Solusi Penanganan Burung Yang Terserang Snot

1429

 

Solusi Penanganan Burung Yang Terserang Snot

Penyakit Snot atau Coryza
Penyakit ini disebabkan oleh virus Hemophillus gallinarum, virus ini menyerang saluran pencernaan di dekat mata dan oleh burung yang terserang Snot matanya terasa pedih yang akhirnya di gesek – gesek ke tangkringan, jeruji atau tempat pakan sehingga terjadi pembengkakkan atau iritasi mata.
Jika tidak segera di tangani dengan serius, lama kelamaan burung bisa tidak tertolong nyawanya.
Tanda – tanda burung yang terkena Snot :
Muka bengkak dan muncul benjolan – benjolan kecil di sekitar mata, terkadang mata burung kelihatan seperti berair.
Hidung berlendir, bersin – bersin, sesak napas.
Tidak jarang burung juga di sertai dengan penyakit berak kapur, berak ijo, berak cair.
Napsu makan turun.
Bulu mengembang dan kurang gairah.
Cara Penularan :
Melalui pelantaraan burung lain yang sudah sakit, burung liar ( terutama burung Gereja yang banyak mendekati sangkar burung peliharaan untuk memunguti pakan yang berceceran ).
Udara, debu, makanan, minuman, keturunan.
Cara Pengobatan :
Tempatkan burung di tempat terpisah dan di isolasi di tempat yang tenang untuk mencegah penularan pada burung lainnya.
kasih lampu 5 – 10 watt dan sangkar di kerodong supaya suhu dalam sangkar menjadi hangat dan terhindar dari terpaan angin.
Burung jangan di kasih kesempatan untuk mandi karena hal tersebut bisa membuat kondisi badan burung tambah ngdrop.
Berikan obat merk BIO-SNOT untuk tetes ke mulut(Oral):
Teteskan pada mulut burung dengan dosis untuk burung kecil 2-3 tetes, untuk burung besar 3-5 tetes, diberikan sehari 2X pagi dan sore selama 3-5 hari berturut -turut.
Catatan :
-Jika sakit berlanjut hubungi dokter hewan.
– Simpan kemasan ditempat sejuk & tertutup rapat, serta harus terhindar dari sinar matahari langsung.
Obat hanya untuk burung dan unggas.
KOCOK DAHULU SEBELUM DIGUNAKAN.
Untuk pengobatan burung yang matanya sudah terkena iritasi atau bengkak, harus di obati juga dengan cara teteskan pada matanya obat tetes mata herbal merk Bio – Snot sebanyak 1 – 2 tetes sehari 1 – 2 x. Sebaiknya di tetes pada ke dua matanya walau yang bengkak atau terkena iritasi hanya satu mata, ini dilakukan untuk upaya pencegahan penularan.
Berikan suplemen vitamin Ebod vit pada air minumnya untuk menjaga kondisi badan burung tetap Fit dan untuk memenuhi kebutuhan vitaminnya terpenuhi.
Burung jangan dulu di jemur kecuali kondisinya sudah agak baikan bisa di jemur -+ 30 menit dibawah jam 10 : 00 tetapi harus terhindar dari terpaan angin langsung.
Ali Kenari/ Ali Ronggolawe- Nanjung 105- 13 Maret 2018, dari berbagai sumber
Foto By Moch Ibnu Syaifudin Noor

Nama lengkap saya Muhamad Ali intan,lahir di kota Garut 30 Oktober 1974. Ali Kenari adalah nama di Media sosial Facebook, niat pertama kali saya menggunakan media sosial Facebook adalah untuk mencoba berjualan burung kenari secara Online, itupun atas saran dari salah seorang sahabat saya. Sejak kecil saya mempunya hobi memelihara binatang (burung,ikan dan hewan lainnya, serta bercocok tanam) sampai sekarang, sehingga saya mendapatkan banyak ilmu dan pengetahuan tentang cara perawatan, cara beternak, cara menanggulangi penyakit dan cara perawatan untuk burung yang akan di ikut sertakan dalam festival dan kontes burung berkicau. Pada usia 11 tahun saya juga mulai belajar cara menggunakan kamera. Pada tahun 2013 saya mulai belajar menulis artikel, menjadi pengasuh sebuah rubrik dan bekerja sebagai wartawan di Tabloid Ronggolawe yang kantor pusatnya berada di Bandung. Kemudian sekitar awal tahun 2014 saya mulai menulis artikel di sebuah website hingga sekarang. Dari dasar hobi yang saya tekuni semenjak kecil, kemudian saya mencoba untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan yang sudah saya dapatkan dengan cara menulis Artikel dan juga rekaman video, Alhamdulillah artikel-artikel hasil tulisan saya sudah banyak di apresiasi, begitupun foto-foto hasil pemotretan saya. Sampai saat ini, saya masih aktif menjalankan profesi wartawan dan juga penulis untuk media Online yang berkutat di bidang hobi ini. Pada tahun 1993 saya pernah kuliah di Universitas Winaya Mukti dan mengambil jurusan Tehnik Arsitektur, tetapi dikarenakan sesuatu hal, Saya hanya bertahan sekitar 1 semester dan kemudian melanjutkan kuliah di STT Garut dengan mengambil jurusan tehnik Arsitektur. Di STT Garut saya kuliah sampai menempuh persiapan Tugas Akhir, akan tetapi dikarenakan pas mau sidang tidak ada teman yang sanggup menempuh proses sidang tersebut(Rata-rata mentok di persentasi), akhirnya siding tugas akhir saya di tunda, dank arena kesibukan berbisnis, akhirnya saya tidak bisa menyelesaikan tugas akhir saya, walaupun sudah beberapa kali di berikan kesempatan oleh pihak majemen kampus. Sekitar tahun 2000, saya juga aktif sebagai anggota dan merupakan salah satu pendiri organisasi mahasiswa pecinta alam MAPALA STT Garut,yang sampai sekarang masih tetap berdiri berkat dukungan dan kinerja para junior junior saya. Garut , 3 April 2018