Mediaronggolawe.id, Pekanbaru  – Pemuda yang bersahaja dan penuh keramahan ini terus melempar senyum kepada jurnalis mediaronggolawe.id ketika lovebirdnya menjadi juara di latber Mandan Ronggolawe, selasa (12/02/19) bertempat di Kartama Pekanbaru. Beliau sangat gembira dan senang hati melihat lovebird Oding tampil begitu dominan dalam pengumpulan poin dan berhasil mendapatkan poin tertinggi di latberan sore itu. Hasilnya adalah Lovebird Oding berhasil menjuarai kelas lovebird paud ebod strong dengan total poin tertinggi pada kelas tersebut.

Lovebird Oding kepunyaan Ocu Eko ini adalah lovebird paud, beliau menjelaskan bahwa lovebird ini memang mempunyai ciri khas yakni sekali ngekek panjang dan jedanya rapat sekali. Sangat wajar sekali bila juri memberi bendera poin merah 2 stik dalam satu tarekan ngekek. Lovebird ini sangat receh sekali, mainnya tenang dan sekali-duakali aja lompat, seterusnya tenang sekali. Biasanya lovebird paud atau muda banyak yang receh tapi sedikit lasak pada saat lomba.

Untuk itu Ocu Eko, sering membawa oding ketempat lomba biar birahinya terus stabil, apabila stabil birahinya maka burung akan memenangkan lomba. Beliau juga menjelaskan kepada pewarta, bahwa kunci utama main lovebird muda atau paud yakni adalah kestabilan birahinya, apabila tidak stabil birahinya maka akan melompat-lompat aja digantangan.

Om Eko ini kenapa dipanggil Ocu, karena Ocu adalah panggilan Abang yang digunakan orang Kampar Riau untuk suatu penghormatan bagi seseorang lelaki. Ocu Eko sudah sangat Familiar bagi kicaumania Riau khususnya Pekanbaru, dan kicaumania sudah tahu sosok beliau dalam kesehariannya.

Saat ditemui khusus untuk diminta keterangan, Ocu Eko memberikan perawatan oding dalam kesehariannya. Beliau menuturkan “untuk perawatannya seperti lovebird biasa lainnya yakni menggunakan milet putih Ebod Miltih, terus mandinya jam 3 sore menggunakan cepuk mandi, untuk pagi hari hanya disemprot saja. Untuk Oding sendiri memang harus pakai kandang koloni  dengan pasangannya, kemudian untuk penjemuran pagi, cukup satu jam saja. Untuk settingan lomba, hanya menggunakan jagung dan miltih saja, satu sesi mau naik baru disemprot halus tenggerannya dan bawahannya. Lalu dicabut untulannya berlahan-lahan dan dinaikkan kegantangan,” tutup beliau mengakhiri.

Begitulah Ocu Eko menjelaskan, bagaimana dia comeback bersama Lovebird Oding. Mudah-mudahan lovebird ini stabil kedepannya, menunjukkan prestasi-prestasi dan bisa membanggakan beliau. (efn)