Konsistensi Penerapan Tata Tertib Latber

102

Ketika pertama kali muncul dalam dunia perburungan, orang hanya mengenal  Sosok yang suka burung kacer. Beberapa even telah diikuti bersama-sama dengan rekan-rekan lain yang suka juga dengan burung kacer. Bukan even besar yang diikuti, melainkan latber biasa,  dan juga bukan burung dengan harga mahal yang dimilikinya, melainkan burung yang biasa saja yang dibeli dari penjual burung di pasar.

Lalu bersama-sama dengan yang lain ke Tegal untuk mengikuti latber. Setelah beberapa saat dipikir, kenapa harus ke Tegal, tidak kah orang Brebes sendiri bisa membuat lapangan burung ? Berdasarkan hal itu lah, maka didirikanlah lapangan burung di Brebes,  dan kompleks GOR Brebes menjadi pilihan lokasi didirikannya lapangan burung.

Setelah didirikan lapangan, langkah selanjutnya adalah menentukan siapakah yang bertanggung jawab

mengenai keberadaan lapangan dan lain-lain ?

Dipilihlah Wa Kono. Siapakah Dia ?  Laki-laki yang akrab dipanggil Wa ( Pak De),  yang kesehariannya momong empat orang cucu ini, bukan lah orang yang pandai dalam bidang akademis, bukan orang yang pandai bicara, juga bukan orang yang beruang (=kaya), tetapi karena keberadaanya dianggap membuat nyaman oleh teman-temannya, maka Dia dipilih menjadi penanggung jawab lapangan.

Debut pertama yang dilakukan adalah menggandeng Ronggolawe Nusantara menggelar even yang bertajuk Soft Launching New Brebes Bird Club. Alhasil dengan 534 jumlah peserta, dalam 12 sesi, bisa dikatakan Wa Kono sukses mengadakan even. Dengan kesuksesan gelaran yang pertama ini, Wa Kono berencana mengadakan even yang lebih besar.

Dalam tiap kesempatan, Pria 54 tahun yang gemar dengan rokok filter dan suka bercanda  ini menyampaikan kepada rekan-rekannya, bahwa untuk lebih menghidupkan lapangan burung, perlu adanya konsistensi dalam menerapkan tata tertib latber, terutama dalam menentukan hadiah. Karena daya tarik dari sebuah lapangan burung adalah ketentuan jumlah hadiah.

Apresiasi luar biasa ditunjukkan Kicau mania Brebes kepada Wa Kono, hal ini ditunjukkan dengan berbagai usul dalam menentukan jenis burung yang akan ditampilkan di gelaran-gelaran berikutnya. Semoga sukses Wak.