Solusi Meredam Murai Batu “Nakal”

[doptg id=”4095″]

 

Untuk menampilkan seekor andalan di lapangan secara maksimal, kunci keberhasilannya terletak pada pola perawatan harian hingga menjelang lomba. Banyak pemain murai batu mengatakan, pemberian ekstra fooding yang pas dapat membantu penampilan gaco bisa lebih maksimal di lapangan.

Satu diantaranya ekstra fooding yang biasa dikonsumsikan antara lain jangkrik. Pakan ini menjadi satu diantara menu wajib murai batu sebagai burung petarung. Kendati demikian, jangan berasumsi dulu bahwasannya buat burung petarung bisa mengonsumsikan jangkrik dalam jumlah banyak.

“Murai batu memang digolongkan sebagai burung petarung sejati. Menu pakan untuk menunjang birahi satu diantaranya jangkrik dan kroto. Bagi pemain jenis ini, tidak bisa sembarang memberikan porsi kedua jenis pakan tadi,” ujar pemain murai batu.

Dalam memoles murai batu, sebaiknya bisa memahami dulu karakter burung. Pasalnya, dengan memahami karakter dari si burung alias mengetahui keinginan dari burung tersebut maka pemilik bisa mengetahui porsi yang pas pakan yang dibutuhkan.

“Tidak bisa dianalogikan bila murai batu burung petarung harus mengonsumsi jangkrik atau kroto dalam porsi banyak. Justru bila dipaksakana akan berakibat fatal. Burung tidak bisa action secara maksimal alias nakal,” timpalnya.

Idealnya, porsi jangkrik pada rawatan harian tidak lebih dari lima ekor. Masing-masing diberikan pagi dan sore hari. “Pernah saya coba memberikan porsi jangkrik lebih dari lima ekor. Kala itu burung tetap memakan berapa pun jangkrik yang diberikan, akan tetapi hasilnya tidak menggembirakan. Burung tidak bisa action ngeplay dan mengeluarkan lagu-lagu andalannya. Justru ketika di lapangan terlihat over birahi”. Sebaliknya, ketika kurang porsinya maka burung tidak terlihat bertenaga.

Jadi, sebaiknya berikan porsi jangkrik diberikan sesuai karakter burung. Masing-masing burung memiliki perbedaan, ada yang setelan jangriknya lima ekor pagi dan sore. Ada yang mintanya lebih atau sebaliknya kurang dari lima ekor. Pun demikian dengan kroto, buat harian pemain ini biasanya mengonsumsikan dua sendok makan kroto bersih.

Pemberian dua ekstra fooding tadi juga bisa dilengkapi dengan pemberian voer berkualitas. Bagi pemula, terkadang masih bingung voer seperti apa yang cocok diberikan buat burung kesayangannya. Karena terlalu banyak merk pakan voer yang bisa dijumpai dipasaran.

Sekarang, siapa pun yang membutuhkan pakan voer berkualitas sudah tidak perlu bingung. Karena Ebod Jaya memiliki pakan andalan voer yakni Ronggolawe. Pakan khusus untuk burung ocehan dan bisa digunakan oleh siapa pun, baik pemain pemula atau yang sudah punya jam terbang tinggi di pentas kicauan nasional.

Mengonsumsi berbagai pakan yang mengandung protein dan nutrisi tinggi, sebaiknya diimbangi dengan mandi rutin. Untuk urusan mandi sama seperti memberikan sejumlah ekstra fooding tadi. Harus mengetahui keinginan dari burung. Buat pemain satu ini, ia selalu membiasakan mandi sore buat andalannya. “Jemur tetap dilakukan pagi hari, sekitar 60 menit tidak lebih. Sedangkan untuk mandinya, bila kebanyakan pemain memandikan pagi hari justru kebiasaan saya memandikan sore,” bebernya.

Baginya, memandikan murai batu sore hari memiliki keuntungan. Satu diantaranya, udara sore hari lebih sejuk. Sehingga dapat memberikan efek pada suhu tubuh burung yang sudah mengonsumsi pakan berprotein dan nutrisi tinggi. “Kebetulan kalau pagi rutinitas padat, sedangka sore lebih longgar”.

Seperti kebiasaan lazimnya pemain murai batu, memandikan andalannya selalu menggunakan bak karambah. Tujuannya agar burung bisa lebih puas mandi dan berendam di dalam karambah. Cara seperti ini juga dapat digunakan sinyal buat pemilik dalam mengukur kondisi burung. Apakah burung dalam kondisi fit dan siap lomba atau justru sebaliknya. “Biasanya bila burung dalam kondisi fit, mandinya dipuas-puasin. Sebaliknya, bila kurang fit burung akan malas mandi”. Juga disarankan, bila burung malas mandi sebaiknya jangan dipaksa dengan menyemprot pakai hands sprayer.

Menjelang lomba, mulai Jumat hingga Minggu pagi burung sudah tidak perlu dijemur. Pindah ke sangkar lomba dan berikan menu pakan untuk lomba. Menjelang berangkat tepatnya Minggu pagi, burung mandikan lagi menggunakan bak karambah. Pada detik-detik terakhir menjelang tampil lomba, merupakan pantauan final buat mengetahui kesiapan dari burung. Bila di dalam bak karambah burung mau mandi dengan puas, maka burung sudah siap lomba dan dalam kondisi puncak.

Jadi, dengan piawai membaca karakter atau keinginan burung maka pemain bisa mengukur sendiri kesiapan dari amunisi. Dengan cara ini pula pemain bisa lebih cerdik untuk melakukan setting andalan untuk menghadapi sesi demi sesi di lomba. (CJ_01)