Segara Madu Manise Luar Biasa

113
H. Asrofudin Pemilik Segara Madu BF

Mediaronggolawe.id – Manise segara madu
                                 Bli bakal bisa ditiru
                                 Sebab langka ukurane
                                 Lan uga langka bandinge
                                 Gambarane madu cinta
                                 Manise luar biasa

Itulah satu bait lagu tarling Cirebonan judul “Segara Madu”, jika disimak isinya merupakan ungkapan manisnya cinta yang tidak bisa diukur dengan benda apapun di dunia. Lirik-lirik lagu itu bermakna bahwa, segala kesukaan tidak bisa diukur dengan materi. Dan dari ide lagu itu, nama lapangan/gantangan dan nama Bf di Kluwut muncul.

Berawal dari situlah Lapangan / gantangan burung yang ada di Kluwut Kabupaten Brebes dinamai. Salah satu lapangan yang tergabung dalam Ronggolawe Nusantara. Bukan hanya sebagai nama lapangan burung, tetapi nama Segara Madu juga dipakai sebagai nama Bird Farm, miliknya.

Bapak H. Asrofudin, yang lebih dikenal dengan panggilan Bapak H. Aaf , adalah pemilik gantangan Segara Madu Kluwut, juga pemilik Segara Madu BF.

Berawal dari hobinya terhadap murai batu, 14 ekor murai batu, oleh rekan-rekan sesama Kicau Mania, disarankan untuk menernak murainya. Maka pada tahun 2014, Pak H. Aaf mulai menernak murai batunya. 11 pasang murai batu miliknya mulai masuk kandang ternak. Sampai sekarang, 2020, 18 pasang murai batu menjadi penghuni kandang ternak, dan sedang dipersiapkan 8 kandang lagi untuk 8 pasang murai batu. Tidak hanya itu, dengan maraknya tiap daerah memiliki lapangan/ gantangan burung, pada tahun 2015, Beliau dengan menggandeng Ronggolawe Nusantara, mendirikan lapangan/gantangan, yang kemudian diberi nama Segara Madu, sama dengan nama Bf-nya.

Sosok laki-laki yang kesibukannya sebagai pengelola tambak, sebagai petani bawang merah, pemilik toko dan penyedia sembako keperluan nelayan/ kapal, dalam memelihara ternaknya juga burung untuk lomba, tidak mungkin merawat burungnya sendirian, tetapi mempercayakan kepada dua orang joki. Om Sutarno Gondrong yang urus ternak, sedangkan burung untuk lomba, dipercayakan kepada Om Pendi.

Om Pendi
Om Sutar Gondrong
Om Gondrong

Ketika bincang-bincang dengan Om Gondrong, sebagai pengurus ternaknya menceritakan bagaimana merawat ternakan, menurutnya, ada 2 cara dalam memanen trotolan. Cara 1, jika setelah telur menetas satu minggu, dilihat gelagat, jika induknya sayang kepada anaknya/trotolannya, maka dibiarkan trotolan diloloh oleh induknya sendiri, sampai burung bisa bertengger di tangkringan. Dengan cara ini biasanya hasil trotolannya lebih bagus, mempunyai sifat fighter, bandel. Cara 2, jika induknya galak terhadap trotolannya, maka trotolannya harus dipisah dengan induknya, dan diloloh sendiri oleh Om Gondrong. Dengan kesabaran Om Gondrong dalam merawat trotolan, tidak heran banyak Kicau Mania yang suka dengan hasil ternak Segara Madu Bf.

Pak H. Aaf, murai batu "Barong"
Pak H. Aaf, murai batu “Barong”

Karena kecintaannya terhadap produk Ebod Jaya, untuk burung lomba, Pak H. Aaf selalu memerintahkan kepada jokinya, Om Pendi, untuk menggunakan voer Nanjung 105, sebagai menu harian. Karena selain Nanjung 105 kaya akan vitamin, juga mengurangi konsumsi serangga.

Pada kesempatan ngobrol dengan Pak H. Aaf, kebetulan juga ditemani Ketua DPC RN Brebes Om Fatich Rano, Beliau bercerita awal menyukai burung. Tahun 2011 awal menyukai burung dan murai batu adalah cinta pertamanya. 1 ekor, 2 ekor, sampai 14 ekor murai batu dimilikinya. “Apa ngga bingung merawatnya ?”. “Burung di rumah hanya 2 ekor, yang lain saya titip-titipkan kepada teman-teman”. Jawabnya santai. “Setelah saya berniat untuk ternak, semua burung saya tarik semua”. Jelasnya.

“Omong-omong, bagaimana pembeli mengetahui ternakannya, dan berapa harga tiap 1 ekor trotolannya pak Haji ?”. “Pembeli itu mendengar ternakan Segara Madu, dari info teman-teman lomba, ada yang dari Malang, Mojokerto, Bekasi, bahkan ada pembeli dari NTB. Rata-rata trotolannya seharga 2,5 juta, tidak mahal.” katanya sambil tertawa.

Om Rano, Ketua DPC RN Brebes, Pak H. Aaf
Om Rano, Ketua DPC RN Brebes, Pak H. Aaf

Melalui media ini, Pak H. Aaf mempersilakan rekan-rekan Kicau Mania dari manapun, jika melewati pantura, dari Brebes ke barat, maupun dari Cirebon ke timur, silakan mampir ke padepokannya, Desa Kluwut, Pak H. Asrofudin, atau Pak Haji Aaf, semua orang Kluwut tahu/ mengenal beliau. Atau jika hanya sekadar ngobrol lewat HP +62 852-9388-7740. Demikian pesan Pak H. Aaf ketika media mohon diri untuk pamit pulang. (yus-tegal)