Om Avan Menolak Pinangan Puluhan Juta, Karena baginya “Andien” Sudah Menjadi Bagian dari Keluarga

100

Seandainya si paruh bengkok tidak termasuk burung yang diperlombakan, mungkin perbincangan tentang burung kicau tidak seramai sekarang. Masih segar dalam ingatan kita tentang Si “Kusumo”, lovebird yang dikategorikan dalam burung fenomenal. Bagaimana tidak, setiap “Kusumo” turun dalam lomba, sudah dipastikan gelar juara diraihnya. Dilihat dari stabilnya, durasinya, mungkin semua kriteria Dia miliki. Jika dilihat dari kestabilannya, burung dalam kurun waktu satu tahun lebih, turun dalam even bergengsi, selalu masuk dalam daftar juara. Dilihat dari durasi ngekek, “Kusumo” berada di atas rata-rata.

Setelah diberitakan legenda “Kusumo” mati, sekarang banyak kicau mania yang menyetarakan antara Si Legenda dengan lovebird yang muncul dengan karakteristik yang sama dengan “Kusumo”, bahkan melampaui, terutama dalam durasi/ lamanya ngekek tanpa putus selama lomba. Jika disebut sebagai burung yang (hampir) menyamai dengan Si Legenda, di Jatibarang Brebes, beberapa waktu yang lalu telah muncul  “Andien”, lovebird betina milik Om Avan Jangkung.

Di Brebes, Tegal, dan sekitarnya, kicau mania mana yang belum pernah mendengar nama “Andien” ? “Andien” adalah lovebird jenis lutino mata hitam, suara kekekannya lain dari yang lain, “Andien” fasih mengeluarkan suara belalang, dengan durasi 40” lebih, bahkan sampai 60”,  dengan spasi yang sangat rapat ketika di lapangan, tidak heran jika “Andien” sering menjuarai setiap even. Untuk tingkat latber Om Avan jarang membawa  “Andien” turun ke lapangan, hanya even-even minimal latpres lah, “Andien” diturunkan.

Bagaimanakah Om Avan bisa sampai mempunyai burung seperti itu ? Ketika ditanya, Om Avan sempat bingung menjawabnya, yang jelas, pada awalnya burung diperoleh dari kawannya beberapa tahun yll, Dia sendiri tidak tahu kalau burung yang diperolehnya itu mempunyai durasi ngekek yang lumayan panjang, di atas rata-rata.  Tetapi ketika burung dibawa ke lapangan, “Andien” tidak pernah juara, jangankan juara, ngekek saja hanya dalam hitungan 5 jari. Akhirnya burung hanya di gantung di pojok belakang rumah. Hanya diganti pakan dan air minum yang ditambah dengan Ebod Jos setiap hari. Setelah beberapa bulan, tidak sengaja Om Avan mendengar suara seperti walang, ternyata suara bersumber dari lovebird miliknya, “Andien”. Mulai dari situ lah “Andien” sering dibawa turun ke lapangan, pada awalnya hanya ngekek biasa saja, tetapi karena seringnya dibawa ke lapangan, ketemulah setelan si “Andien”, dan mulai lah latber/latpres dimenanginya.

Sampai sekarang sudah banyak even tingkat regional maupun nasional diikuti, dan sudah puluhan tropi kejuaraan diperolehnya. Dengan durasi dan keunikan suara yang dikeluarkan, banyak pelamar untuk meminang “Andien”, nilainya pun tidak sedikit, puluhan juta. Namun Oleh Om Avan Jangkung, nama bekennya, belum diberikan. “Bukan masalah uangnya, tapi “Andien” sudah merupakan bagian dalam keluarga.” Kata Om Avan, laki-laki 28 tahun asal Jatibarang Brebes ini. (Yus-tegal)