Pelepasan 50 Ekor Kacer, Desa Sidogede Kampanyekan Kampung Ramah Burung Pertama Di Kebumen

1103

Disaksikan selurh warga Desa, H Makhfudz Solaiman ( Inisiator APBN ) dan beberapa pejabat Desa setempat memperingati deklarasi Perdes No 1 Tahun 2019 Desa Sidogede dengan cara melepas liarakan 25 pasang ( 50 ekor ) burung kacer dan 5 pasang burung perkutut di seputar pekarangan dekat kediaman Beliau yang berada di RT 2/ RW 2 Desa Sidogede.

Cuaca kurang bersahabat buat burung. Di butuhkan suplemen yang dapat menguatkan fungsi daya tahan tubuhnya. Rangkaian Produk Ebod Jaya Bisa Diandalkan Untuk Mengatasi Masalah Tersebut 

Sebelum dilepas liarkan, terlebih dahulu H Makhfudz Solaiman dan rombongan melakukan karantina termasuk pembekalan untuk memastikan burung tersebut benar – benar dalam keadaan sehat, dan nantinya bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya di alam liar.

Acara tersebut juga dihadiri Sekcam Prembun Ibu Siti Mudrikah, Kapolsek Prembun Iptu Tejo Suwono, serta Danramil 10 Prembun Kapten CBA Suprapto.

“ semasa kecil  saya sering mendengar suara merdu burung berkicau di sekitar tempat tinggal, namun saat ini jarang sekali terdengar bahkan nyaris tidak ada “ ucap Kang Ebod mengungkapkan alasan melepas liarkan puluhan burung tersebut.

Ebod Breeding, Solusi Untuk Tumbuh Dan Kembang Burung

Beliau berharap burung yang sudah di lepas liarkan bisa berkembang biak, sehingga ekosistem lingkungan terjaga.  kacer/ koci/ larwa tergolong burung prdator, pakan utamanya di alam liar berupa hama serangga, diharpakan dengan pelespasan tersebut burung bisa menjadi penyeimbang, sehingga petani bisa memanen tumbuhan Palawija dengan maksimal.

Sidogede merupakan Desa yang berdada di kecamatan Prembun, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah. Wilayah Desa Sidogede merupakan daerah dataran rendah dan perbukitan sehingga mayoritas Masyarakatnya bermata pencaharian sebagai Petani di kebun.

Bapak Sunarto selaku Kepala Desa Sidogede memastikan Perdes no 1 Tahun 2019 bakal berjalan dengan baik, sebeb selain membentuk satgas pihaknya juga bakal bekerja sama dengan Polsek dan Danramil 10 Prembun untuk memonitoring seluruh wilayahnya.

Kegiatan Pelepas Liaran Puluhan Ekor Burung Kacer, Bisa Klik Tautan Di Atas

Tidak cukup sampai disitu, untuk mengkampanyekan kampung ramah burung pertama di Kebumen, Bapak Sunarto rencananya juga bakal menggandeng beberapa lurah Desa sekitar, seperti Desa Mulyo Sri, Desa Tersobo, Desa Bangung, Desa Kedungbulus, Desa Sembirkadipaten hingga kecamatan Kutowinangun.

Sekcam Prembun, Ibu Siti Mudrikah menyambut positif langkah yang dilakukan oleh Sunarto dan beberapa tokoh Masyarakat Desa Sidogede, menurutnya hal semecamm ini merupakan sesuatu baru untuk melindungi lingkungan hidup.

Beliau sangat mengapresiasi terbitnya Perdes tentang  lingkungan hidup Desa Sidogede yang lebih menitik beratkan pada semua aspek, “ Saya sangat mengapresiasi sekaligus mendukung penuh, sebeb baru ada satu Desa di wilayah Kebumen yang membuat Perdes semacam ini, yaitu Desa Sidogede “ pungkas Ibu Siti Mudrikah dalam sambutannya.

Menurut Beliau, Desa Sidogede beruntung memiliki Lurah Desa muda yang mempunyai semangat tinggi serta tokoh Masyarakat yang peduli terhadap lingkungan seperti H Ebod, “ saat ini jarang kita temui orang yang peduli terhadap lingkungan hidup, Desa Sidogede beruntung memilik tokoh Masyarakat seperti H Ebod, perlu diketahui H Ebod juga merupakan putra Daerah yang benar – benar peduli dengan satwa terutama burung dengan membentuk organisasi semacam Ronggolawe dan APBN ( Asosiasi Penangkar Burung Nusantara ) “ tambah Beliau.

Dukungan juga didapat dari Kapolsek Prembun Iptu Tejo Suwono dan Danramil 10 Prembun Kapten CBA Suprapto, Mereka sepakat untuk berpartisipasi serta bakal memberikan layanan 24 jam terkait Perdes No 1 Tahun 2019 Desa Sidogede.

Kapolsek dan Danramil 10 Prembun berharap dengan terbitnya perdes seperti ini, bisa diikuti oleh pengurus – pengurus  Desa lain yang menghadiri acara, hal ini dilakukan  agar konservasi di Sidogede bisa tetap terjaga meski burung yang sudah dilepas liarkan berpindah atau migrasi ke desa sebelah yang berdekatan.