Lemah Ireng Calon Indukan Rembol BF Terus Menunjukan Taji di Kancah Lomba Nasional

Rembol BF milik Om Hasan Pambudi yang juga merupakan ketua APBN Korwil Bekasi terkenal memiliki jagoan murai yang tidak diragukan lagi kualitasnya, Simalungun dan Lemah Ireng. Kualitas keduanya sudah tidak perlu diragukan lagi, sering menjadi juara disetiap evant yang di ikutinya.

Lemah Ireng terus menambah koleksi tropi juaranya – BnR Award

“Simalungun telah lebih dulu masuk kandang ternak. Tapi belum ada hasil, udah habis 4 betina belum nemu jodoh yang cocok. ini terakhir semoga jodoh, soalnya udah akur kayanya mulai nyusun sarang bareng” ujar om Hasan Pambudi

Lemah Ireng – murai batu tangse jagoan dan calon indukan Rembol BF

Lemah Ireng juga nantinya akan diternakan, tapi menunggu kondisinya drop dulu saat udah dekat mabung kata pa Hasan Pambudi. Karena berdasar pengalaman Simalungun di jodohkan saat on fire sangat susah jodohnya. Lemah Ireng adalah murai Tangse Aceh, prestasi terakhir di ajang nasional adalah di BnR Award bulan Desember 2019 main 4 sesi menjadi juara 1.4,5 dan 8.

Pola rawat yang stabil menjadi kunci sukses burung-burung jagoan milik Om Hasan Pambudi

Manurut Om Hasan Lemah Ireng model disel, makin lama makin enak mainnya. Berbagi perawata Lemah Ireng :

Perawatanya full umbaran, sehari diusir 200x pp di kandang umbar sepanjang 6meter. Sebelum lomba 3 hari harus istirahat tidak dumbar lagi. Jangkrik 5-5, hanya jelag lomba saja dinaikan jadi 10-10. Menurut om Hasan, Lemah Ireng kuncinya diumbaran kalo tidak dimbar akan galak.

“Lemah Ireng sudah saya siapkan betina istimewa trah Raja Rimba dan Ikhlas produk BABF omTriyanto Karawang yang juga anggota APBN Bekasi. Tapi nunggu nanti birahinya drop dulu, paling dekat waktu mabung nanti” ujar Om Hasan.

Walau berstatus ketua namun om Hasan bukan sebaia penangkar yang sukses, berbanding terbalik dengan prestasinya di arena lomba. Sampai saat ini Rembol BF belum menghasilkan trotolan. Namun bukan om Hasan Pambudi namanya kalo mudah menyerah, usaha berbuah hasil dua ekor trotol perdana dari anakan Hysteria telah menetas.

Trotol prdana trah Hysteria yang juga merupakan burung prestasi.

“Saya sering disebut sebagai specialis gagal, walau statusnya ketua tapi saya belum berhasil dalam penangkaran. Namun akhirnya pecah telor juga, dua anakan Hysteria udah menetas. Ini trotol perdana yang bisa sampai besar” ujar om Hasan Pambudi.

Saat ditanya soal perkambangan APBN om Hasan menjawab dengan santai.

“Masuk organisasi itu harus dibawa santai, harus selalu berpikiran positif. Sejak awal sudah dikemukan olah Kang Ebod, beliau punya maksud dalam mendirikan organisasi ini. Salah satunya untuk ajang promosi produknya dan yang selalu saya ingat itu soal usaha mengeluarkan murai batu dari daftar hewan dilindungi. Kalo sudah bisa ditangkarkan secara masif dan masal seperti ayam, untuk apa dilindungi dan penangkarnya harus mengurus ijin. Jadi saya tekankan kepada para anggota kalo memang dirasa bermanfaat silahkan dilanjutkan dan hasilnya seperti sekarang ini, APBN Korwil Bekasi semakin kompak” om Hasan Pambudi menyikapi soal APBN yang sempat diterpa berita perpecahan.