Murai Batu “Jubah Hitam” Sabet Double Winner di Launching Lapangan Ronggolawe Sriwalk Palembang

492

PALEMBANG – Murai batu bernama Jubah Hitam tampil menggila melawan puluhan burung lainnya dalam lomba burung berkicau dan launching lapangan Ronggolawe Sriwalk, Minggu (17/2/2019). Bahkan Jubah Hitam menyabet double winner turun di dua kelas yakni Kelas Sriwalk (tiket Rp 100 ribu) dan Kelas Bejo (tiket Rp 70 ribu).

Aksi Jubah Hitam ini membuat pemiliknya, Ade Afriansyah (37) tersenyum sumringah dari kejauhan. “Senang sekali bisa juara, apalagi bisa double winner dan lawannya juga main bagus semua seperti Depati Angon dan Naruto,” katanya saat dibincangi MediaRongolawe.id

Ade menceritakan, murai batu moliknya tersebut baru satu tahun dirawatnya. Ia membeli burung tersebut dari Wijaya S (Brothers BC). “Umur Jubah Hitam sekarang sekitar 10 tahunan dan memang burung juara,” jelasnya.

Bahkan sebelumnya, Jubah Hitam juga meraih Double Winner pada acara Festival Buah dan Pertanian di Griya Agung Palembang, Minggu (13/1/2019). “Kami satu keluarga main burung semua, istri dan anak juga ikutan main burung,” kata karyawan Refinery Unit 3 Plaju ini.

Ade menuturkan, ia punya 10 ekor murai batu. Namun di rumah hanya Hubah Hitam saja yang dirawatnya. “Kalau yang stabil ada enam ekor yakni Jubah Hitam, Messi, Hector, Mat Solar, Seven dan Tebas,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, jarang menurunkan berbarengan burungnya. “Kalau turun bareng, pasti jubah hitam saja yang bunyi, yang lainnya diam saja. Kalau Jubah Hitamnya diam, burung lain juga ikutan diam saja. Jadi saya turunkan secara bergantian saja,” katanya.

Perawatan murai batu moliknya dilakukan sejak pagi hari. Mulai dari embun pagi, jemur, mandi sendiri tiap sore. “Kalau pakan saya pakai jangkrik dan kroto. Juga pakai produk voer dari Ebod yakni Nanjung 105,” jelasnya.

Ade mengungkapkan, Nanjung105 adalah voer premium yang mengandung serbuk jangkrik dan belalang yang telah dikeringkan. “Jadi dapat mengganti protein yang terkandung di kroto dan jangkrik,” jelasnya. Namun untuk jangkrik utuh maupun kroto tetap diberikannya saat rawatan harian maupun jelang lomba.

 

Selain Nanjung 105, Ade juga menggunakan produk Ebod lain yakni Ebod Strong. “Dikasih saat jelang lomba saja. Biar tambah greget dan staminanya bisa terjaga,” kata pria yang baru main murai batu enam tahun terakhir ini.

Sebagai pemain murai batu, Ade berharap akan banyak lagi kicau mania yang bermain murai batu. “Semoga bisa makin ramai lagi yang main murai batu dan makin banyak lagi even-even lomba berkicau,” harapnya.

Sedangkan Ketua DPW Ronggolawe Sumsel, Novriansyah mengatakan, lapangan baru ini diharapkan bisa lebih memajukan dunia burung berkicau di Palembang. “Tiap tahun penggemar burung berkicau di Sumsel, khusunya di Palembang itu terus bertambah. Jadi lapangan baru ini diharapkan bisa jadi fasilitastor bagi penggemar kicau mania,” katanya disela acara.

Adanya lapangan Ronggolawe Sriwalk ini menambah jumlah lapangan Ronggolawe di Sumsel sebanyak 24 lapangan. “Acara ini targetnya 500 peserta. Tapi nyatanya yang ikut ada 900 hampir seribu,” ungkapnya.

Ketua Penyelenggara, Regen Nusantara, menambahkan, untuk lapangan Sriwalk sudah berjalan hampir 2 bulan. “Latberan rutin tiap Kamis, lalu hari ini (kemarin) kami adakan launching. Ya tujuannya sekalian promosi dan mengenalkan produk properti ruko ,cafe & resto, yang lagi tahap pembangunan,” jelasnya.

Regen menuturkan, kemungkinan akan diadakan even akbar kembali.  “Apalagi acara ktadi (kemarin), dari peserta alhamdulilah mereka puas, baik dari pelayanan maupun dari penjurian, fairplay, & sponsor yang ikut mensupport juga merasa puas. Next mereka mau support lagi kalau ada even burung di Sriwalk,” urainya.

Selain itu, Regen menambahkan mega latber rasa latpres tersebut khusus di kelas murai batu, kacer dan lovebird hampir full gantangan.

Pada lomba ini, peraih predikat SF diraih Bintang SF. Sedangkan predikat BC diraih Plaju BC.