Mediaronggolawe.id, Perawang-Siak – Murai Botres milik om Rony ini memang sangat stabil dari pekan ke pekan. Botres adalah singkatan dari Bocah Stres begitu om Rony memberi nama Murai ini. Murai Botres berhasil menjadi jawara double winner di lomba Perawang Berkicau with Tengku Muhammad pada hari minggu (20/01/19) bertempat di halaman kantor camat lama kota Perawang kabupaten Siak Riau.

Ada tiga kelas murai batu yang diperlombakan, yakni murai batu ebod jaya, murai batu nanjung, dan murai batu ebod vit. Botres berhasil menjadi juara di dua kelas yang diikutinya yakni di kelas murai batu ebod jaya dan murai batu ebod vit yang loss gantangan, sedangkan di kelas murai nanjung, murai Botres tidak diturunkan oleh om Rony. Dikelas murai batu ebod jaya, murai Botres menjadi juara mengalahkan murai terbaik pada saat itu, dimana murai ini dari awal sampai akhir memang dominan. Di kelas kedua pun demikian, murai ini memang tampil apik dan tanpa jeda dengan tonjolan tembakan kenari dan cililin yang fasih.

Om Rony yang berprofesi sebagai notaris di Pekanbaru memang bukan pemain baru di dunia kicaumania, beliau sudah menggemari dunia kicauan dari kecil. Seringnya beliau ikut orang tuanya berlomba, membuat om Rony semakin tergila-gila dan menjadi kicaumania cilik waktu itu. Awal tahun 1992, beliau sudah ikut ke lapangan bersama Bapaknya yang tak lain sudah hoby juga di dunia kicauan. Tahun 1998 adalah perdana beliau menggantang murai batu di iven acara PBI di Sumbar, beliau pada saat itu sudah mengorbitkan murai Peyot dan murai batu Tonk-tonk yang pernah juara pada acara PBI di Payakumbuh Sumatera Barat.

Keasyikan dalam kicaumania membuat om Rony tidak fokus ke pendidikannya. Oleh karena itu, om Rony sempat vakum di dunia kicau untuk menyelesaikan kuliah nya di jakarta. Beberapa tahun kemudian om Rony pindah ke Pekanbaru dan beliau kembali lagi kedunia kicau dengan membeli sejumlah murai batu. Murai batu yang direkrut om rony harus diseleksi dulu olehnya, apalagi sekarang pakem penilaian murai batu pun sudah berubah, berbeda dengan pakem penilaian waktu dulu.

Murai Botres memang murai batu yang bandel, perawatan murai ini sangat sederhana sekali. Murai ini mandi cukup dua kali seminggu, perawatan harian cukup pagi 5 ekor jangkrik dan sore pun sama yakni 5 ekor jangkrik, sedangkan untuk lomba cukup dengan penambahan satu ekor ulat hongkong dan itu pun lihat dari cuaca. Bila cuaca dingin baru diberikan ulat hongkong.  Murai yang minggu kemaren meraih juara kedua di ivent Arema CUP III ini pernah ditawar mencapai 35juta, tapi om Rony masih belum melepasnya. Misalnya ada kicaumania yang ingin serius meminang murai batu ini, beliau baru akan melepasnya dengan harga 50 juta. (efn)