PLECI, Burung Monomorpic Yang Butuh Modifikasi Tangkringan

426

[doptg id=”1174″]

 

Salah Pilih Berakibat Perfoma Anjlok

Untuk membantu performa pleci (Zosterops) burung yang monomorpic, artinya burung berkelamin jantan dan betina memiliki tampilan fisik yang sama, ada berbagai cara bisa dilakukan. Satu diantaranya piawai memilih tangkringan. Meski terlihat sepele akan tetapi bisa menjadi kunci keberhasilan saat di lomba.

Lazimnya, penghobi pleci menggunakan tangkringan berasal dari pohon asem. Tangkringan ini mudah didapat di penjual aksesoris burung kicauan. Atau para penjual tangkringan yang khusus berjualan di lomba-lomba. Harganya pun relatif terjangkau, per batang dijual sekitar Rp 1000.

Memilih tangkringan pleci membutuhkan kejelian agar diameter sesuai dengan cengkeraman kaki pleci. Dari postur tubuhnya, burung ini memang terkesan mungil memiliki suara khas dan unik, sehingga banyak diminat penghobi. Bahkan sebagian warga Malaysia dan Singapura menjadikan pleci sebagai piaraan di dalam kantor mereka.

Memilih tangkringan untuk burung yang memiliki 75 jenis dan penyebarannya hingga seluruh dunia, perlu kecermatan dan kejelian. Ada beberapa tips yang bisa dijadikan panduan buat penghobi pleci.

Diantaranya pilih tangkringan berusia tua. Ciri-cirinya bisa dilihat dari kematangan warna tangkringan. Bila sudah berusia tua, biasanya tangkringan pohon asem berwarna coklat matang, lebih kuat dan tetap lentur. Sedangkan yang berusia muda warna coklatnya lebih terang. Pilih yang memiliki permukaan kulit agak kasar. Tujuannya agar memudahkan kaki pleci mencengkeram. Permukaan tangkringan seperti ini biasanya berasal dari tangkringan usia tua. Juga disarankan untuk memilih yang lurus, agar jagoan Anda bisa terlihat sejajar dan enak saat tampil di lapangan.

Mengenai ukuran panjang dari tangkringan bisa disesuaikan dengan lebar sangkar. Bila diukur dalam satuan sentimeter, umumnya tangkringan pleci berkisar 26 sentimeter. Panjangnya diukur dari kedua sisi sangkar.
Untuk model tangkringan, penghobi pleci bisa merujuk pada dua model pilihan. Antara lain model trap (menggunakan dua tangkringan atas bawah dan sejajar) atau model T (menggunakan satu tangkringan panjang dan di tengah diletakkan tangkringan lagi model T).

Kedua model, masing-masing memiliki karakter yang berbeda. Jadi, sebelum memilih model tangkringan sebaiknya disesuaikan dengan karakter burung yang dihabitatnya mengkonsumsi buah-buahan, nektar dari bunga tumbuhan buah manis, serangga kecil, ulat, pupa, larva, dan kroto.

Menurut sejumlah pemandu bakat pleci, tangkringan model trap buat jagoan yang memiliki karakter naik turun. Adakalanya pleci ambil nafasnya dengan cara naik turun tangkringan. Nah, model tangkringan trap akan membantu burung ini untuk menjaga performanya di lapangan.

Sedangkan model T, peruntukan buat pleci yang berkarakter tampil di satu titik tengah. “Apabila ada pleci yang punya karakter nyeklek seperti tledekan, maka sebaiknya menggunakan tangkringan model T. Kalau menggunakan model trap, nampaknya kurang cocok,” ujar Yunus penghobi pleci asal Gresik. Untuk model tangkringan seperti ini, biasanya penghobi pleci memodifikasi sendiri dengan cara mereka masing-masing.

Jadi, mulai sekarang sebaiknya cermati lagi apakah model tangkringan yang penghobi gunakan sudah sesuai karakter burung andalan. Atau perlu memodifikasi dan mengubah model tangkringannya. Karena, dari tangkringan ini dapat memuluskan jalan menuju tangga jawara.

Langkah penghobi makin mulus apabila juga memerhatikan konsumsi ekstra fooding dan multivitamin. Direkomendasikan multivitamin yang banyak dipakai pemain burung mungil ini adalah Ebod Vit. Multivitamin burung kicauan produk Ebod Jaya.

Multivitamin ini dapat memenuhi kebutuhan vitamin burung jagoan anda. Ebod Vit mampu mengatasi dan mencegah stress pada burung, merangsang burung berkicau, memenuhi kebutuhan vitamin dan juga menjaga keseimbangan tubuh, menjaga stamina burung dan meningkatkan nafsu makan. Vitamin ini baik digunakan untuk menjaga kesehatan burung, membantu penyembuhan burung-burung yang kondisinya kurang fit atau burung sedang sakit.

Ebod Vit juga bisa digunakan setiap hari agar kondisi burung tetap terjaga, fit dan rajin bunyi. Cara menggunakannya, kocok dahulu sebelum digunakan lalu teteskan 5-10 tetes ke dalam 50 cc air minum, berikan setelah burung dijemur agar kandungan vitamin yang di dalam multivitamin ini tidak rusak dan tetap berkhasiat.

Sedangkan menjelang lomba sekitar H-2, pemberian Ebod Vit diganti dengan Ebod Joss suplemen penggacor yang sangat direkomendasikan buat pleci. Ebod Joss merupakan vitamin yang juga diproduksi Ebod Jaya. Mengandung multivitamin yang mampu merangsang pembentukan hormon testosteron. Kandungan yang dapat membuat burung menjadi gacor, daya tahan prima, stamina meningkat, nafas menjadi panjang dan mental tidak mudah anjlok. Vitamin ini baik digunakan setelah burung selesai mabung, burung macet bunyi akibat stress, atau suara burung kurang bertenaga.

Cara pemakaiannya, kocok dulu sebelum dipakai lalu campurkan lima tetes ke dalam air minum setelah burung dijemur. Agar kandungan yang berada di vitamin tidak berkurang atau rusak khasiatnya akibat terkena sinar matahari langsung.

Untuk burung yang kurang gacor dan burung yang suaranya kurang power, gunakan dua hari sebelum lomba. Beri jarak sepekan untuk mengulangi pemakaian. Bila kondisi burung sudah gacor sebaiknya pemakaian dihentikan. Untuk menjaga agar kandungan di dalam vitamin ini tetap baik, simpan di tempat yang sejuk dan terhindar dari sinar matahari langsung. (CJ-06)