Mas Arip, Dari Tukang Gantang Kepincut Jadi Juri

88

Style Arip Budiman Di Saat Tugas

Ronggolawe Nusantara, Namanya sudah sangat tidak asing lagi di kalangan kicaumania. Dari produk – produknya Ebod Jaya yang menguasai pasar dunia perburungan, sampai menjadi salah satu pelopor gantangan terbesar di Indonesia. Gantangan ronggolawe hampir menyebar di seluruh Indonesia. Dalam satu kota saja bisa berdiri sampai 6 gantangan yang di naungi oleh Ronggolawe Nusantara.

Disini kita bisa melihat bahwa Gantangan yang menggunakan Ronggolawe semakin di minati dan di cintai di kalangan kicau mania, terbukti dari selalu membludak nya antusias peminat dari gantangan Ronggolawe itu sendiri. Dari kelas latber, latpres, sampai nasional gantangan Ronggolawe tidak pernah sepi peminat.

Seolah menjadi tujuan para pecinta kicau mania. Tak tanggung – tanggung Ronggolawe Nusantara merekrut banyak sekali juri – juri yang ber kompeten dan menguasai bidang nya dalam penilaian burung berkicau. Tentunya bukan hal yang mudah untuk masuk menjadi bagian dari juri Ronggolawe Nusantara.

Karena memang perekrutan nya harus melewati tahap – tahap yang sudah menjadi ketentuan dari Ronggolawe itu sendiri. Selain skil kejujuran adalah hal yang wajib dan utama menjadi syarat untuk profesi seorang juri. Wah Ronggolawe memang tak main – main ya dalam memilih juri – juri nya.

Salah satu juri Ronggolawe Nusantara DPW Salatiga, sebut saja Arip Budianto. Di usianya yang tergolong masih muda Arip memantapkan diri untuk mengabdi sebagai bagian dari juri Ronggolawe Nusantara di Salatiga. Arip yang dulu nya adalah penjelajah gantangan ini beralih profesi menjadi seorang juri. Memantapkan hati nya menjadi bagian yang solid dari Ronggolawe Nusantara.

Dari Hobi Gantang Beralih Menjadi Pengadil Lapangan

Arip yang kesehariannya di kenal pendiam ini juga melakoni bidang breeding love bird. Jadi selain menjadi juri, dia juga sukses menjadi peternak lobebird dengan tangan dinginya. Arip sendiri bergabung bersama Ronggolawe Nusantara kurang lebih selama 1 tahun. Dengan mengikuti diklat dan skil nya yang mumpuni dalam dunia penjurian pun berhasil di pilih menjadi salah satu dari banyak nya juri Ronggolawe di Salatiga.

Tentu kebanggaan tersendiri bagi Arip bisa berdiri di bawah naungan Ronggolawe Nusantara. Bagi Arip menjadi juri adalah tugas yang tidak main – main, harus selalu menanamkan kejujuran dan keadilan dalam setiap tugas nya di lapangan. Berangkat pagi kadang pulang sampai larut malam adalah bukti kecintaanya terhadap profesi nya itu.