Pentingnya Moral Dan Etika Seorang Juri

166

Poer Nasa Saat Breefing

Bicara soal lovebird memang tidak pernah ada akhirnya. Karena perkembangan di dunia lovebird sangatlah pesat dan menjadi pengisi sesi terbanyak di setiap lomba – lomba.

Maka dari itu dunia lovebird sangatlah luas dan selalu bermunculan jagoan – jagoan baru maupun orang – orang baru. Baik dalam skala latberan, latpresan maupun skala lomba. Kelas lovebird memang menjadi primadona.

Kesuksesan dalam penilain lovebird itu tergantung pada jurinya, yang dimana akan berdampak ramai dan sepinya setiap gelaran. Dan juga kepuasan peserta menjadi tolak ukur akan ramainya event selanjutnya. Karena tanpa kicau mania gantangan tidak akan berjalan dengan baik dan lancar.

Suasana Penilaian Lovebird Di Salatiga

Nah Salatiga itu perkembangan dunia lovebird sangatlah pesat. Dan selalu full gantangan meskipun di geber setiap hari. Dengan sistim poin dan penuh dengan terobosan.

Meski di geber latihan setiap hari, namun seakan gak ada habisnya pemain lovebird Salatiga. Ya, bisa di bilang menjadi barometer lovebird di Indonesia. Karena banyaknya bermunculan lovebird – lovebird berkwalitas dari kota Salatiga Hatti Beriman.

Dari lovebird baby/paud, dari lovebird fighter maupun konslet selalu bermunculan baru di setiap bulannya. Sekaligus menandakan bahwasanya pemain lovebird Salatiga pintar – pintar dalam hal setting lovebird lomba.

Beda dari suasana hari – hari lain. Pada hari Senin (17/06/2019) Pasar Banyu putih Salatiga mendadak suasana menjadi menegangkan. Dengan mengadakan breefing juri Ronggolawe yang bertajuk ” Moral Dan Etika ” di kawasan Pasar Banyu Putih Salatiga.

Meskipun hanya sekedar breefing, kali ini korlap Ronggolawe Om Poer Nasa terlihat marah karena akhir – akhir ini dunia burung Salatiga menjadi trending topic masalah penilaian lovebird. Dengan penilaian lovebird di kelas batasan poin yang poin bisa pass persis dan menjadi tanda tanya.

Marahnya korlap ini bukan semata ingin melampiaskan kejengkelannya, namun lebih ke membentengi agar juri – jurinya tidak nakal untuk melakukan hal seperti itu, karena itu akan merugikan dirinya sendiri.

” Jangan sampai anda tergiur hanya dengan uang sekejap yang cuman nominalnya gak seberapa, karena kalian bekerja di sini gak cuman sehari atau 20 tahun, namun melainkan akan seumur hidup. Maka dari itu ayolah kita sadar ini lahan kita mencari rejeki, harus kita jaga bersama – sama ” Papar Om Poer Nasa selaku Korlap dan EO.