MURAI BATU SIMALUNGUN – KUNCI STABIL JUARA DAN BISA MAIN SETIAP MINGGU

183
Simalungun Double Winner Di Dunia Hitam Putih

Pencapain Simalungun saat ini adalah efek Kombinasi tepat antara “Cacing, Cilung dan banyak Sabar”

Cikarang (04/02/19), beberapa bulan terakhir wilayah ini dibuat gempar dengan penampilan murai batu Simalungun milik Om Hasan Pambudi. Tampil nyaris selalu sempurna dengan gayanya yang khas, nagen, membawakan lagu dengan tersusun rapi, ngeroll nembak, membuatnya tak pernah lepas dari perhatian juri. Penampilan terakhir adalah saat ikut meramaikan Nanjung 105  Cup yang digelar di Purwakarta (03/02/19), turun dua sesi berhasil menjadi juara 3 di kelas Nanjung 105 dan juara 1 dikelas BnR Purwakarta.

“Sengaja hanya turun dua sesi, cuaca tidak memungkinkan (hujan deras) kasian burung kalo di paksa” ujar om Hasan Pambudi saat dihubungi.

SIMALUNGUN – Nanjung 105 Cup – Juara 1 dan 3. Tampil maksimal walau hujan deras.

Menurut Om Hasan Pambudi salah satu kunci tampil stabil adalah sabar, tidak memaksakan burung untuk turun berlomba. Menurutnya terkadang kita lupa, burung juga mahluk hidup yang punya rasa, akhirnya kita hanya mengekpoitasi burung hanya demi gengsi dan materi. Burung juga ada sehat, sakit, nyaman dan tidak nyamannya, kita sebagai penghobi otomatis adalah sebagai penyayang. Oleh karenanya kita harus bisa memposisikan diri sebagai burung tersebut, niscaya kita akan mendapat burung yang stabil. Contoh kecil sering kita dengar obrolan pemain, atau status pemain di FB saat memajang piagamnya, “Alhamdulillah masih mau bunyi, datang langsung gantang” secara logika, burung habis perjalanan pasti lelah, tenaganya di gunakan untuk mencengkram tangtringan agar tidak jatuh, oleh karenanya kasihan kalo langusung di lombakan, seperti halnya manusia lelah sehabis marathon lalngusung di suruh membajak sawah, bisa saja tapi sehabisnya itu badan pasti akan mengalami kelelahan yang amat sangat, Imbasnya kedepan, burung tidak tampil maksimal lagi.

Om Fauzan & Om Arif mengawal Simalungun di Nanjung 105 Cup.

Simalungun sendiri adalah sebuah saksi proses kesabaran, burung rawatan selama empat tahun yang didapatnya dari Sibolga. Didapat saat masih muda, dengan bulu merah trotolnya masih ada. Om Hasan Pambudi merawat karena melihat bakat yang ada, katurangan, volume dan mental.

“Kalo niat buat main harus kita lihat bakatnya, katuranggan, volume jadi tidak sia-sia kita merawatnya, meskipun lama tapi hasilnya juga akan maksimal dan juga harus sabar tentunya tarutama untuk burung fighter seperti murai batu,  burung masih muda jangan kita paksa untuk sering-sering main”

Hasil Sebuah Kesabaran – SIMALUNGUN

Saran untuk memainkan burung muda adalah jangan terlalu mengekpiotasinya, boleh sesekali dimainkan saat kondisi burung sedang benar-benar fit itu pun cukup main setingkat latberan. Menurut Om Hasan ketika burung muda bertemu burung yang lebih mapan apabila tidak kuat-kuat mental maka akan drop, kedepan akan susah stabil untuk tampil di lomba. Simalungun sejak awal tidak pernah di paksa untuk main, saat masih muda hanya dimainkan sesekali saja, hasilnya bisa dilihat saat ini.

Prestasi Simalungun di tinggat nasional belum begitu banyak karena memang sengaja dimapankan terlebih dahulu di tingkat latberan. Beberapa prestasinya adalah Juara 1 Piala Bupati Bekasi Tahun 2017, Doble Winner (Juara 1) Bekasi Vaganza. Yang terbaru Double Winner (Juara 1) Event Dunia Hitam Putih (27/01/2019) dan seminggu kemudian Event Nanjung 105 Cup (03/02/2019) Juara 1 dan 3.

Double Winner – Saat Menggemparkan Dunia Hitam Putih

Benar benar memperhatikan kondisi burung jagoanya, hal itu terlihat saat   di lapangan, terlihat seperti saat di Event Dunia Hitam Putih, datang dua sesi sebelum sesi murai, tapi Om Hasan Pambudi lebih memilih mengistirahatkan Simalungun untuk main disesi berikutnya. Terbukti di sesi tersebut Simalungun tampil maksimal dan menjadi juara 1. Berikut penampilan nya saat mengemparkan dunia hitam putih.

SIMALUNGUN – MURAI BATU YANG BIKIN ONAR DI DUNIA HITAM PUTIH

 

Untuk rawatan harianya Om Hasan Pambudi tak segan untuk berbagi, karena menurutnya setiap burung mempunyai pola perawatan yang cocok masing-masing. Jadi pola rawat dari burung lain sebaiknya hanya dijadikan referensi saja.

Rawatan harian Simalungun terbilang mudah, hanya Jangkrik (JK) 3ekor setiap sore, mandi seminggu sekali (tergolong murai yang susah mandi) Om Hasan Pambudi tidak pernah memaksanya untuk mandi. Untuk voer dahulu menggunakan voer impor tapi setelah mengenal Nanjung 105 beralih menggunakan Nanjung 105 dari Ebod Jaya.

Simalungun Tergolong Burung yang susah mandi.

“Nanjung 105 cocok untuk Simalungun, birahinya jadi stabil dan juga jadi ngirit jangkrik sehari cukup 3ekor” ujar om Hasan.

Sedangkan untuk setingan menjelang lomba adalah sebagai berikut :

H-1

  • Pagi jk 3, siang kroto ½ cepuk
  • Sore jk 6
  • Malam mandi (wajib) jk 6, kroto ½ cepuk no.2

Hari H

  • Pagi mandi, Cacing 3ekor, Kroto ½ cepuk no.2 , jk 3

Di lapangan

  • Begitu sampai burung cukup di kondisikan supaya tenang, agak menjauh dari burung lain, untuk menyimpan tenaga.
  • Saat mau naik 3 sesi sebelumnya jk 3, ulat hongkong (uh) 10, cilung 1.
  • Begitu turun lomba cilung 2, jk 3.
  • Tangkringan selalu di semprot agar basah.

Pemberian vitamin selalu rutin, saat ini Om Hasan rutin memberikan Ebod Strong untuk Simalungun, karena menurutnya cocok untuk kondisi ekstrim saat musim hujan.

“Dulu menggunakan pakan dan vitamin impor, paling top menggunakan Ebod Vit, tapi saat ini ternyata produk ebod itu lengkap. Yang terbaru Ebod Strong itu semacam jamu untuk menjaga kondisi badan. Saya suka lihat testomini pa Haji Ebod 10tetes untuk diminum, saya coba ternyata benar, hangat di badan, kalo aman untuk manusia berarti aman untuk burung. Begitu saja sebenarnya prinsipnya” papar om Hasan menjelaskan manfat vitamin untuk jagoanya.

Efek Cacing, Cilung, Nanjung 105 dan Ebod Strong

Om Hasan Pambudi sendiri adalah Katua Korwil APBN Bekasi Raya, dan sangat rajin mengkampanyekan penggunaan murai ring untuk lomba dan “Stop Burung Tangkapan Hutan” oleh karenanya kedepan Simalungun akan dijadikan materi indukan untuk penangkaranya karena Simalungun sendiri adalah burung non-ring. Untuk yang ingin mengenal lebih jauh tentang pola rawat jagoan-jagoan Om Hasan Pambudi dapat melalui FB Hasan Pambudi, atau WA 087779042999