RAHASIA RAWATAN KACER JUARA – D’JUNIOR KATA LAIN DARI PROSES PANJANG PENCAPAIAN JUARA (Candrabaga SF)

61

“Kaya yang udah pacaran lama, untuk ukuran burung mapan berganti voer itu sangat sulit” om Yunus Candrabaga


Setiap kata ada persamaanya, setiap kata ada penjelasan panjangnya. D’Junior adalah kata lain dari proses panjang sebuah kesabaran untuk pencapaian juara. Tidak banyak kacer jawara yang dirawat dari muda sampai menjadi kacer juara nasional. Berproses dari akhir tahun 2014, seekor burung muda dengan bakat yang sudah terlihat, postur tubuh, volume, gaya, dan materi berhasil memikat om Yunus Candrabaga untuk meminangnya, dengan harga yang fantastis untuk ukuran seekor burung bahan. Sejumlah uang dan tiga ekor burung prestasi yang harganya sudah terbilang mahal.

Dari sinilah proses dimulai, untuk seekor burung muda tak mudah mencari performa stabilnya, tapi dengan pola rawat yang teratur dan penuh kesabaran untuk memahami karakter seekor burung, Om Uye yang dipercaya untuk merawat berhasil menjadikan D’Junior sebagai kacer yang diperhitungankan disetiap dia turun lomba. Latber, latpres dari gantangan ke gantangan dalam proses mencari setingan telah dilalui, untuk Janis burung kacer D’Junior terbilang masih sangat muda dalam pencapaian prestasinya (mabung pertama dari trotolan).

Setelah mabung pertama dari take over, Kongres Akbar Borneo Pertama – Minggu, 27 Desember 2015 menjadi ajang pembuktian untuk naik ketingat yang lebih bergengsi. Bersaing dengan kacer-kacer jawara Jabotabek, D’Junior berhasil meraih juara kedua.

Ditahun berikutnya Minggu, 02 Oktobr 2016 berlaga di Prescup IV, turun perdana setelah mabung berhasil menjadi juara ketujuh. One shoot one goal, karena hanya mempunyai satu tiket di event bergengsi dua tahunan ini. Tidak mau hanya main sekali siang itu, dari senayan langsung ke Arcici, di gantangan ini berhasil menjadi double winner. Seminggu setelahnya kembali turun di event nasional Piala Panglima dan berhasil menjadi juara pertama. Tahun 2017 prestasi D’Junior terus berlanjut, menjadi juara pertama Liga Kacer Mania Bekasi menjadi momen yang sangat berarti. Dimainkan sebanyak lima seri, dari satu EO ke EO lain yang berbeda, menjadi bukti kestabilanya dan tak hanya menjadi juara di satu EO saja. Untuk tahun 2018 Liga Kacer Mania Bekasi sudah jauh dari harapan, karena terbentur proses mabung, dan Om Yunus sangat memahaminya.


“Tapi Presiden Cup V, sepertinya target yang realistis, mengulang dua tahun lalu D’Junior juga baru selesai mabung. Semoga cerita manisnya bisa berulang” ujar om Yunus saat di temui di acara Liga KMB.

2018 menjadi tahun yang istimewa bagi D’Junior, terhambat proses mabung yang tidak lancer membuatnya harus istirahat lama di tahun ini. Berbagai cara sudah dicoba masih saja tetap tidak maksimal, dari mengistirahatkanya lama dengan pemberian ekstra fooding (Ulet Honkong) berlebih, sampai lombakan sesering mungkin. Sampai akhirnya saran dari om Fermadi Batax untuk mengati pakanya dengan Voer Ronggolawe Hijau, seperti Batax setiap mabungnya menjadi lancar dan bagus prosesnya.

Memang tidak mudah untuk berganti jenis voer, seperti orang yang sudah pacaran lama untuk ukuran burung mapan sangat susah secara sugesti sudah melekat merk tertentu, dikhawatirkan akan merubah performa burung menurut Om Yunus Candrabaga.

Namun berbeda dengan Batax jagoan milik Om Fermady, setelah berganti Voer Ronggolawe Hijau D’Junior berhenti mabung dan menjadi lebih kondisi “on” untuk istilah kacer mania. Akhirnya kembali digantang dan hasilnya sangat memuaskan, meskipun gagal mabung performanya kembali seperti semula. Kembali menjadi juara dibeberapa event sebelum akhirnya benar-benar mabung di pertengahan tahun.

Berbagi rawatan D’junior menurut om Uye , satu yang menjadi rahasia D’Junior adalah Buah Pepaya. D’Junior harianya tak pernah lepas dari papaya, untuk mandi hanya malam hari (wajib), kecuali saat lomba, penjemuran termasuk irit, mengikuti kesibukan dan kondisi lingungan. untuk rutinya pagi hari hanya dikeluarkan untuk diangin-angin saja, dan jemur saat ada waktu. Tangkringan juga menjadi hal yang penting untuk setiap burung rawatan om Uye, ukuran dan jenisnya, untuk membari kenyamaan pada burung sehingga bisa tampil maksimal saat lomba. D’Junior dalam sebulan bisa ganti tangkringan sampai dua tiga kali, dengan jenis asem jawa. Untuk Voer D’Junior kembali menggunakan Ronggolawe Hijau untuk pakan harianya.

“Jadi burung yang harus mengikuti kita, karena kita juga punya kesibukan dan pekerjaan lain” ujar Om Uye.

Setelah mabung besar tahun ini, turun perdana diacara Kopdar Kacer Purwakarta dengan hasil yang tidak maksimal. Kamundian turun Liga Kacer Mania Bekasi Seri Ketiga D’Junior berhasil menjadi juara pertama dikelas penyusihan dan juara ketujuh dikelas BOB. Untuk tahun ini persiapan Perscup lebih matang, minimal tiket sudah dipersiapkan dari jauh-jauh hari kata Om Yunus.

Jadi Jangan pernah takut mencoba pakan atau setingan baru, apabila setingan lama sudah dirasa sudah tidak maksimal. Tetap pahami karakter burung, kita harus tau setiap perubahan karakternya untuk setiap pemberian pakan dan pola perawatan, kebetulan saja D’Junior burung bagus dan bisa mengikuti pola rawatans saya jadi cocok, bukan pola rawatan saya yang bagus juga sebenarnya ujar Om Uye merendah.