Sibuk Bekerja Mr.Hendra Masih Sempat Setting 10 Cucak Hijau Tanpa Umbaran

Sangat beruntung memang jika dalam sebuah team punya sosok bertangan dingin seperti Mr.Hendra. Ayah dua anak yang sehari-hari sibuk berkerja sebagai security PLN ini sangat konsisten dalam hal merawat burung. 10 ekor Cucak Hijau murni tangkapan alam berhasil disetting hingga jadi juara. Buah dari kesabaran dalam merawata kini 6 diantaranya sudah stabil juara di tingkat latpres hingga regional.

Mr.Hendra berserta istri saat menggantang gacoannya

Jika menengok 3 tahun kebelakang mungkin belum banyak yang kenal dengan Mr.Hendra yang sebelumnya sama sekali tidak terjun di dunia lomba burung. Berawal dari oleh-oleh Kakak Ipar yang membawakan  3 ekor Cucak Hijau asli Kalimantan yang dirawat ketiganya bisa gacor dengan waktu hanya 3 bulan. Dari tiga burung tersebut salah satunya sempat dilirik oleh saudaranya yang lebih dulu jajaki dunia gantangan dengan harga yang cukup tinggi untuk sekelas burung rumahan. Harga 2,5 juta dikantongi Mr.Hendra yang saat itu belum paham dunia gantangan, dari situ beliau mulai penasaran kenapa burung rawatanya bisa laku mahal dan mulai mencoba peruntungan di lomba burung. Dari dua burung yang tersisa beliau mulai focus dirawat dan alhasil masih jalan hingga kini dan mulai merasakan nikmatnya du ia lomba burung.

Elang Abdi putra Mr.Hendra yang juga mulai hoby gantangan

Mengawali merintis nam dengan 2 gacoan bernama Ela dan Bless muncul minat untuk tekuni dunia gantangan hingga mulai koleksi burung-burung Kalimantan. Dari yang awalnya hanya minat mulai jadi sebuah obsesi untuk cetak burung-burung juara. Sampai-sampai beliau pun berangkat ke Kalimantan untuk berburu langsung Cucak Hijau untuk dijadikan gacoan, hingga sempat punya 18 burung bakal gacoan hasil beliau berburu selama 2 tahun perjalanan beliau tekuni rajanya jambul ngentrok ini. Dari 18 ekor yang dirawatnya seorang diri kini tersisa 10 ekor yang sudah diseleksi dan beberapa diantara nya juga diberikan kepada rekan satu team. Focus dengan settingan 10 burung dengan tipikal berbeda bukan hal yang mudah, dengan kesabaran dan konsisten yang luar biasa beliau ternyata mampu setiing setiap gacoannya dengan jadal main yang sudah diatur.

Cucak Hijau Bomba

Sempat menemukan kendala yakni dalam hal power karena semua burung yang beliau rawat sama sekali tak pernah masuk sangkar umbaran. Bisa dibayangkan jika 10 burung harus diumbar setiap kali beliau menyempatkan untuk merawat, tentunya akan sangat memakan waktu. Mencoba beberapa suplemen belum satu pun yang cocok untuk gacoan-gacoan beliau hingga beliau mencoba Strong Murai. Produk terbaru dari Ebod Jaya yang sangat manjur untuk dongkrak power burung ini kini menjadi andalan beliau untuk dongkrak power tanpa metode umbaran. Menggunakan sesuai aturan pakai ternyata berdampak sangat luar biasa. Burung yang tadinya mulai kurang maksimal jika main 2 sesi kini main 3 sesi pun masih berani ngentrok. Untuk beliau harga bukan menjadi masalah jika sesuai dengan hasil yang beliau capai dan tidak menimbulkan efek samping untuk burung kesayangannya. Benar-benar tak pernah menemui kendala dan efek samping buruk selama beliau memberikan Strong Murai Untuk semua gacoannya.

Setelah menemukan celah untuk dongkark power gacoannya, Mr.Hendra pun ingin mencoba peruntungan di tingkat Nasional dengan beberapa gacoannya. Bersama Djanur BC beliau berencana berangkat menuju Piala Canting 4 untuk mengetes kemampuan gacoannya di tingkat yang lebih tinggi. Persiapan untuk 16 Juni 2019 gacoan bernama Bomba, Bless, Entong, Ela, Benjol, dan Genji akan diseleksi. Dua diantara nama-nama tersebut akan beliau tenteng untuk hadiri gelaran spektakuler persembahan dari Kota Batik.