Satu Lapangan Sukses Hadirkan Lebih Dari 800 Peserta Event Speed R Feat Panggang SF

268

Event Speed R feat Panggang SF Jadi Kiblat Event Pantura Timur Akhir Bulan

Jepara – Padatnya jadwal lomba burung berkicau di daerah pantura timur memang tak terbantahkan. Di Jepara saja tiap minggu selalu hadirkan lomba-lomba bahkan sampai awal bulan ramadhan yang akan datang pun sudah penuh terjadwal lomba yang akan datang. Speed R feat Panggang SF yang sudah direncanakan hampir lebih 4 bulan yang lalu memang sudah jadi ajang yang ditunggu-tunggu kicaumania pantura dan Jepara khususnya. Gelaran garapan om Remon Macho yang sudah melalang buana di perlombaan burung berkicau menjadi magnet tersendiri bagi kalangan kicaumania. Kudus, Pati, Demak bahkan jauh-jauh dari Semarang rela hadiri event kali ini karena memang dengan kemasan mewah serta adanya kelas tanpa potongan membuat aroma persaingan kian ketat.

Om Remon Macho (Baju Hitam) Jadi Salah Satu Magnet Para Kicaumania Banjiri Gelaran Siang Ini

Meski digelar satu lapangan, lomba kali ini mampu hadirkan lebih dari 800 lebih peserta, hampir full di tiap kelas-kelas bergengsi seperti Cucak Hijau, Lovebird dan Murai Batu karena Jepara jadi salah satu burung kualitas di pantura, tak khayal bila kelas tersebut selalu di penuhi para peserta meski di barengi event-event bergengsi di sekitar Jepara. Om Topan Garda pun rela jauh-jauh hadir demi ikut meriahkan gelaran siang kali ini.

Om Topan (Pakai Topi) Rela Jauh-Jauh Tuk Umumkan Kembali Event Garapannya

Sarilawe SF kawalan haji Aris memang sudah tak asing di kalangan kelas ekor panjang kota ukir, banyak amunisi-amunisi lahir dari tangannya seperti Rolling Stone, Walinsongo serta gacoan terbarunya Tompel yang sedang onfire akhir-akhir ini. Gacoan incaran lama yang baru beliau rekrut, dengan rawatan kang Minto membantu stabilnya sang amunisi. Tampil dari awal sampai akhir penilaian dengan lagu roll serta tembakan yang ditonjolkan ditambah dengan gaya main yang macul-macul membuat Tompel dua kali raih runner up di kelas Murai Batu. Hadir tak hanya dengan amunisi Murai Batu. Tak hanya Murai Batu, Sarilawe SF datang dengan amunisi Cucak Hijau. Datang sedikit telat paksakan amunisi main di sesi kedua, lagi-lagi mungkin kurang beruntung, gacoannya kembali raih sebagai runner hanya kalah nomer gantangan saja, tampil gila Cucak Hijaunya belum rejeki jadi jawara.

Raih Runner Up Tiga Kali Dengan Amunisi Murai Batu dan Cucak Hijau, Sarilawe SF Kurang Hoki Saja, Tiket Aja Kehabisan

Masih di Kelas Murai Batu, Nart SF juga tak mau ketinggalan. H Niko bersama rekan-rekan yang lain hampir tanpa membawa amunisi nomer wahidnya, hanya membawa pelapis Barbara, Arjuna pelapis Barbara masih terlalu kuat tuk dikalahkan jika tampil seperti siang kali ini. Di kelas utama Arjuna tampil mewah dengan volume lantang serta tembakan panjangnya masih mampu jadi yang terbaik di kelas para raja. Bukan Nart SF jika hadir tak bawa Lovebird, amunisi Lovebird segudang yang sudah tak asing bagi Lovebird Lovers pun hadir juga pada gelaran kali ini. Om Mekky kembali orbitkan Lovebird Baby-nya, Alphad Speed yang baru berusia 3 bulan pun dengan durasinya sudah mampu bersaing di kelas dewasa. Tampil ngedur dengan durasi panjang Alphad Speed mampu jadi yang terbaik sampai dapatkan tambahan tebok gratis dari panitia.

H Niko ( Tengah) Kembali Sukses di Event-Event Pantura dengan Nart SF

Di Kelas burung Endemik Indonesia, Cendet Kingkong Milik Om Febri kembali catatkan prestasinya. Pantura sebagai gudangnya Cendet-Cendet papan atas nasional, Kingkong jadi salah satu amunisi yang sering harumkan nama Jepara di tingkat nasional. Semarang Vaganza, RSND Cup, Kajari Cup Solo, dan masih banyak prestasi yang tak cukup jika dibuka semua. Meski awalanya sedikit bimbang saat akan meminangnya namun liat karakternya yang punya bakat akhirnya Kingkong pun direkrut. Roll Speed awal sampai akhir meski penjurian dalam jangka waktu yang lama, Kingkong masih tetap stabil nagen ditunjang pukulan telak mampu hadirkan koncer A mutlak pada event kali ini.

 

Om Febri Tetap Bangga dengan Penampilan Kingkong, Tawaran Minggiurkan Pun Langsung di Tolak Karena Masih Sayang

Lanjut di Kaum Ngedur, Om Putra dengan amunisi usai mabungnya Tiramitsu kembali ke puncak perform-nya. Tak perlu waktu lama, Tiramitsu gayanya yang ngawet dengan durasi panjang gela-gelonya yang terlihat mewah di atas gantangan, masih jadi yang terbaik meski di awal sesi tampil kurang ngotot. Penampilan yang dibayar tuntas saat tampil di sesi kedua, kerja maksimal dari awal sampai akhir penilaian dapat ganjaran A mutlak. Om Putra MU SF memang sudah tak asing di dunia perkenarian Jepara, tak pernah absen gondol tropi kemenangan di tiap event yang ia lakoni jadi bukti kualitas dari amunisinya. Siap ke event-event yang lebih prestius, Tiramitsu sudah dipersiapkan tuk silaturahmi ke event-event yang akan datang.

Tiramitsu Milik Om Putra Bersua Foto Seusai Lomba bersama Joki Andalannya Om Isal