MC “GACOR” Om Prabu – Salah Satu Kunci Sukses Piala Indonesia 3

Om Prabu - MC "GACOR", salah satu kuncisukses Piala Indonesia 3

Bekasi (04/08/2019) tidak ada yang menyangka akan kejadian pada hari itu, pemadaman listrik total hampir sepulau Jawa. Saat event berjalan tanpa listrik otomatis semua tidak berfungsi, lampu dan pengeras suara. Jarang yang menyadari pengeras suara adalah salah satu hal yang sangat vital. Dengan pengeras suara MC akan memberitahukan jadwal setiap sesi yang akan di mainkan. Seperti kita ketahui, untuk burung-burung tertentu para pemain akan menyimpan burung jagoanya di tempat yang jauh. Sehingga tanpa pengeras suara akan sangat merepotkan dalam mengumunkan jadwal kelas yang akan dimainkan.

Setiap sesi pemain sudah stanbay, dan selalu memantau jadwal yang dilombakan.

Apalagi untuk gelaran sekelas Piala Indonesia 3, dengan cakupan area yang luas akan sangat sulit apabila tanpa pengeras suara. Namun disaat panitia kesulitan mencari genset untuk sumber daya listrik dan toa untuk pengeras suara. Om Prabu yang bertugas sebagai MC mempunya inisiatif lain. Ia berkeliling area lomba untuk mengumumkan kelas berikutnya yang akan dilombakan. Awalnya banyak pemain yang tidak memperhatikan, atau malah banyak yang kurang pekerjaan. Namun disesi-sesi berikutnya kedatangan Om Prabu selalu ditunggu saat melintas di padock pemain sambil mengumumkan kelas berikutnya yang akan dilombakan.

“Awalnya kita pikir orang kurang kerjaan, gacor amat teriak-teriak sambil keliling. Ternyata MC lomba, keren juga.” ujar salah satu peserta yang hadir.

“Benar-benar jauh dari perhatian tapi sangat vital saat itu. Mati lampu di sesi ke lima, berarti dua puluh sesi dia kerja keras. Inisiatif nya tinggi, mau keliling mengumumkan setiap kelas yang selanjutnya akan main. Salut jarang orang bisa bekerja total seperti Om Prabu. Saya selaku ketua panitia sangat berterimakasih” ujar Om Aan Rongo selaku ketua panitai Piala Indinesia 3.

Berjalan lancar, berkat kerjasama dan totalitas team

“Sudah berusaha mencari genset tapi susah, semua dipakai karena mati lampu semua merata. Selain itu faktor komunikasi yang sangat menyulitkan, jadi benar-benar kaya kembali ke jaman primitif sehari kemaren. Untung ada om Prabru yan total dalam bekerja, inisiatifnya tinggi. Duapuluh sesi lebih, dengan kondisi tanpa pengeras suara tapi pemain bisa selalu siap di setiap sesinya. Hampir tidak ada pemain yang tertinggal mengantangkan burung. Berkat kerja keras om Prabu, juga didorong antusias pemain yang terus memonitor lapangan karena takut tertinggal menggantang burung” ujar om Dede Oesman selaku Ketua Pelaksana