadi Nilai Lebih Mas Fani

Berawal dari bermain Cendet saat masih dibangku sekolah, dia berhasil torehkan prestasi di bidang tersebut. Prestasi di tingkat regional sampai nasional pun sudah pernah dia raih tuk penuhi lemari pialanya. Sanpai dua lemari pun tak muat tuk tampung banyaknya prestasi yang dia torehkan selama bermain burung. Mas Fani yang sehari-hari lanjutkan usaha keluarga yang sudah dia kelola dengan baik, seusai dalam merawat burung dia bersafari demi mendapatkan masa yang lebih banyak. Beberapa kicaumania tak pernah luput dalam kunjungannya ke rekan-rekan sesama pecinta burung.

Kesuksesan Event Sekelas Garuda Cup Pun Tak Luput dari Servisanya

Juri hitam manis ini mendapatkan atensi khusus para kicaumania, pribadi yang kalem, tenang serta mampu berbaur dengan para peserta tiap latihan, dia pun tak segan bila dijadikan bahan candaan, bersama kang Dipo dan kang Popon mereka bertiga sering disebut dengan tiga serangkai atau akrab dipanggil dengan panggilan “Trio Baja Hitam” ketiganya yang bernaung di juri Ronggolawe Nusantara DPC Jepara memang sudah klop karena sering tugas dalam satu event yang sama. Trio Baja Hitam kerap kali menghiasi event-event besar yang ada di Jepara, apalagi terkhusus mas Fani yang bertingkah konyol dan sering bercanda dalam waktu senggang namun kharisma yang keluar saat menjuri tak bisa terbantahkan, dengan tegas ditambah ketepatan dalam ketepatannya dalam menjuri burumg memang sudah tak perlu diragukan lagi.