RAMADHAN CERIA SINGOSAREN – Diwarnai Sejumlah Transaksi, Ade Irawan & DT Pakualam 7 Juara Umum

70

Lomba burung berkicau Ramadhan Ceria, Minggu (12/5) diwarnai sejumlah transaksi burung jawara, diantaranya Ade Irawan yang memboyong 2 gaco sekaligus, masing – masing kenari NRP dan Cendet Abakura dengan nominal lebih dari 60 juta, selain itu kacer Paradisi milik Bayu juga akhirnya benar – benar diakuisisi oleh Om Lukito dengan nominal yang tak kalah fantastis.

Even garapan Pelestari Burung Indonesia cabang Sleman dengan kepengurusan dan nuansa baru, ini juga menyajikan perlombaan yang kondusif, sistem penjuarian berjalan fair dan bisa dinikmati, terutama dikelas spesial Kacer 36 Gantangan. Peserta dan penonton tertib, hening tanpa teriak.

Even bersama juri – juri muda PBI yang digawangi Om Damar AP ini sukses mempertemukan sekitar 1.205 peserta yang datang dari berbagai wilayah, baik dalam maupun luar kota. Bahkan tokoh lawas dunia perburungan banyak yang hadir.

Komitmen panitia dan pengurus PBI Cabang Sleman untuk tidak menurunkan jagoannya di even ini, menuai hasil positif dari kicaumania yang hadir. “ ini merupakan bentuk keseriusana Kami selaku Tuan rumah yang baik, untuk menimbulkan stigma positif, temen – temen Panitia dan pengurus tanpa terkecuali dilarang menurunkan burung,  Setelah jadi tuan rumah, kami pun siap melurug even berikutnya seperti  Kapolres Cup Sragen, LBC Cup dan yang lainnya. Tentu dengan amunisi terbaik kami,” ucap Arif Aster yang juga diamini oleh Ir. Agus Gamping.

Menurut Mr Kabul selaku peserta, even ini berjalan cukup meriah dan santun. Panitia bisa memberikan yang terbaik, begitu pula peserta, seakan menikmati jalannya lomba, hal itu bisa dilihat dari ramainya sesi demi sesi yang berlangsung tanpa adanya teriakan, team juri juga sangat bagus dan akurat dalam menilai.

Mr Kabul menambahkan, banyaknya nilai transaksi di even ini, seakan menjadi bukti burung – burung yang berprdikat juara hasil bidikan team juri benar – benar berkualitas, jadi tidak salah jika mengaanggap even Ramadhan Ceria menjadi salah satu even terbaik di awal bulan puasa ini.

Rahasia Kacer Bisa Nampil Hingga Bersesi – Sesi tanpa Kuatir Gembos Ataupun Mbagong, Info Pemesanan Jogja Dan Sekitarnya, Hubungi No WA 0813 3391 2877

Kelas kacer menjadi salah satu sesi paling favorite, mempertemukan burung – burung berkualitas, kelas ini menyajikan pertarungan yang sangat kompetitif. Matador milik Deddy Noer kembali menunjukan kestabilannya dengan merah juara 1 dikelas spesial 36 G.

Matador benar – benar tampil mengesankan, dengan durasi penjurian lebih dari 10 menit, gaco yang mempunyai tipikal ngeroll panjang ini seakan tak pernah kendor, ngeroll dengan speed rapat dan gaya tarung nagen nyaris tanpa geser menajdi salah satu keunggulannya. Kemenangan yang diraih Matador semakin melengkapi rentetan prestasi setelah di edisi sebelumnya juga meraih hasil yang sama kala turun di 36 G Anniversary Kacer Mania Yogyakarta garapan BnR.

Posisi runner up Kacer 36 G dimenangi oleh Pangeran milik Mr Gino, disusul Taxi ( Hendra Jepang ), Banaspati ( Ade Irawan ) dan Sekar Langit andalan Mr Danu.

Kelas Kacer Ring Bintang PBI mutlak menjadi milik Paradise andalan Om Bayu yang dalam even ini memperkuat Ade Irawan SF. Paradise sukses mengungguli sejumlah nama seperti fenomena milik Itok WMP, Joko Bejo andalan Deddy Theo, AP 78 hingga Chris Jhon.

Usai tampil bagus dikelas Ring, Paradise langsung diteke over oleh Lukito dengan nominal yang cukup fantatis, yakni 50 Juta. Kepada Mediaronggolawe.id. Lukito menjelaskan jika memang sudah lama mengincar Paraidise, kurang lebih 4 bulan terakhir, “ hari ini benar – benar bisa melihat penampillanya secara langsung dan lebih dekat, begitu turun dari gantangan, langsung deal, hehe “ ujar Lukito menjelaskan.

Bajak Laut yang absen dikelas kacer 36 G akhirnya berhasil menjadi juara di 1 kelas tersisa, yakni Sinar Bhakti. Kembalinya Bajak Laut di papan atas Kacer membuat Pomo Jatmiko selaku pemilik mengaku bangga, sebeb Bajak laut memang telah lama absen lantaran mabung dan hari ini telah kembali ke bentuk permainna terbaiknya. Selama beratrung di atas gantangan burung ini terlihat lebih mapan, gaya semakin ciamik dan variasi lagu mumpuni.

Menurut Pomo, Bajak Laut memang segaja diikutkan dikelas Umum, sebagai gantinya dikelas 36 G dirinya menurunkan pelapis. “ dikelas Kacer 36 G saya menurunan pelapis, sebab Bajak Laut cenderung lebih suka turun dikelas dengan jumlah musuh yang lebih banyak, makanya saya putuskan hanya turun dikelas umum dengan jumlah lawan yang lebih banyak ( full gantangan )dan Allhamdulillah bisa menjadi juara “ ujar Pomo menambahkan.

2 gaco milik Bambang AB Galeh Pekalongan berhasil menjadi raja dikelas Murai Batu, Raja Tega unggul dikelas Ring Ramadhan yang menjadi kelas utama di even kali ini. Sedangkan Pesona 56 unggul di 2 kelas sekaligus alias nyeri, masing – masing dikelas murai batu ring silver sinar bhakti dan ring silver bintang PBI.

Baik Raja Tega maupun Pesona 56 merupakan murai hasil tangkaran Om Bambang dengan kode Ring AB Galeh BF Pekalongan. Pretasi yang diraih ke 2 nya ternyata bukanah sesuatu yang baru, sebab di edisi – edisi lomba sebelumnya ke duanya juga kerap menjadi jawara, diantaranya saat turun di Walikota Cup Solo, Bali Shati Cup dan Piala Tangerang Selatan.

4 kelas kenari yang disediakan Panitia, satu diantaranya berhasil dimenangi oleh NRP milik Mr Novie Solo. NRP tampil meyakin dengan meraih juara 1 dikelas Kalitan Favorite PBI dan runner Up dikelas Standart All Size Favorite.

Video Penampilan Murai Batu Raja tega lengkap dengan pola perawatan, klik tautan di bawah ini :

Kemenengan yang diraih NRP dieven tersebut sekaligus membuat Ade Irawan berani merogoh kocek dalam untuk segera memboyongnya, “ burung ini mempunyai aura yang bagus, tampilannya juga mantap goyang kanan – kiri menyerupai helikopter, tanpa pikir panjang, saya langsung deal begitu sang pemilik membuka harga “ ucap Ade Irawan yang meruah nama burung tersebutt menjadi Helikopter.

Tidak cukup samapai disitu, dikelas cendet, Ade Irawan juga lagi – lagi menjalin kesepakan dengan Udik Big City terkait mahar Abakura. Cendet Abakura yang di ketahui tampil di no gantangan tengah ternayata mampung memikat hati Kicau Mania asal Solo ijni untuk segera memboyongnya. Disaksiakan oleh Pak Edi Sud dan Dicko Gembul, proses negosiasi berjalan lancar hingga terjadi kesepakan antar kedua belah pihak.

Pertarungan sengit juga terjadi dikelas cendet, dimana Mustika andalan Om Cahyo Utama harus mengandaskan perlawanan cendet – cendet dahsyat lainnya. Mustika berhasil memenangi kelas Sinar Bhakti.

Di akhir perlombaan, Ade Irawan ( Solo ) dan DT Piala Pakualam 7 akhirnya dinobatkan sebagi juara umum, Mewakili seluruh Panitia, Om Arif dan seluruh jajaran pengurus PBI Cabang Sleman mengucapkan terima kasih atas kehadiran rekan – rekan kicau mania, tak lupa dirinya juga meminta maaf bilamana masih terdapat kekurangan disana – sini.

Daftar Juara Ramadhan Ceria Yogyakarta, Minggu 12 Mei 2019