Rawatan Mahesa Jenar, Pleci Kebun Menjadi Handal

53

[doptg id=”675″]

Mahesa Jenar, Ariel Ambarawa, JPC, Jakarta

Minder Ga Bikin Keder
Awalnya Ariel Ambarawa yang biasa dipanggil Bang Ariel dalam kesehariannya merasa minder merawat Pleci. Sebagian tetangga dirumahnya sering bilang, orangnya besar masa pelihara burung kecil. Karena banyak dari mereka yang tidak tahu akan keistimewaan Pleci. Bang ariel dapat memaklumi hal itu, karena pada awal dia memelihara Pleci sempat merasakan hal yang sama. Setelah melihat keindahan Pleci ketika sedang bernyanyi, Bang Ariel langsung jatuh cinta sampai sekarang.

Semakin lama rasa cintanya terhadap Pleci semakin besar. Mulailah Bang Arier ikut-ikutan membawa Plecinya kelapangan untuk dilombakan. “Saya tidak menyangka ternyata Pleci saya bisa juara. Padahal pleci pertama saya ini saya dapat dari kebun dibelakang rumah. Pantas saja banyak teman saya penghoby Pleci selalu menawar Pleci saya. Untung tidak saya jual. Semenjak itulah Pleci ini saya beri nama Mahesa Jenar, ”ujar Bang Ariel mengenang kejadian dua tahun lalu.

Koleksi Bertambah, Pergaulan Semakin Luas
Setelah Plecinya bisa juara dalam lomba, mulailah Bang Ariel menambah koleksinya. Sekarang ada sekitar sepuluh Pleci yang tergantung dipekarangan rumahnya. Dan hal ini akhirnya membawa Bang Ariel untuk bergabung dalam komunitas Pleci, JPC (Jakarta Pleci Community). JPC menkhususkan pemain Pleci utnuk menjadi anggotanya.

Gaya Mahesa Jenar ketika dilombakan memang cukup istimewa. Lagunya sangat berfariasi, volumenya juga sangat keras. Mahesa Jenar selalu bisa mencuri perhatian Juri. “Rawatan Mahesa Jenar tidaklah terlalu sulit. Dari lima belas Pleci koleksi yang saya miliki, saya memperlakukan hal sama. Tidak ada perawatan yang berbeda. Masing-masing orang memang biasanya memiliki cara yang berbeda. Tetapi rawatan utamanya biasanya sama, ”ucap Bang Ariel dengan ramah.

Inilah rawatan yang biasa dilakukan oleh Bang Ariel.

  • Mandi Dua Hari Sekali. Untuk semua koleksi-koleksi Pleci bang Andi, mandi rutin dilakukan dua hari sekali dengan memberikan cepuk yang agar besar untuk wadah mandinya.
  • Air Minum Menggunakan Ebod Vit. Satu botol air mineral yang tujuh ratus ml, dicampur dengan satu botol Ebod Vit. Dikocok dahulu sebelum dipakai dengan tujuan untuk memastikan bahwa Ebod Vit telah tercampur merata. Wadah minum campuran ini bisa disimpan dalam ruangan yang sejuk dan jangan lupa untuk menutup rapat ketika disimpan.
  • Extra Fooding. Ulet Hongkong yang masih muda atau baru saja ganti kulit dan sedikit Kroto segar rutin diberikan setiap hari.
  • Ebod Joss H-2 Sebelum Lomba. Dua hari sebelum lomba Bang Ariel selalu memberikan Ebod Joss untuk Pleci yang akan dilombakannya.
  • Pakan Utamanya. Voor untuk Pleci yang biasa kita temui di kios penjual burung menjadi menu kesehariannya. Ditambah dengan pemberian pisang kepok yang benar-benar matang. Dan buah Pepaya yang matang juga setelah lomba.

“Alhamdulillah, dengan rawatan seperti diatas, Pleci saya selalu bisa mengimbangi lawan-lawannya. Memang persaingan Pleci sekarang ini semakin ketat. Saya sangat senang akan hal, itu berarti penggemar Pleci sudah mulai bangkit lagi. Dan pesan saya, teruslah berinovasi dalam merawat Pleci, jangan pernah takut untuk mencoba. Tapi saya menyarankan kepada Sahabat Ronggolawe yang merawat Pleci untuk tetap memakai Ebod Vit dan Ebod Joss. Tidak percaya?! cobalah buktikan sendiri!,” papar Bang Ariel meyakinkan. (kangronggo)