Murai Batu Geger, Prestasi Sempat Merosot, Kini Siap Gegerkan Gantangan

43

Geger, nama yang cukup unik untuk seekor gacoan. Agung Benjoe sang pemilik Geger, awalnya sekedar iseng saja menamai gocoan barunya yang berjenis Murai Batu ini. Sebelumnya, Agung Benjoe dikenal luas sebagai pemain Kacer berkualitas. Kalau pada jenis Kacer, hampir semua Kacer mania Jalaratu telah sangat mengenalnya sebagai biangnya Kacer. Sekedar ingin mencoba tantangan baru, diboyongnya Murai Batu Geger dari salah sahabat baiknya.

Berharap memiliki Murai Batu yang siap nampil, tapi harapannya belum sesuai dengan harapannya. “ Tak apalah, mengorbitkan burung memang tidaklah mudah “, tandas Agung Benjoe. Sejatinya, Geger sempat nampil beberapa kali sebelum akhirnya mengalami kendala. Lantas, kendala apa sih yang dialami Geger?. Sambil duduk santai di tempat usahannya, Agung Benjoe sedikit bercerita kelebihan dan kekurangan Geger dari awal ia boyong ke markasnya, hingga merosotnya penampilan Geger beberapa waktu yang lalu.

Soal materi isian, Geger sangatlah komplit. Lagu wajib yang pasti selalu dibongkar diatas adalah Cililin dan Kapas tembak, dengan variasi isian burung- burung alasan seperti Sogok ontong dan Pleci. Kebetulan, volumenya juga dahsyat dan didukung oleh gaya ngeplaynya yang satu titik.

Kelebihan pada mental fighternya, semakin menjadi nilai plus bagi Geger. Nyampai lapangan saja, sudah nembak- nembak seakan ingin melahap lawan- lawanny. Sepadan dengan karakter beringasnya, hasil diatas gantanganpun sesuai dengan harapan.

Beberapa pekan berlalu, ada hal yang membuat hati Agung Benjoe galau tingkat dewa. Geger yang dulunya tampil nagen dengan ngeplaynya yang indah, tiba- tiba berubah jadi liar dengan sering ngeruji. Berbagai cara dicobanya, namum belum menampakkan hasil yang diinginkan. Mulai dari merubah pemberian EF, mengurangi jemuran dan juga mengganti voer hariannya. Pilihan terakhirmerubah pemberian EF, mengurangi jemuran dan juga mengganti voer hariannya. Pilihan terakhir, Agung Benjoe memberikan voer dari Ebod Jaya yang sekarang sedang diburu banyak penggemar murai. Voer Nanjung 105 ini, sekarang menjadi santapan Geger sehari-hari.

Selama pemakaian kurang lebih satu bulan, Geger yang sekarang dipercayakan dirawat oleh DJ Al, mulai menampakkan karakter semula. “Ngrujinya sudah berangsur menghilang, sudah tidak nakal lagi. Semenjak menggunakan voer Nanjung 105, perawatan Geger juga kembali keperawatan awal. Mandi dan jemur setiap pagi, cuma yang membedakan dalam pemberian EF saja. Sebelum pakai Nanjung 105, pemberian jangkrik 8 ekor sekali makan dan sekarang tinggal 4 ekor jangkrik sekali makan. Kroto juga saya berikan seminggu dua kali. Padahal kroto segar disini agak susah nyarinya. Untuk kroto sekarang cuma seminggu sekali saja cukup 2 sendok,” ungkap DJ Al sang perawat.

Harapan Agung Benjoe, dengan pemakaian Nanjung 105 ini, Geger bisa segera pulih dan kembali pada karakter awalnya. Dapat kembali meramaikan kelas Murai dan bersaing kembali dengan para rivalnya. Pesan Agung Benjoe untuk para kicau mania semuanya, pahami terlebih dahulu karakter dari masing-masing gacoannya. Jangan mudah menyerah apabila gacoan anda tiba-tiba macet bunyi atau belum stabil dilapangan. Salam kicau mania…