Sempat Macet Pasca Mabung, Kini Murai Batu Raja Botak Kembali Berprestasi

128

Tentu tak mudah mendapatkan murai batu yang memiliki kualitas dan mental juara. Tak semua kicau mania dapat memiliki itu semua. Selain dari dasar burungnya namun juga dari komitmen dari sang pemilik. Sama halnya yang dilakukan Firka, kicau mania asal Ponorogo kepada murai batu gacoannya, Raja Botak. Dengan perlakuan yang baik serta dengan kesabaran serta ketelatenannya tersebut akhirnya kini dapat membuahkan hasil. Raja Botak mampu bersaing dengan lawan-lawan terbaiknya saat ini.

Berbagai prestasi telah didapatkan Raja Botak bersama Firka. Raja Botak memang memiliki jiwa fighter yang sangat bagus. Semakin bagus lawan-lawannya semakin bagus pula penampilannya. Selain itu diimbangi dengan volume suara yang keras tembus gantangan serta irama lagu yang dibawakan dengan indah membuat Raja Botak dengan mudah menarik perhatian para juri yang bertugas.

Menurut Firka, Raja Botak tidak pernah diberikan perawatan yang berlebihan. Hanya rawatan-rawatan normal saja yang diberikan Firka kepada Raja Botak. Kuncinya hanya kesabaran dan juga ketelatenan. “Setahun lalu Raja Botak mabung, dan setelah itu kondisinya banyak mengalami perubahan. Stamina dan powernya menurun, isiannya juga banyak yang hilang, ungkap Firka. Namun semenjak 2 bulan ini menggunakan voor Nanjung 105, Raja Botak sudah banyak mengalami perubahan. “Hampir 100 persen kembali ke kondisi sebelum mabung. Stamina ngedur, power juga sudah kembali, apalagi isiannya sekarang malah nambah. Ternyata, Nanjung 105 ini memang pakan yang pas dan tepat untuk gacoan kita.”

Kepada Sahabat Ronggolawers, Firka akan membagikan pengalamannya selama ini dalam merawat Raja Botak. Apa saja yang dilakukan Firka selama ini, mari kita simak bersama.

  1. Angin-anginkan dengan cara menggantung/menggantangnya di teras selama kurang lebih 30 menit sebelum dimandikan. Tujuannya adalah murai batu agar beradaptasi terlebih dahulu dengan lingkungannya
  2. Setelah diangin-anginkan, maka selanjutnya adalah memandikan murai batu kesayangan anda. Untuk pemandiannya, anda bisa menggunakan karamba atau semprot, disesuaikan dengan karakter dan kebiasaan MB anda. Untuk Raja Botak sudah terbiasa mandi keramba yang sudah dicampur dengan Shampo Jatijajar yang berguna untuk kesehatan bulu serta terhindar dari kutu
  3. Setelah dimandikan, maka anda wajib menjemur MB agar bulu-bulu segera kering. Untuk penjemuran MB, lakukan segera setelah mandi selama 1-2 jam. Misalnya dari jam 8 pagi – jam 9 pagi atau dari jam 8 pagi sampai jam 10 pagi. Jangan menjemur burung diatas jam 11 karena dapat membahayakan kesehatan burung.
  4. Berikan pakan berupa voor Nanjung 105, dan gantilah air minumnya dengan air yang baru pula.
  5. Setelah penjemuran, anda bisa memberikan extra food (EF) berupa jangkrik ke MB dengan cara ditaruh di cepuk/wadah. Sebaiknya tidak memberikan jangkrik secara langsung karena akan membuat burung anda menjadi manja. Berikan jangkrik 3-4 ekor pada pagi dan sore
  6. Sembari makan, angin-anginkan MB di teras kurang lebih selama 10-15 menit saja.
  7. Jika ingin melakukan mastering, maka sebaiknya sangkar dikerodong. Tetapi jika tidak memungkinkan maka tidak wajib dikerodong.
  8. Pemasteran bisa dilakukan dari jam 10 pagi sampai dengan jam 3 sore, tentunya dengan suara yang setipe dengan MB anda.
  9. Pada pukul 4 sore, berikan EF jangkrik sebanyak 2 ekor saja sambil diangin-anginkan di teras.
  10. Berikan kroto segar dua kali seminggu dengan dengan porsi masing-masing 1 sendok makan. Jangan berlebihan dalam memberikan kroto karena akan membuat MB anda menjadi over birahi

Rawatan tersebut diatas rutin dilakukan Firka setiap harinya. Meskipun dalam kondisi sibuk, Firka selalu menyempatkan diri dalam merawat Raja Botak dan terbukti semua itu membuat Raja Botak mampu berprestasi dan mudah nampil ketika dilapangan. Semoga apa yang dibagikan Firka ini dapat membantu dan bermanfaat bagi sahabat Ronggolawers semuanya dalam merawat gacoannya terutama burung Murai Batu.