Om Ade bukan membeli burung jadi, melainkan trotolan yang dirawatnya seperti anaknya sendiri penuh ketelatenan, juga kasih sayang. Dari pengalamannya inilah, dia ingin berbagi rawatan murai batu.

Merawat murai baru sejak trotolan umur 3 bulan hingga bisa menjadi jawara tentu memberi kepuasan tak ternilai bagi pemiliknya. Hal itulah yang dirasakan Om Ade. Burung yang dibeli pada umur 3 bulan, murai Rocker, sudah moncer di lapangan saat berumur 10 bulan. Padahal gaco ini baru genap berumur 1 tahun, namun sudah empat kali meraih juara.

Om Ade saat itu memang berminat membeli trotolan murai batu trah jawara. Dia lalu berkunjung ke beberapa penangkar. Akhirnya, atas rekomendasi sahabatnya, dia membeli seekor trotolan murai batu dari penangkar di Subang.

Perawatan intensif dilakukan sejak masih trotolan, yang akhirnya membuahkan hasil maksimal. Rocker  mulai berprestasi ketika menginjak umur 10 bulan. Debut perdana diawali dengan meraih juara 1 dalam Latpres Azka team, Kalijati.

Sepekan kemudian, Rocker diturunkan lagi di lapangan yang sama, khusus di kelas murai batu muda, “Alhamdulillah, moncer lagi, meski juara kedua,” ujar Om Ade.

Dua pekan berikutnya, Rocker mampu meraih juara 1 dan 2 dalam event Patung Semar Cup 1. Rocker genap berumur setahun. Sampai saat ini belum pernah mabung, hanya ganti bulu trotol ke bulu dewasa.

Lantas, bagaimana kiat Om Ade mengorbitkan murai bocah itu hingga berprestasi di lapangan? Nah, inilah yang ingin dibagikannya kepada Anda.

Perawatan murai batu Rocker

Dengan penuh kesabaran dan ketelatenan, Om Ade merawat Rocker sejak berumur tiga bulan. Selain voer sebagai pakan utamanya, Hector setiap hari diberi jangkrik, dengan porsi 8 ekor pada pagi hari dan 7 ekor pada sore hari.

Kroto diberikan dua hari sekali, dengan porsi 1 cepuk. Selain itu, dua kali dalam seminggu, Om Ade juga memberikan ikan kecil-kecil sebanyak 3 ekor.

Setiap pagi, mulai pukul 05.00 hingga 06.00, burung rutin dieambunkan. Setelah itu mandi di karamba. Selanjutnya dianginkan sebentar, dan dijemur secara sipintas ( hanya sekitar 15 menit saja).

Beres dijemur, burung dianginkan lagi. Setelah itu diistirahatkan dalam ruangan dalam kondisi sangkar dikerodong, sambil didekatkan dengan burung-burung masteran seperti cucak jenggot, parkit, lovebird, kenari, kolibri ninja, dan sebagainya. Murai batu Rocker lebih banyak menghabiskan waktunya bersama burung-burung masterannya.

Ketika memasuki umur lepas trotol, pemasteran tetap berlanjut bahkan ditambah dengan tengkek buto, cililin, kapas tembak, serindit, dan lainnya.

Porsi jangkrik kini mulai diturunkan menjadi 5 ekor setiap pagi dan 5 ekor pada sore harinya. Mandinya cukup dua kali seminggu, dan dilakukan pada sore hari. Adapun pengembunan tetap dilakukan, dengan waktu dan durasi yang sama seperti saat masih trotolan.

Penjemuran pun ditingkatkan menjadi 30-60 menit, tergantung kondisi burung. Sehari-hari, murai batu Rocker hanya menempati sangkar hariannya, alias tak pernah menggunakan kandang umbaran.

Strong Murai Formula Ampun Probiotik Organik.

H – 1 dan hari H  mau lomba selalu di kasih 5 tetes Strong Murai ke tempat air minumnya, karena Strong Murai  karena pemberian Strong Murai untuk menjaga stamina burung supaya bisa tampil maksimal. Karena Strong Murai diracik khusus mengandung multivitamin. Kandungan lain yang terdapat di dalam Strong Murai diantaranya mineral, senyawa fenolik dan enzim. Doping Murai Alami tanpa efek samping, siap tempur, siap tanding dan siap juara.

Dengan perawatan yang konsisten dan telaten seperti itulah, Rocker mulai bersinar. Meski baru sebatas tampil dalam event latpres serta lomba latberan.

 

Pentingnya mensyukuri apa yang kita punya, karena kemewahan didunia ini tidak akan ada habisnya.