KORWIL JABAR V “Ikhlas Kunci Usaha Untuk Hasil Terasa Maksimal”

31
DEKLARASI APBN KORWIL JABAR V (Subang, Indramayu, Purwakarta)

Subang, sebuah wilayah  yang tidak bisa lepas dari sejarah pejuangan bangsa. Ketika pecah Agresi Militer Belanda I, wilayah Subang menjadi salah satu camp konsentrasi para gerilyawan dan pejuang kemerdekaan. Di wilayah ini pula banyak lahir pahlawan, para penangkar yang berjuang untuk keluarga dan hoby. Secara mandiri berusaha menangkarkan beberapa jenis burung terutama murai batu yang secara tidak langsung juga ikut menjaga pupolasi dan keberadaan tersebut.  Senin (13/08/2018), para pahlawan ini berkumpul mendeklarasikan terbentuknya APBN Korwil Subang, tak kurang dari seratus orang yang hadir.

“Ini belum semua, terkendala waktu dan pekerjaan jadi banyak yang tidak hadir. Tapi walaupun tidak hadir mereka tetap mendukung penuh terbentuknya APBN Korwil Jabar V (Subang, Indramayu, Purwakarta)” jelas Om Didin Kumis selaku ketua Korwil Subang

Penggemar Bod Sadino, “Sekecil apapun pekerjaanya apabila dijalankan dengan ikhlas maka hasilnya akan terasa maksimal” Didin Kumis.

Didin Wahudin atau lebih dikenal dengan Didin Kumis, pengemar Bob Sadino ini sehari-hari hanya beternak sambil berwirausaha. Menurut nya pekerjaan atau usaha sekecil apapun selama ikhlas menjalani maka hasilnya akan terasa maksimal dan yang penting kita adalah bosnya. Berawal dari sepasang indukan dengan modal yang didapat dari istrinya Om Didin Kumis memulai usaha penangkaranya. Bukan indukan juara yang dimilikinya, namun diseleksi berdasarkan katuranggan dan volume yang bagus. Keterbatasan modal yang menjadi kendala utama diatasinya dengan usaha dan kesabaran, berlahan namun pasti sekarang sudah memiliki enam pasang indukan yang aktif menghasilkan trotolan berkualitas. Selain Murai Batu ada pula lima pasang Love Bird dan satu pasang Whamei.

Didin Kumis bersama istri yang selalu mensuport dan setia mendampingi

“APBN sangat membantu saya dan rekan lainya di daerah Subang ini. Sempat resah dengan aturan pemerintah yang ada, namun dengan adanya APBN jadi membuka wawasan kita. Kita juga merasa tidak sendiri lagi, jadi banyak rekan untuk bisa saling berbagi dan bertukar informasi” jelas om Didin tentang APBN

Sebenarnya sudah ada beberapa anakan yang sudah menjadi juara, namun karena non ring keberadaanya pun jadi susah dilacak. “Dulu sama sekali tidak kepikiran soal ring, hanya ternak keluar anakan jual jadi duit, udah gitu aja. Adanya APBN, apalagi mau digalakan soal ring saya sangat seuju sekali belajar dari yang sudah-sudah, minimal anakan kita jadi punya identitas dan dikenal orang meskipun nantinya sudah tangan keberapa. Kalo kualitas pasti akan dicari dari penagkaran mana” Om Didin Kumis sangat mendukung adanya APBN.

Saat ini penangkar sangat dimudahkan, banyak tempat bertanya, vitamin dan pakan sekarang sudah lengkap. Ia menyebutkan sangat berterimakasih kepada Ebod Jaya yang telah menyediakanya semua lengkap ada di Ebod untuk keperluan breeding.

Trotolan Dien Kumis BF

Bagi yang ingin sekedar silaturahmi main atau memantau anakan bsia datang ke Din Kumis BF, Jl. MT Haryono, Gg. Abimanyu Rt. 26/06 Sekarjaya, Cigadung, Subang, Jawa Barat.