Swarnadwipa BF – Fokus Cetak Trotol Trah Jawara

215

“Saat ini kita sedang berusaha untuk cetak trotolan trah jawara dan juga akan lebih aktif ke lomba. Sebelumnya sudah berjalan tapi ibarat sekolah kita coba untuk naik kelas, biar lebih dikenal oleh kicau mania. Perburungan terutama murai sudah semakin ramai, seleksi alam pasti akan terjadi. Nantinya  yang berkualitaslah yang pasti akan bisa bertahan. Saya belajar dai senior yang sudah sukses seperti om Hasan Pambudi dan om Warnen” ujar om Mervin saat ditemui dikediamanya daerah Kemang Bekasi

Swarnadwipa BF saat ini tergabung sebagai anggota APBN Korwil Bekasi Raya, Swarnadwipa berarti Pulau Sumatra yang merupakan asal om Mervin (Medan) atau juga dapat diartikan sebagai Pulau Emas. Pemberian nama itu diharapkan nantinya bird farm ini dapat menjadi sumber rejeki bagi orang yang terlibat didalamnya . Saat ini Om Mervin melibatkan beberapa orang dalam menjalankan Swarnadwipa BF. Ada yang bertugas untuk mengurus penangkaran ada juga yang di fokuskan untuk merawat jagoan untuk lomba. Sebelumnya om Mervin tidak terlalu focus di lomba karena kesibukannya, namun setelah malihat beberapa kawan penangkar yang sukses dengan banyak maengikuti lomba ia jadi terdorong untuk lebih aktif dalam mengikuti lomba.

Om Mervin (kemeja putih) – Selalu menyempatkan diri untuk silaturahmi sesama penangkar APBN Bekasi Raya.

“Sebenarnya sudah mulai dari dari 10 tahun lalu di Bandung. Awalnya beli burng prestasi dari Om Heri Aceh untuk lomba. Terdorong menangkarkan murai karena sempat ngobrol dengan para memikat yang semakin kesulitan mencari murai. Dulu saja menurut mereka untuk bisa dapat satu ekor sudah harus 3-4 hari tinggal di hutan, oleh karenanya saya berfikir untuk bisa menangkarkanya. Akhirnya saya juga beli indukan betina dari om Heri Aceh dan juga teman di medan karena kebetulan saya juga berasal dari sana. ” kenang  om Mervin menceritakan awal mula mulai terdorong untuk beternak

Karena kesibukan dan susah mengontrolnya akhirnya beberapa tahun lalu penangkaran dipindah ke Bekasi. Saat ini ada tiga tempat, di daerah Kemang Kota Bekasi (Rumah om Mervin) dan di daerah Cibarusa Kab. Bekasi dengan total sudah ada 20 sangkar. Menurut Om Mervin ternak murai dulu serba otodidak karena tidak seperti saat ini, sudah banyak referensi, obat-obatan dan vitamin juga belum belum terlalu banyak.

“Dulu masih belum banyak referensi, juga buat obat vitamin ternak tidak seperti saat ini. Dulu paling kenal Ebod Breeding yang sampai sekarang juga masih pakai untuk masa penjodohan dan masa kawin. Untuk lolohan juga sekarang banyak salahsatunya ada Pakan Trotol dari Ebod yang saya pake” ujar om Mervin

Bajak Laut – masuk kandang ternak

Untuk yang di Cibarusa dirawat oleh Om Fajar Gober (Unigo BF) yang kita ketahui bertangan dingin dalam menangkarkan murai, hanya dengan kandang ternak model rak ia berhasil menangkarkan murai. Saat ini di ada 14 sangkar ternak di rumah om Fajar.

Swarnadwipa BF maju bersama Unigo diharapkan akan meraih sukses bersama kedepanya.

“Awalnya saya ngga nyangka bisa diajak om Mervin, setelah saya ngobrol ternyata luar biasa. Materi indukanya rata-rata burung prestasi, burung-burung juara Bekasi banyak ada disini. Belum lagi materi indukan lamanya, yang dibeli langsung dari daerah Aceh dan medan. Om Mervin juga bilang mau lebih fokus dilomba. Itu yang membuat saya juga tertarik, karena banyak materi burung lomba di Swarnadwipa BF. Semoga kalo dirawat dengan baik nantinya bisa ikut bersaing dengan yang lain dan bisa mengharumkan nama Swarnadwipa” ujar om Fajar  yang saat ini sudah bergabung dengan Swarnadwipa BF.

Gordam – Saat ini dipersiapkan untuk ke arena lomba

Indukan yang dimiliki saat ini diantaranya adalah Ribak, Gordam Toro, Bajak Laut, New Comer, Jampang, Bandit dan Raja Kipas. Untuk Raja Kipas adalah murai yang lumayan ternama di sekitaran Bekasi Utara, dan pernah pula menjuarai Piala Presiden (BnR) dan  pernah dibahas seblumnya di atrikel sembelumnya. ( https://mediaronggolawe.id/raja-kipas-om-idris-aa-jangkung-murai-batu-specialis-bob/ via @Media Ronggolawe ). Ada juga Exel yang di take over dari Medan. Exel dirawat sendiri oleh om Mervin, walau pretasinya belum terlalu bagus di Bekasi, tapi Exel menjadi burung kesayangan sayang karena sudah dirawat lama.

Raja Kipas – salah sati burung prestasi yang di take over untuk indukan di Swarnadwipa BF

“Sudah juara semua, di Narogong, Babon pokonya gantangan yang dekat-dekat sini saja. Tapi karena perawatanya kurang pas mungkin dan saya juga jarang ke lomba nasional jadi jarang nampil di level atas. Ada pula Asahan dan Ribak jagoan lamanya yang langsung dibeli dari Aceh. Rata-rata memang sudah prestasi, selain itu saya juga perhatikan segi katurangganya. Jadi ngga asal burung juara, soalnya kedepan pasti akan diternak, biar trotolnya nanti bodynya bagus-bagus. Saya juga ada take over Syailendra  dari Om Hasan Pambudi walau negonya lumayan alot, semoga kedepan juga bisa mengharumkan nama Swarnadwipa ” ujar om Mervin.

Salahsatu trotolan Ring Swarnadwipa BF – APBN. Posturnya rata-rata istimewa

Om Mervin juga menambahkan bahwa kerjasama dengan yang tergabung dalam Swarnadwipa BF adalah bersifat kemitraan. Diharapkan nantinya bapat memberi manfaat dan saling menguntungkan untuk semua.

“Memang bersifat kemitraan, intinya tidak ada keterikatan. Saya bebas berkreasi sesuai keinginan saya, yang penting masih dalam koridor tetap bertanggung jawab komitmen saya terhadap om Mervin. Setelah berhasil baru nantinya saya bisa menikmati hasilnya, jadi dari saya pribadi ada pemacu semangat supaya bisa menikmati hasilnya” ujar om Fajar menungkapkan alasanya untuk mau bergabung.