Pak Engkus, Sesepuh Dan Guru Besar Juri Di Bumi Nusantara

160

Bicara tentang sejarah sistem penilaian burung berkicau, tidak bisa lepas dari tokoh yang satu ini. Pak Engkus namanya. Pria ramah yang satu ini masih terlihat bugar. Padahal usianya sudah tidak muda lagi. Bisa jadi udara dan lingkungan di Cianjur tempat tinggal beliau yang masih asri mempunyai peranan penting sehingga beliau masih sehat sekali.

Senyum ramahnya selalu menghiasi wajahnya ketika bertemu dengan kicaumania. Penampulannya selalu bersahaja. Dan apabila membicarakan tentang perburungan beliau selalu bersemangat.

Dan Pak Engkuslah salah satu pencetus sistem penialaian kompetisi burung berkicau yang pertama di Indonesia. Dari tahun 1973 beliau sudah memulai perannya dalam penjurian.

Dari mulai turun langsung dalam penjurian di lapangan, sampai dengan menjadi mentor untuk mencetak juri-juri baru.

Tidak salah juga apabila beliau mendapat gelar guru besar penilaian burung berkicau. Lama dan besar di PBI (Pelestari Burung Indonesia) yang merupakan organisasi perburungan pertama kali yang ada di Indonesia. Beliau kemudian keluar dari PBI dan bergabung ke dalam BnR. Ketika itu ditahun 2000an, BnR menjadi organisasi perburungan ke dua terbesar setelah PBI.

Cukup lama beliau bergabung dan turut membangun penjurian BnR. Dan sudah tidak terhitung berapa banyak juri-juri perburungan yang masih aktif sampai sekarang berkat bimbingan beliau.

Akhirnya beliau keluar lagi dari BnR. Dan sudah dua tahun belakangan ini beliau bergabung dalam tim penjurian Oriq Jaya. Itulah beliau. Tidak ada rasa lelah terus mendedikasikan kemampuannya utuk memajukan sistem penilaian burung berkicau.

“Saya sangat bersyukur dengan keadaan dunia perburungan selama ini yang terus tumbuh pesat. Ini jelas menguntungkan dan memberikan penghasilan kepada juri-juri perburungan yang ada. Saya sendiri tidak pernah bosan memberikan semangat dan motivasi kepada juri untuk selalu menjaga amanah ketika mereka tugas. Sekali berbuat tidak jujur maka akan sulit mengembalikan kepercayaan pemain kepada juri tersebut”, pesan P Engkus ketika ditemui dalam suatu acara kompetisi burung berkicau di Jakarta. (red#1)