Murai Batu Nakiri, Kian Dasyat Setelah Mabung

88

Nakiri, gacoan Murai Batu milik SJAY Trans Ponorogo kian menampakkan kualitasnya. Sempat mabung beberapa saat lalu, Nakiri kini mulai nampil lagi. Berbagai event mulai diikutinya kembali, sekaligus meramaikan dan menjalin silaturahmi antar kicau mania di Ponorogo khususnya. Keganasannya dalam menghadapi lawan-lawannya, tak usah dipertanyakan lagi. Pesona Nakiri telah ditebar dalam kurun waktu belakangan ini.

Sebutan Nakiri sebagai ancaman serius dikelas Murai Batu kian dipertegas dengan berhasilnya meraih beberapa event, baik Latpres maupun event bergengsi lainnya. Prestasi terakhir, Nakiri berhasil menyabet juara 2 pada Latpres Singopatran Ponorogo.

Bisa kita simak bersama- sama. Stabilnya Nakiri dalam memboyong gelar juara hampir dalam setiap laga yang diluruknya, menandai bahwa Nakiri bukanlah burung kagetan. Pasalnya, dalam ketatnya persaingan di jenis Murai Batu, dibutuhkan burung yang bandel serta kualitas yang mumpuni tentunya.

Lalu, adakah perawatan kusus bagi Nakiri?. SJAY Trans Ponorogo sang pemilik mengakui tidak ada perawatan istimewa bagi Nakiri. “Setelah proses mabung kemarin, Nakiri sempat mengalami perubahan drastis. Nakiri jadi nakal dan juga banyak isian-isian andalannya yang hilang. Sempat bingung juga bagaiman menggembalikan kondisi Nakiri seperti semula,” ungkap SJAY Trans Ponorogo. Bertanya kiri-kanan sesama pecinta Murai, SJAY Trans Ponorogo menemukan jawaban atas kegundahannya tersebut.

Ternyata pakan keseharian sangat berpengaruh dalam kestabilan burung. Tak ma terus-terusan menelan kekecawaan pada Nakiri, akhirnya SJAY Trans Ponorogo beralih ke- pakan Nanjung 105. Voor Nanjung 105 yang memiliki banyak keunggulan ini, sangat pas untuk burung gacoan seperti Nakiri. Setelah penggunaan voor nanjung 105 selama 2 bulan, Nakiri mengalami perubahan yang sangat signifikan. Isian-isian yang sempat hilang, kini mulai kembali, bahkan isiannya dibawakan dengan dasyat. Powernya pun juga semakin keluar. Untuk menu EF kroto, cukup diberikan dua kali saja satu sendok makan. Jangkrik juga diberikan setiap pagi dan sore masing-masing 3 ekor.

Sejumlah event bergengsi siap dilawat oleh Nakiri. Dibenak Murai mania, jelas terekam kualitas materi isian Nakiri yang mewah. Isian Jalak Suren, Rambatan, Cililin, Gereja tarung, Kolibri, Love bird dan Kenari, tak pernah ketinggalan dalam memori Nakiri.

Semoga, Nakiri semakin stabil dalam penampilannya selanjutnya. Usia muda dengan jam terbang yang bisa dikatakan masih minim, membuat nama Nakiri layak disebut sebagai burung masa depan, yang diharapkan mampu mengharumkan kota asalnya Ponorogo. “Semoga saja bisa sesuai harapan,” pungkas SJAY Trans Ponorogo.