Ring Panji Laras Ponorogo, Hasil Breeding Love Bird Nya Dirundung Prestasi

535

Mediarongglowe- Ari Panji Laras, sang breeder muda asal Ponorogo ini awalnya seorang pemain. Sejumlah jenis burung pun pernah ia jadikan alat untuk memuaskan hobinya. Sebut saja Pleci XL yang sempat menggegerkan Pleman plat AE dan Aktor yang kerap menang dalam beragam event lokal maupun nasional.

Sekian lama bergelut dalam settingan Pleci dengan banyak sekali suka dan duka hingga berada dalam posisi puncak, ia pun merasa tertantang untuk main jenis lain yang lebih menantang. Diputuskannya main Love Bird. Dirinya pun tidak tau, ia terseret untuk main Love Bird karena pamor Love bird begitu ngetrend, atau memang mulai tertarik untuk menaklukkan burung jenis paruh bengkok ini.

Impiannya untuk langsung suskes main Love bird seperti saat ia main Pleci, ternyata belum sesuai harapan. Bongkar pasang amunisi dengan modal yang tak sedikit, belum juga mampu mengorbitkan namanya untuk sejajar dengan pemain- pemain Love bird lainya. Dari sinilah timbul tekadnya bahwa ia harus mendalami karakter Love bird hingga detail.

Tak mau lagi beli jago dilapangan, keputusannya untuk membeli burung prospekan pun menjadi targetnya. “ Sambil menyelam minum air “, tutur Ari Panji Laras. Yang dimaksud intinya adalah ingin mendalami karakter Love bird dari nol, bahkan dari burung bahan sekalipun. Beberapa bulan berjalan, akhirnya menemui titik terang dengan mulainya sang burung “ uji coba “ merasakan podium setahap demi setahap.

Popey misalkan, didapat saat usianya belum genap 3 bulan, dirawatnya dengan teliti. Ditenteng kesana kemari dengan predikat zonk saat digantang, tidak menciutkan nyalinya. Akan indah pada waktunya rupanya menjadi motivasi tersendiri bagi Ari Panji Laras.

Setelah sekian lama bergelut dan dipusingkan dengan settingan Love bird, akhirnya ketemu juga cara memahami karakter si paruh bengkok ini. Cukup lama juga sih, menjelang dewasa, Popey baru enak jalannya. Beragam event mulai latber hingga tiket mahal, nama Popey susah diturunkan dari podium satu.

Merasa mulai menyatu dengan Love bird, ia pun kian penasaran dan kembali mencari bahan baru yang ia beri nama Putri Salju dan Byanka. Kali ini, Ari Panji Laras tak butuh waktu lama untuk segera moncerkan kedua besutan barunya ini. Bahkan, kondisi dirumahpun sudah bisa dibaca dengan teliti. Prediksinya ternyata benar. Digantangkan bersamaan, keduanya finish satu dua secara berurutan dalam event latpres di kota asalnya Ponorogo.

Bahkan, dicoba dalam event yang lebih besar lagi, prestasinya masih saja terus membanggakan. Merasa cukup berhasil mendalami Love bird, timbullah rasa penasaran untuk mencetak anakan dari tangkaran sendiri. Selain ingin uji coba, ada perasaan tertantang untuk bisa produk sendiri dengan kualitas tinggi.

Akhirnya, di awal tahun 2017, semua jagoannya dimasukkan ke kandang koloni yang telah diseleksi secara ketat. Setelah dipastikan jenis kelaminnya, dipilihlah calon pasangan yang bukan kaleng- kaleng. Proses penjodohannya pun dipantau dengan serius hingga benar- benar nyaman.

Kesibukan pekerjaannya disalah satu instansi,membuat breeding yang dirintisnya ini awalnya dirasa cukup menyita tenagannya. Jam istirahatpun akhirnya digunakan untuk memantau kandang breedingnya. “ Awalnya sih agak ribet, tapi karena sudah hobi akhirnya kini terbiasa “, tandas Ari Panji Laras.

Kesabarannya pun akhirnya berbuah manis. Anakan dari breedingnya sendiri akhirnya keluar juga. Soal perawatan dari menetas hingga meloloh, dilakukannya sendiri tanpa bantuan orang lain. Hal ini sengaja dilakukan karena ia ingin benar- benar total dan memahami dunia breeding yang telah menjadi pilihannya. Soal menu lolohan, Ring Panji Laras menggunakan bubur loloh Balibu dari Ebod Jaya yang sudah dipastikan kandungan kualitas nutrisinya.

Sungguh sebuah ketelatenan yang diganjar dengan kemujuran. Beberapa anakan hasil breedingnya sendiri sukses mocer dilapangan. Bukan hanya moncer saja, tapi ternyata kestabilannya bisa dibilang luar biasa. Nyetak anakan sih tidaklah sulit, tapi nyetak anakan berkualitas dan stabil dilapangan tidak semua orang bisa melakukannya.

Yuk mari kita bongkar satu- persatu generasi baru trah jawara dari ring Panji laras Ponorogo. Kita mulai dari Sulung, yang merupakan anakan dari Popey. Sulung diusianya yang saat itu masih 2,5 bulan, langsung menunjukkan bakat luar biasannya dalam event latber di gantangan RRKM Balong. Bendera merah pun langsung tertancap dinomor gantangan Sulung. Tak tanggung- tanggung, Sulung langsung berjaya dengan koncer A hingga tiga kali. Durasinya yang mendapat sebutan panjang, sukses melewati lawan- lawannya yang usianya diatasnya. Bukan hanya sekali dua kali, prestasinya terus terulang dalam setiap aksinya. Event sekelas Proklamasi Cup garapan BnR pun sukses digaetnya dengan berduet dengan pasangannya Kantil.

Belum hilang nama Sulung dari perbincangan Love bird lover’s, Ring Panji Laras kembali mengeluarkan Primadona yang bakatnya luar biasa. Primadona merupakan keturunan dari Putri Salju yang telah ngorbit dalam event event besar. Primadona bahkan kerap meraih hasil double winner didua temapat gantangan yang berbeda. Diusianya yang belia, sebutan panajng sudah menjadi menu wajib dalam aksinya. Gelaran luar kotapun diembatnya dengan meyakinkan berada diurutan puncak.

Kalangan pemain Love bird kembali dibuat heboh, dengan kembali munculnya jago dari kandang Ring Panji Laras. Kali ini giliran Srikandi yang merupakan keturunan dari Byanka. Saat itu, srikandi yang berduet dengan Ninja yang juga trah jawara dari Ring Panji Laras, sukses sapu bersih gelaran Kapolsek Cup Ngadirojo Pacitan. Dari sinilah, Ring Panji laras mulai dilirik oleh para pemburu jago- jago Love bird berkualitas kontes.

Tak terhenti disini, Ring Panji Laras justru semakin giat nyetak lagi anakan berkualitas. Botak yang turunan dari Badai, tak mau malu- maliun sodara- sodarannya. Badai sang induk juga merupakan salah satu andalan Ari Panji laras sebelum masuk kandang breeding. Terbukti, prestasi Botak dan Ragil yang seindukan selalu membanggakan. Memang jam terbangnya masih sangat minim bila dibandingkan sodaranya, tapi sedikit dipoles saja Insha Allah tak akan kalah dengan lainnya, kata Ari Panji Laras dengan percaya diri.

Rencananya, Ring Panji Laras akan terus dikembangkan, baik dari segi kuantitas, maupun dari segi kualitas. Di kota asalnya pun, Ari Panji Laras terkenal sulit untuk melepas hasil breedingnya ke orang lain sebelum dipantau langsung dan yakin. Biasanya, bila ada teman yang minat, saya persilahkan main ke kandang untuk memilih langsung dan bisa langsung dicek kualitasnya. Pastikan dulu hingga yakin, baru boleh dibawa pulang, tegas Ari panji Laras.

Penasaran dengan kualitas Ring Panji Laras, Silahkan tanya jawab lewat WA : 0821- 3105- 4957. Bila ingin memantau langsung ke kandang breedingnya, bisa hubungi contact diatas.

 

————————————————————————————————-Ingin breeding anda diulas di mediaronggolawe, contact WA : 0857-4969-8061