Penanganan Burung Yang Mengalami Rontok Bulu Terus Menerus

13142

Siklus rontok bulu / molting / mabung adalah suatu siklus yang pasti dialami oleh semua jenis burung ataupun unggas. Akan tetapi, harus diwaspadai benar apakah rontok bulu tersebut memang alami atau disebabkan oleh suatu penyakit. Proses rontok bulu atau mabung yang alami karena pergantian bulu biasanya terjadi selama 1,5–2 bulanan dan tidak menunjukkan gejala lesu atau malas.

Jika rontok bulu disertai dengan gejala burung jadi kurang gacor ataupun tidak mau bunyi sekalipun, itu adalah suatu hal yang dianggap wajar. Akan tetapi jika rontok bulunya diikuti dengan gejala burung jadi malas bergerak, tidak lincah, dan nafsu makannya menurun sehingga tampak lesu, ini yang harus kita waspadai.

Rontok bulu seperti ini dapat disebabkan oleh stres, gangguan kutu, tungau, atau gurem yang dapat menimbulkan rasa gatal sehingga burung mematuk-matuk bulunya sendiri, kurang vitamin dan protein, kontruksi sangkar yang tidak tepat, jeruji sangkar yang terlalu kasar, atau gangguan binatang lain sehingga burung merasa ketakutan dan menabrak-nabrak sangkar.

Rontok bulu seperti ini dapat dicegah dengan menciptakan suasana yang tenang agar burung tidak stres, kebersihan sangkar dijaga agar burung terhindar dari serangan kutu, tungau, atau gurem, serta memperhatikan kontruksi sangkar apakah telah baik (Jangan sampai ukuran sangkar terlalu kecil untuk burung tersebut).

Jika rontok bulu disebabkan oleh kutu, shampo JATI JAJAR dapat digunakan untuk membasmi kutu tersebut. Caranya, burung harus sering dimandikan dengan cara disemprot menggunakan sprayer dengan stelan lembut dan ke dalam air mandinya dicampurkan 2-3 tutup botol shampo JATI JAJAR untuk 1 liter air, shampo JATI JAJAR yang mengandung Desisfektan telah terbukti mampu membunuh kutu, kuman, tungau, ataupun bakteri yang merugikan. Tidak hanya itu, sangkar juga perlu dicuci dengan menggunakan air yang telah dicampur dengan 3 tutup botol shampo JATI JAJAR untuk 1 liter air, begitupun dengan kerodong, tangkringan beserta tempat pakan / minumnya. Shampo JATI JAJAR juga mengandung Aloevera yang berkhasiat untuk menyuburkan dan menghaluskan bulu.

Akan tetapi, banyak para kicau mania yang kebingungan dengan burungnya yang mengalami proses rontok bulu atau mabung tapi prosesnya cukup lama dan tidak pernah beres atau selesai proses mabungnya. Bahkan cukup banyak para sobat Ronggolawers yang mengirim BBM, WhatsApp, SMS, ataupun inbox di Facebook ke nomer atau akunt Fb penulis dengan pertanyaan yang sama. Yaitu bagaimana solusi penanganan burung yang mengalami rontok bulu terus menerus atau yang dikenal dengan istilah “Stuck In The Molting”.

Adapun tanda-tanda burung yang terkena “Stuck In The Molting” diantaranya : Setiap hari biasanya masih suka ada bulu kecil yang jatuh di sangkar, bahkan terkadang bulu besarnya yang baru beres tumbuh juga suka ada yang rontok lagi. Sehingga burung tersebut biasanya tidak mau mengoceh lagi dan kalaupun mau berbunyi, setiap hari bisanya hanya ngriwik saja.

Seperti yang telah disebutkan di awal, proses ganti bulu pada kebanyakan burung pada umumnya berlangsung selama 1,5-2 bulanan dan paling lambat sekitar 3 bulanan, setelah itu bulu akan pulih kembali, dan burung akan dapat berkicau kembali seperti sedia kala. Adapun gangguan “Stuck In The Molting” ini sering terjadi pada kenari berukuran / berbodi / berpostur besar misalnya Yorkshire, Norwich, lancishire dan F1 Atau F2 Yorkshire. Walaupun banyak juga burung ocehan jenis lainnya yang terkena gangguan “Stuck In The Molting”.

Gangguan “Stuck In The Molting” ini disebabkan oleh kekurangan nutrient berupa lysine, methionin, triptophan untuk pembentukan bulu. Burung yang sedang ganti bulu harus mendapat pakan yang lebih banyak dalam hal jumlah dan kualitasnya untuk proses pembentukan bulunya, sebagai contoh kasus, pada masa ganti bulu yang terjadi pada burung kenari setiap harinya kenari tersebut perlu mendapat pakan 20 gram biji bijian, sayuran (sawi hijau, sawi putih, slada, gambas, timun). Buah buahan (apel, buah pir, anggur dll), telur puyuh / Egg food, grit dan vitamin 2x seminggu. Begitupun pada jenis burung lainnya, misalnya burung pemakan serangga dan buah-buahan seperti Cucak ijo, Cucak jenggot, Murai batu, kacer dll. Pemberian pakan utamanya harus ditingkatkan dari porsi ketika burung tersebut dalam keadaan sebelum mabung, begitu juga jumlah Extra Fooding berupa serangga ataupun buah pemberiannya harus ditingkatkan porsinya.

Burung yang mengalami “Stuck in the moulting” dapat diobati dengan dengan cara pemberian Ebod Breeding yang mengandung nutrient berupa lysine, methionin, triptophan diberikan 5-10 tetes dalam 50 ml air minumnya dan diberikan setiap hari sampai bulu burung tidak ada yang jatuh lagi, tetapi untuk memenuhi kebutuhan asupan vitaminnya anda juga bisa memberikan vitamin merk Ebod Vit 2x seminggu dan tentunya ketika pemberian Ebod Vit, pemberian Ebod Breeding harus di stop dulu (Jangan sampai dicampur / diberikan secara bersamaan).
Pengalaman kami dengan pemberian obat atau vitamin yang disebutkan diatas, proses rontok bulu yang tidak normal akan selesai dan bulu burung akan dapat halus mulus dan kuat lagi serta burung akan dapat berkicau lagi dengan rajin.

Demikian sobat Ronggolawer’s bahasan tentang “Penanganan Burung Yang Mengalami Rontok Bulu Terus Menerus atau dikenal dengan istilah Stuck In The Molting”, semoga bisa bermanfaat….
(Ali Kenari # XCV -16-04-2015).