Sempat Diragukan Bisa Setting Murai, Agung ATJ Lorok Pacitan Menjawab dengan prestasi MB. Lungset

Mediaronggolawe- Perhelatan lomba burung berkicau yang semakin ketat, menuntut seoarang kicau mania untuk semakin totalitas. Bukan hanya harus memiliki gacoan berkualitas atas, tapi seorang kicau mania juga dituntut untuk lebih berlama-lama dengan sang gacoan dalam perawatan kesehariannya.
Hal ini disadari oleh Agung ATJ Lorok Pacitan, yang merupakan salah satu dedengkot kicau mania Pacitan. Agung ATJ Lorok memang diakui sebagai kicau mania syarat pengalaman.

Namanya belakangan ini kian moncer, berkat aksi Murai batu besutannya yang dinamai Lungset. Sosok Agung ATJ sempat diragukan soal kemampuannya dalam memoles Murai batu. Hal ini bisa dimaklumi karena selama ini, namanya terlanjur lekat pada jenis burung Cucak Hijau dan Kacer.

Teman- teman sih sering membuly dengan mengatakan saya gak akan bisa main Murai, kenangnya. Bukannya patah semangat, buly an dari temen-temen justru menjadikan dirinya merasa tertantang untuk membuktikan bahwa semua hal bisa dipelajari.

Sempat dipusingkan hampir setahun dengan settingan Murai yang memang asing bagi Agung ATJ. Rasa kesalnya pun berujung dengan diberikannya nama yang unik bagi jago barunya yaitu Lungset. Nama Lungset ini spontan aja saya berikan, karena saya kesal setiap main gak mau jalan maksimal, bongkar Agung ATJ.

Lungset saya beli tidak murah, kalu dihitung- hitung harganya setara dengan motor gres dari dealer, bongkar Agung ATJ yang sempat geram dengan penampilan Lungset yang angin- anginan. Lungset ini dulunya memang burung prestasi. Hampir setiap kali diturunkan dilatpres, selalu nyantol dipodium satu dan dua. Bahkan, juara liga pun sukses digaetnya berturut- turut. Mungkin karena telah banyak prestasi ini, Lungset sudah cukup mahal harganya.

Perawatan Lungset sendiri berbeda dengan murai- murai lainnya. Awalnya, Lungset ini gak doyan makan voor. Hidupnya pun dikandang ternak. Baru setelah ditangan Agung ATJ, perawatan langsung dirubah. Voor pelan- pelan diperkenalkan kepada Lungset. Memang sih Lungset gak mau langsung makan dan harus bersabar beberapa hari. Agung ATJ mencoba dengan voor premium Nanjung 105 produk dari Ebod Jaya.

Penasaran dengan hasilnya, Agung ATJ pun lantas gatal untuk buru- buru segera menikmati perubahan Lungset dengan stelan barunya. Tapi sayang, penampilannya justru semakin menurun. Dihatinya, hanya ada sebuah keyakinan, bahwa Lunset suatu saat pasti akan ketemu stelannya yang pas. Hingga akhirnya Lungset mabung. Dalam proses mabungnya, Agung ATJ tak mau buru- buru melakukan perubahan rawatan dengan frontal. Semua rawatan normal seperti burung- burung lainnya.

Setelah bersabar menanti proses mabungnya, akhirnya Lugset disetting pelan- pelan. Fighternya pun sudah terlihat mulai muncul. Karena kondisi Lungset yang bgelum stabil, Lungset pun masih kurang sempurna dalam mengendalikan emosinya, sehingga masih ada sedikit nakal dalam penampilannya.

Dalam sebuah event yang diikitinya yaitu dalam event kemerdekaan, penampilan Lunset sih udah lumayan dan masuk diurutan keempat. Janganb bilang masuk diurutan keempat kok bangga, karena Lungset ini masu kerja saja saya sudah puas, tandas Agung ATJ sang bos bengkel mobil ini.

Bahkan, event sekelas Piala Raja di Djogja pun tak gentar dijabani. Agung ATJ dengan pedenya tetap gantangkan Lungset, sedangkan ia pun tau ini bukan saat yang tepat bagi Lungset. Ini bukan soal menang atau kalah, tapi ini soal keberanian menerima apapun hasilnya dalam event puncaknya kicau mania. Memang di Piala Raja Lungset tampil diluar kebiasaannya. Saat itu, Lungset tampil ngerol nembak dengan gaya Ngeplay. Mungkin karena masih ada nakalnya sedikit, jadi Lungset belum bisa ambil posisi di Djogja.

Hasil di Djogja dievaluasi oleh Agung ATJ, untuk terus mendalami karakter sang jagoan kesayangan. Akhirnya, kesabaranpun berbuah manis. Penampilan Lungset dalam event Kapolsek Cup Panggul sungguh luar biasa. Lungset kali ini tampil duduk sambil ngeplay dengan memuntahkan isian Love bird, gereja tarung, cililin, jangkrik, cucak cungkok, kapas tembak dan isian- isian besetan tajam lainnya. Aksinya kali ini diganjar dengan hasil diposisi runner up hingga dua sesi. Saya cukup puas dengan hasil ini, meskipun ini belum penampilan maksimal Lungset. Lungset berhasil menggalang duta bagi Gerdon BC Pacitan.

Rencananya, pekan depan Lungset akan dipersiapkan menuju event Anniversay Karangan BC. Semoga penampilan Lungset semakin membaik, karena saya yakin, bila Lungset tampil maksimal, tidak akan kalah kualitas dengan burung- burung ternama nasioanal lainnya.

( Mediaronggolawe/ Ebod Jaya )