Lb “Santri” Milik Falah, Sempat Ditawar 7,5 jt

595

Mediaronggolawe.id – Pernah terjadi perdebatan tentang penilaian lovebird,  antara ngekek panjang, sedang dan  pendek. Yang menjadi persoalan adalah seberapa besar poin yang diberikan untuk yang ngekek panjang, sedang, maupun yang pendek. Untuk sementara ini tiap EO mempunyai kriteria sendiri-sendiri. Intinya poin tertinggi jelas diberikan kepada burung yang ngekek panjang, bahkan ngekek panjang dikategorikan burung istimewa. Asumsi istimewa diberikan dengan alasan, untuk membuat burung yang mau ngekek meskipun pendek saja susah, apalagi yang berdurasi sampai hitungan menit.

Ramainya lovebird dengan durasi istimewa, muncul lovebird dengan durasi nyaris 1 menit ketika naik ke lapang. Dalam 1 sesi, burung ini bisa mengeluarkan 4 sampai 5 kali tembakan, yang kesemuanya tembakan rata-rata  40” lebih. Tidak heran, jika juara 1 sering diperolehnya. “Santri”, itu lah nama lovebird tersebut. Hijau kepala hitam itu lah warna “Santri”,  Sekarang burung sudah berumur 2 tahun-an. Untuk kesehariannya, burung dikoloni dengan burung-burung lovebird  yang lain setelah dibawa ke lapang.

Fatkhul Falah, adalah sosok remaja 22 tahun, empunya lovebird yang dideskripsikan di atas.  asli Jatibarang Lor Kecamatan Jatibarang Kabupaten Brebes. Sejak 5 tahun yll, Falah sudah menyukai burung yang berparuh bengkok ini. Menurutnya, jenis burung ini sangat mudah perawatannya, berbeda dengan jenis burung lain, harus diberi serangga, kroto, dll. Yang lebih menyenangkan lagi, jenis lovebird sangat mudah dan cepat beradaptasi dengan manusia.

Karena kesibukan sebagai mahasiswa, Falah jarang mengikuti even-even luar kota. Hanya latber/ latpres Tegal, Brebes dan sekitarnya yang diikuti. Itu pun kalau tidak ada kegiatan di kampusnya. Meskipun demikian, “Santri” pernah ditawar 7,5 jt, tapi belum diberikan, masih sayang katanya. Untuk perawatan, tiap pagi pukul 05.00 s.d 07.00, burung dikeluarkan/ diembunkan. Sedangkan untuk pakan diberikan milet putih. Jika akan dibawa ke lapang/ latber/ latpres, sebelum berangkat burung dimandikan dan diberikan sedikit jagung sebagai EF. Tidak lupa diberikan 5 tetes Ebot Vit langsung lewat paruhnya. 1 sesi menjelang turun ke lapangan, “Santri” dipisah dengan pasangannya, dan diupayakan, “Santri” tidak ngekek selama dipisah dengan pasangannya, menunggu giliran turun ke lapangan. Setelah selesai, kembali “Santri” dijadikan satu lagi dengan pasangannya. (Yus-tegal)