Mewahnya Jalak Suren Bernama Rajo Ini

302

PALEMBANG – Kicau mania di Palembang pastinya kenal dengan murai batu yang satu ini. Pasalnya, murai batu ini punya segudang prestasi bahkan anakannya jadi incaran pemain.

Jalak Suren bernama Rajo milik Prayogi dari Hercules Bird Farm Palembang.

Nama murainya Aryo Jeger, asli ber-KTP Medan. Pemiliknya Prayogi dan juga owner Hercules Bird Farm (BF) Palembang. MediaRonggolawe.Id berkesempatan melihat langsung murai batu yang saat ini sudah ditangkarkan.

Prayogi menceritakan, Aryo Jeger dibeli dari pemiliknya bernama Giman atau biasa dipanggil Lek Giman pada tahun 2008. “Lek Giman dapatnya dari tangkapan hutan. Dulu gak mau dijual sama beliau (Giman/red), tapi akhirnya mau dilepas juga. Dulu saya mahar Rp 5,5 juta,” ceritanya pada MediaRonggolawe.Id, beberapa waktu lalu.

Jalak suren bernama Rajo milik Prayogi dari Hercules Bird Farm Palembang.

Berhasil mendapatkan Aryo Jeger, Prayogi mengaku tidak buru-buru untuk mengikutkannya ke tempat lomba. “Tahun 2010 baru mulai ikut lomba dan mulai juara, malah menyabet double winner,” terang pemilik Perfecto Gym ini.

Prayogi menceritakan, dirinya saat itu belum dikenal sebagai pemain murai batu. Namun ia menjadi terkenal setelah Aryo Jeger juara.

“Waktu pesan tiket itu saya minta gantangan tengah di antara burung-burung juara. Mungkin panitianya kaget dan mengira burung saya ini burung mewah alias burung juara. Karena kalau burung yang baru ikut gantang biasanya main di pinggir. Tapi saya nekat saja, kalah menang saya terima,” ungkapnya.

 

Kenekatannya itulah yang membuat dirinya dilirik pemain murai batu lainnya. Pasalnya, Aryo Jeger menunjukkan prestasinya saat di tempat lomba.

“Karena itulah Aryo Jeger mulai banyak yang nawar. Abis ikut lomba pertama saja sudah ditawar Rp 150 juta. Yang nawar juga banyak, ada dari Kalimantan, Surabaya dan terakhir orang Jakarta nawar hampir setengah miliar, Rp 435 juta,” ungkapnya.

Untuk masteran Prayogi mengaku punya banyak sekali jenis burung di rumahnya. “Untuk pemasteran burung-burung bahan saya memulai dengan burung kecil, ontohnya pijantung, sirih-sirih, kolibri kelapa dan gereja,” jelas Prayogi.

Jalak suren bernama Rajo milik Prayogi dari Hercules Bird Farm Palembang.

Ia melanjutkan, setelah menjelang dewasa dilanjutkan degan masteran burung ukuran yang agak besar seperti rio-rio, air mancur, kenari, jenggot dan kapas tembak. “Kemudian lanjut ke masteran besar seperti celilin dan masteran-masteran besar yang lain,” tambah baoak dua anak ini.

Menurut Prayogi, burung masteran ada baiknya burung asli dan dipilih yang terbaik. “Kalau masterannya bagus, nanti murai batu yang masih bahan bisa mudah menyerap kicauan dari burung masteran dan isiannya mendekati aslinya,” jelasnya.

Salah satu burung masteran miliknya yakni jenis jalak suren bernama Rajo. Burung ini ia dapatkan dari kicau mania bernama Adies dengan mahar Rp 4 juta. “Sekarang harganya sudah mencapai Rp 10 juta dan ditawar orang dari Jambi itu,” jelasnya.

Jalak suren bernama Rajo ini menurut Prayogi sangat jinak dan tidak terbang saat dikeluarkan dari dalam kandang. “Bisa main-main di tangan sambil mengeluarkan isiannya (seperti dalam video/red),” katanya.

Prayogi, pemilik murai batu Aryo Jeger menunjukkan produk Ebod Jaya berupa Ebod Vit dan Voer Ronggolawe yang selalu diigunakan untuk burung kesayangannya. Foto diambil saat berada di kediamannya, Selasa (25/6/2019)

Saat ini menurut Prayogi, Rajo sudah berusia lima tahun dan jadi burung kesayangannya di antara burung masteran lainnya.