Merawat Murai Batu Saat Musim Hujan Agar Tidak Mudah Drop

100

 

Hingga saat ini, musim hujan masih berlangsung, bahkan intensitasnya cenderung naik, Murai Mania perlu waspada. Kondisi yang basah atau lembeb, bisa menjadi tempat berkembangnya sumber berbagai penyakit.

Dimusim seperti ini, potensi burung menjadi sakit dan mudah drop kondisinya menjadi lebih besar. Hal seperti ini juga sangat disadari oleh Om Bendot, yang baru – baru ini tengah menikmati sukses mengantar tersayang, salah satu gaco murai batu orbitannya.

Terakhir ditampilkan, tersayang, gaco murai milik Bendot langsung menjadi bintang lapangan di PSG Cup Gabusan, DIY beberapa waktu yang lalu. Dimana waktu yang bersamaan, cuaca buruk melanda, hujan sepanjang hari terus mengguyur di sekiatar lapangan lomba. Itu sebebnya sejumlah antisipasi sudah diakukan sejak awal musim hujan.

“ Awal musim hujan, karena belum menentu, kadang panas, kadang justru tiba – tiba hujan deras, atau orang – orang memberi istilah sebagai musim pancaroba. Sebagai penghobi, kita dituntut lebih teliti dalam menjaga burung peliharaan kita “ jelas Bendot ketika ditemui

Burung murai batu sendiri, khususnya untuk dikonteskan,  dalam hal perawatannya harus menyertakan treatmen penjemuran, jadi dimusim hujan intensitas penjemurannya jadi berkurang. “ kadang, bahkan sama sekali tidak bisa menjemur, karena tidak ada sinar matahari. Kalau hal seperti itu terjadi menjelang lomba, tentu kita harus pintar – pintar putar otak, bagaimana menyeting burung agar tetap On pada saat digantangkan “

Berbagai alternatif untuk menyeting murai batu agar tetep On bisa saja dicoba. Namun menurut Om Bendot, hal yang paling mendasar adalah memastikan kondisi burung benar – benar bugar atau fit.

“ Pada saat mau menyeting atau mempersiapakan burung ke lomba, maka hal yang paling dasar yaitu memastikan kondisi burung, apakah siap atau fit, sebab mau di seting dengan cara apapun, jika burung tidak sehat ya percuma, sudah bisa dipastikan tidak bakal maksimal ketika ditampilkan “ tutur Om Bendot menambahkan

Salah satu kunci menjaga kesehata burung, menurut Om Bendot adalah tergantung jenis asupan pakan yang kita berikan, baik asupan pakan dan minum, keduanya harus bersih, sehat dan memiliki kandungan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh burung.

Air minum contohnya, harus benar – benar bersih, seperti halnya apa yang kita konsumsi, sebaiknya berasal dari air matang, bukan air mentah dari sumur. Pakan harian atau voer, sebaiknya diberikan yang mempunyai kandungan nutrisi penting, seperti Voer Premium Nanjung 105 yang mengandung ekstrak serangga, buah – buahan dan herbal yang sangat dibuuhkan oleh burung, tanpa asupan EF jangkrik & kroto sekalipun.

Penyimpanan pakan, sebaiknya juga dilakukan dengan baik, “ kalau kemasan sudah kita buka, sebaiknya masukan kedalam toples ataupun tempat tertutup lainnya agar kondisinya tetap kering “

Om Bendot menambahkan, selain pola pemberian pakan yang rutin, ruang penyimapanan burung juga diperhatikan, misalnya pilih tempat yang agak kering, “ saat malam hari, usahakan burung beristirahat dengan tenang, caranya sangkar bisa dikrodong, lampu dimatikan  “

Dengan pola perawatan sederhana yang diterapkan Om Bendot, tak ayal membuat tersayang siap ditampilkan kapan dan dimana saja, meski dalam keadaan hujan sekalipun.