“Pelor Jr”, Sekali Ngekek Durasi 2 Menit +

331

Meski gosip si paruh bengkok akhir-akhir ini turun pamornya (baca harganya), namun selalu saja masih  jadi topik pembicaraan. Tidak peduli warnanya apa, jenisnya apa, apalagi kalau ngekeknya mencapai hitungan menit, sudah pasti orang berpikir ulang kalau paruh bengkok turun pamornya.

Masih menjadi kelas andalan di latber Sindujaya BC Jatibarang Brebes, lovebird “Pelor Jr” yang sudah berumur 1 satu tahu-an ini turun di nomor gantangan 17. Tidak lama setelah Korlap meneriakkan waktu penghitungan “mulai”, Si “Pelor Jr” hanya mondar-mandir di atas tangkringan, sekitar 5 detik berselang, dengan berdiri di sisi/ bagian pinggir tangkringan, “Pelor Jr” mengeluarkan tembakannya. Sepintas juri yang menghitung second, hanya melirik saja. Setelah 20 detik pertama, burung masih ngekek, juri langsung mengernyitkan kening tanda konsentrasi lebih fokus. Sampai 20 detik ke dua, 20 detik ke tiga,  burung masih ngekek tenang di atas tangkringan tempat semula berdiri. Setelah selesai ngekek, juri memberikan 8 stik warna  merah plus 1 stik warna hijau. Luar biasa !. Itu berarti durasi  ngekek “Pelor Jr” 2 (dua) menit lebih. Burung turun ke dasar sekitar 3 detik, lalu kembali ke tangkringan, hanya menengok ke kanan lalu ke kiri sebentar, burung kembali mengeluarkan kekekannya. Hitungan juri berakhir dengan 5 (lima) stik warna merah, yang artinya durasi “hanya” 70 detik.

Lovebird dengan kekekannya di atas 1 (satu) menit saja jarang-jarang ada, apalagi sampai 2 (dua) menit. Siapakah pemiliknya ?

Bang Ali, warga Desa Glonggong Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes, adalah pemilik “Pelor Jr”, si ngekek dua menit. Dia warga asli Depok Jawa barat, beristri warga Desa Glonggong Wanasari. Kebetulan Bang Ali pulang ke kampung istrinya, dan ikut meramaikan latber di Sindujaya BC Jatibarang Brebes. Meskipun hanya menempati posisi ke 2 dan hanya ngekek 2 kali, “Pelor Jr” menunjukkan burung berkualitas.

“Pelor Jr” dirawat Bang Ali sejak menetas, karena memang burung tersebut hasil ternakannya sendiri. Ke dua induknya mempunyai durasi di atas satu menit, tidak heran kekekannya yang panjang itu diturunkan ke anaknya.

Dalam perawatannya, Bang Ali yang kesehariannya berwiraswasta ini, tidak pernah neko-neko, setiap hari, burung selalu dikerodong setelah pakan dan air minum diganti, dan hanya diberikan milet putih saja. Burung dimandikan setelah di bawa ke lapang. Burung hanya dijemur sesekali jika dilihat kurang sehat. Bagaimana tahu burung kurang sehat ? Bang Ali, bapak beranak 1 ini manjawab, “Saya merawat burung sejak menetas, hampir setiap hari saya perhatikan, jadi tahu karakter dan gelagat burung. Kalau burung kurang sehat, burung saya jemur, sampai menunjukkan burung kelihatan agresif, itu berarti burung sehat.” Demikian jelasnya. Sampai sekarang “Pelor Jr” belum pernah dipasangkan, artinya burung selalu sendirian di dalam sangkar. Iseng-iseng Penulis (media-red) bertanya, “Kalau ada yang nawar, mau dijual berapa Bang ?”. “Pernah ada yang nawar di atas 20, tapi Saya masih sayang untuk melepasnya hehehe” jawab Bang Ali sambil tersenyum. (Yus-tegal)