Om Niko R9, Menolak Tawaran 20 jt Karena Masih Sayang – CI “MT33” Siap Tarung di Piala Canting

388

Mediaronggolawe.id – Gelaran Ronggolawe Nusantara dengan tajuk Piala Canting 2019 masih beberapa bulan lagi, namun gaungnya sudah terdengar sejak beberapa waktu yang lalu. Kicau Mania dengan jagoan-jagoannya sudah mempersiapkan diri untuk menampilkan yang terbaik di gelaran tersebut. Tidak ketinggalan juga, Om Niko Himawan dari Brebes Team dengan cucak hijau andalannya, “MT33”.

Sejarah singkat “MT33”, burung diperoleh dari Losari Brebes sekitar 5-6 bulan yang lalu (2019). Awalnya iseng-iseng Om Niko buka FB, melihat video cucak hijau, dirasa gaya dan volumenya menarik, akhirnya dengan minta tolong kakaknya untuk memantau burung yang dimaksud (waktu itu Om Niko masih berlayar ke Malaysia dengan kapal “Meranti 33”-red), dibelilah cucak hijau tersebut, dengan harga 1,5 juta, kemudian burung diberi nama “MT33”.

“MT33” sebelumnya  adalah burung yang sama sekali belum pernah main di lapangan. Setelah dua minggu dirawat, burung dibawa ke lapangan, burung masih plonga-plongo dan sama sekali tidak ada reaksi terhadap kicauan sekitarnya. Setelah satu bulan, kembali burung dibawa ke lapangan, hasilnya luar biasa, dengan volume yang dahsyat, fasih dengan suara burung gereja tarung, ditambah bulunya yang “njambul”, nyaris tanpa jeda, burung masuk juara 1. Setelah itu burung sering dibawa ke lapangan, baik even latber maupun latpres, bahkan even yang tingkatnya lomba.

Even yang pernah diikuti “MT33” antara lain, Piala Bupati Tegal yang baru lalu juara 1, Launching New BBC juara 1,  Piala NCM menempati juara 1 dan 2, Piala Road To Diantoto, juara 1. Di even ini lah burung sempat di tawar orang Pekalongan dengan harga 20 jt. Tetapi oleh Om Niko, belum diberikan, karena masih sayang.

Apa rahasia perawatan “MT33”,?  setiap harinya, tidak pernah lupa, burung diembunkan, dan burung dibiarkan di kandang umbaran, air minum setiap hari diberi 3 tetes Ebod Jos. Untuk pemberian EF, Om Niko melihat gelagat burung, jika mendengar suara burung lain  terlihat  sangat aktif, maka pemberian EF, misalnya jangkrik cukup 2 – 3 ekor. Jika tidak ada respon dengan suara-suara burung yang lain, maka pemberian jangkrik ditambah sampai dengan 5 ekor.

Apa yang dapat diperoleh dari artikel di atas adalah, chemistry antara pemilik dan peliharaan sangat lah dibutuhkan. Kapan burung harus diberi ini itu, hanya pemilik yang tahu. Ditambah dengan kedisiplinan perawatan, misalnya burung harus diembunkan dsb.(yus-tegal)