Levix Pram Ponorogo, Namanya Terus Diangkat Oleh AK- 47

115

Sempat sepi dari pemberitaan dunia burung, nama Levix Pram kembali melejit. Pemain asli kota Reog Ponorogo ini, dulunya identik dengan jenis burung Kacer. Setelah beberapa jagoan Kacernya terpaksa dilepas karena banyak teman yang ingin meminangnya. “Karena lebih berat pertemanan, ya sudahlah saya kasih”, kenang Levix Pram.

Berawal dari sini, Levix Pram memutuskan main dikelas paruh bengkok. Perjalanannya dikelas paruh bengkok tidaklah semulus harapannya. Mantau sana- sini, belanja Love Bird kesana kemari, tetaplah belum bisa mengangkat namanya seperti saat ia main dikelas Kacer. Tak pernah patah arang, pelan tapi pasti hoki mulai mendekatinya. Tak sengaja, Levix mendapatkan keberuntungan dengan mendapatkan jago baru berjenis Love bird. Ada feeling pada sang burung incaran, Levix pun semakin yakin pilihan nya tepat. ” Udah gatel pingin kelapangan lagi “, ungkap Levix Pram.

Burung yang belum dikasih nama itu lantas dijajal pada sebuah Latber an di kota Ponorogo. Tak disangka, penampilannya sangat luar biasa. Nembaknya deres, jeda nya tak lama, kemudian volume nya oke. Terinspirasi dari nembaknya yang deras, kemudian sang jago ia kasih nama AK-47. Kendati telah menyaksikan langsung penampilan nya, Levix Pram masih menyimpan rasa penasaran. Ini burung bagus, atau sekedar burung kagetan. Begitu kira- kira yang ada dalam benak Levix Pram.

Sejak penampilan perdananya, AK-47 kemudian coba dirawat dengan sabar dan teliti. Pengamatan karakter harian, benar- benar diperhatikan. Soal pakan sih standart, saya pakai pakan Miltih punya Ebod Jaya, beber Levix Pram. Alasannya Miltih praktis karena Miltih sangat bersih, mau nyari dimana saja, dan yang pasti udah banyak temen-temen yang makai dan hasilnya luar biasa. Tak terasa, kondisi AK-47 kondisinya kian membaik. Dirumah sudah tenang, ngekeknya juga enak. Gatel juga ingin segera melihat penampilan AK-47 yang sesungguhnya. Bukan lagi dibawa ke latberan, tapi AK-47 langsung dibawa ke Latpresan Singopatran Ponorogo. Kalau memang putus ya sekalian biar putus, kalau memang mau jadi bintang ya jadilah bintang.

Niat itu terjawab dengan hasil diluar dugaan. AK-47 justru tampil ngedan dengan meraih hasil double winner sebagai yang terbaik. Perasaan Levix pun akhirnya Plong. Ternyata AK-47 bukanlah burung kagetan. Hasil nyeri ini membuktikan bahwa AK-47 bakalan menjadi bintang masa depan. Tak terhenti disini, prestasi AK-47 makin melambung saat terus menyabet prestasi. Beberapa event Latpres di Kintamani Water Park digasaknya sebagai yang terbaik. Ditenteng ke Madiun dalam event Anniversary BOJ pun tampil sebagai juara 1 dan 2. Kemudian belum lama ini, event Surya Sangkar Cup I pun dimenanginya dengan mudah. Semoga kisah inspiratif dari Levix Pram ini bisa menjadi semangat bagi kicau mania nusantara. Kesabaran serta ketelatenan adalah kunci. Namun begitu, perawatan yang tepat juga sangat menentukan.

(ekopo-mediaronggolawe.id)