Perawatan Lovebird Fighter, Ngekek Panjang Sampai 7 Menit

2762

Sebagai burung khusus kontes suara, nama love bird Haruka terus menjadi buah bibir. Mengandalkan suara kekean panjang nyaris tanpa jeda, volume tembus hingga terdengar sampai luar lapangan. Penonton yang melihat aksinya benar – benar dibuat terkejut, bahkan stengah tidak percaya

Bukan hanya sekali, Haruka bisa nampil hebat dan menjadi pusat perhatian,  sebelumnya ia juga kerap menjadi bintang di beberapa lomba yang ia ikuti, salah satunya mungkin ketika turun di Mozza Cup Pati, di even tersebut Haruka mendapat 15 kali sebutan istimewa oleh team juri, lalu menjadi runner up di even legendaris Paial Raja 2018, dan lain sebagainya.

Love Bird milik Hasan berusias 2 tahun ini mempunyai karakter fighter, dengan speed rapat berdurasi lama serta power yang kenceng. Sebagian lovebird mania  menganggap,  Ia bakal menjadi salah satu betina yang bisa berpotensi menggoyang dominasi burung – burung jantan konslet di era sekarang ini.

Hasan ( 2 Dari Kiri ) & Crew, Sedari Usia Balibu Bakat Haruka Memang Sudah Terlihat

Ketika nampil, haruka selalu ngotot, bahkan sekali narik bisa terpantau 5 – 7 menit, catatan tersebut  sempat  terekam oleh lensa Mediaronggolawe.id, yang disuguhkan kedalam bentuk audio visual, cuplikannya, bisa simak video berikut :

Apakah ini karena dilahirkan, atau karena perawatan yang tepat? Kesimpulan, karena gabungan keduanya. Love bird yang punya bakat bagus tapi salah penanganan, juga tak akan jadi.

Bila dirunut kebelakang, Haruka didapat Om Hasan dari Sahabatnya asal Kalimantan, tepatnya Kota Pontianak, iseng – iseng beli seharga 1, 3 juta, itupun pada saat haruka masih berusia paud ( 3 bulan ) pada akhir tahun 2016 lalu.

Sedari usia paud, Haruka memang sudah menunjukan bakat alaminya, ketika turun pertama kali, durasi ngekek bisa mencapai  40 detik. Agar bisa mendapatkan perawatan yang lebih maksimal, awal tahun 2017, Hasan memutuskan membawa pulang lovebird Jossan tersebut ke kampung halaman di Semarang.

“ Waktu masih berusia balibu, bakat Haruka memang sudah terlihat, setiap narik bisa mencapai 40 detik, saya putuskan untuk membawa pulang ke Semarang, dengan harapan bisa dirawat lebih intensif sama saudara “ Ujar Hasan menambahkan.

Lalu bagaimana perawatannya, hingga Haruka bisa tampil konsisten selama 2 tahun terakhir ini dengan durasi sampai 7 menit ? Berikut penuturan Hasan untuk Anda para pembaca.

Miltih Cocok Digunakan Untuk Pakan Harian Maupun Campuran Menjelang Kontes

Perawatan harian umumnya sama dengan jenis loveibird – lovebird lainnya, Pakan harian cuma milet putih atau populer dengan sebutan “Miltih”, jemur seminggu sekali, mulai pukul 07.00 – 07.15, lamanya durasi penjemuran sekitar 15 menit atau bisa disesuaikan dengan cuaca, habis itu full krodong hingga sore menjelang mandi pukul 19.00.

Haruka memiliki karakter fighter yang kuat dan cenderung latah, begitu mendengar suara burung lain apalagi lovebird, ia bakal  ngekek  atau bocor, oleh sebab itu, ketika  didalam rumah ataupun saat penjemuran, burung harus benar – benar sendiri dan steril dari suara burung  lain.

“ Pernah suatu ketika, tetangga memelihara burung lovebird jenis tertentu, saat itu juga saya putuskan untuk membeli, kemudian memindahkan ke tempat saudara yang letaknya agak jauh, dengan harapan  Haruka benar – benar tunggal di rumah dan tidak ada jenis burung apapun disekitar “ ucap Hasan menambahkan.

Karena memiliki durasi ngekek yang panjang dan cenderung stabil ketika ditampilkan, Hasan mengaku harus pintar – pintar mengatur level birahi burung tersebut. Misalnya ketika burung menggigit jari tangan atau benda apapun yang kita masukan kedalam sangkar, maka bisa dipastikan level kondisi birahinya cukup tinggi.

Selain itu, cara lain untuk mengetahui level birahi Haruka ialah  dengan cara di turunkan setiap hari, entah itu di latber, latpres ataupun Ceria, dengan cara seperti itu Hasan mengaku lebih mudah mengetahui level birahinya.

Untuk mengurangi level birahi tinggi pada Haruka, maka setiap pagi, atau sekitar pukul 05.00, Hasan rajin mengeluarkan burung tersebut untuk kemudian di embunkan – embunkan sampai pukul 07. 00 dilanjut penjemuran.

“ Selain untuk mengontrol birahi, burung juga maunya turun tiap hari, kecuali hari Senin, karena Minggunya sudah lomba luar kota, Joki sudah capek duluan, mau tidak mau harus libur gantang “ ucap Hasan yang mengaku ada sekitar 2000 an trophy yang sudah dikoleksi gaconya tersebut.

“ Pernah kita coba, 1 – 3 hari libur gantang, Haruka malah terlihat loyo, tampilannya tidak seperti biasa, durasi ngekek terbaiknya  juga tidak keluar mlah cenderung ngedrop ” sahut Adi Chodot sang Joki lapangan.

Haruka yang kini berusia 2 tahun, mempunyai ciri khas nampil anteng di salah satu sudut pangkringan, ngekek panjang, ketika ambil nafas, biasanya ia lakukan sembari menyambungkan lagu dengan suara kapas tembak, habis itu ngekek lagi. Setingan untuk lomba juga tidak susah.

“ H – 1 jelang lomba kita berikan EF jagung, ditambah 3 – 5 tetes Bio Fighter kedalam air minum, begitu juga pada saat memasuki rehat, ketika memutuskan untuk kembali diturunkan, maka sebisa mungkin burng berikan jagung sebagai extra fooding dengan cara disuapi 1 demi 1 sampai habis setengah potong  ” jelas Hasan.

Hasan mengungkapkan, kunci utama supaya Haruka bisa tampil prima adalah memakai sangkar dengan pola pangkringan plastik menyilang dan nempel, atas kurungan diberi semacam Plafon dari mika. “ Pernah kita coba menggunakan pangkringan kayu, malah tidak jalan dan setelah kembali pakai pangkringan plastik dia mau kerja seperti sedia kala,” tambahnya.

Lovebird mania yang punya masalah burung fighter kurang rajin dan gacor, bisa mencoba memberikan asupan Bio Fighter. Hal yang sama dilakukan Hasan dan beberapa Kicau Mania lainnya pemilik lovebird Fighter. Untuk pemakaian awal, bisa dilakukan tiap hari selama satu minggu. Berikutnya dilakukan beberapa hari sampai hari H lomba.

Pengin lihat penampilan lovebird Haruka ketika turun di lapangan ?? klik tautan di bawah ini :